05 February 2012

Monas tetap menarik

Untung Jakarta punya monas. Tetenger di tenga kota yang memungkinkan orang Indonesia bisa menikmati ibukota dengan segala kelebihannya. Paru2 kota yang memasok oksigen untuk warga.

Saat ini saya lihat begitu banyak orang, sebagian besar dari luar Jakarta, berpiknik di monas. Main gitar, jualan kopi, jualan jasa motret, nyewa tikar, hingga pacaran.

Wajah2 Tionghoa pun tidak sedikit. Begitu pula yang keriting, kulit gelap. Satu dua bule pun terkesan sangat menikmati taman yang dibuat pada era Bung Karno itu.

Oh ya tiba2 ada seorang waria muncul di depan saya. Memutar lagu Alamat Palsu dari Ayu Ting Ting lalu berjoget dan ketawa2 sendiri. Bukan gila, tapi ngamen cari uang receh.

Syukurlah, Jakarta masih merawat hutan kota di kompleks monas ini. Tanaman2 makin besar dan rimbun. Saya yang dua tahun tak mampir ke monas pun kagum dengan tanaman2 yang hijau dan terus menghijau.

Apa jadinya hutan kota itu 10 atau 20 tahun ke depan? Mudah2an tidak dialihfungsikan sebagai plaza, mal, atau tempat hiburan. Biarkan monas tetap jadi jujukan warga. Biarkan tanaman2 itu terus tumbuh, membesar, jadi hutan... yang bisa dinikmati siapa saja.

Ini penting agar Jakarta tidak hanya terkenal dengan gedung2 jangkung dan hutan beton. Salam lestari!

No comments:

Post a Comment