16 February 2012

Mahasiswa fikom tidak baca koran



Aneh bin ajaib. Mahasiswa fakultas ilmu komunikasi (fikom) yang berhubungan erat dengan media massa jarang membaca koran, majalah, atau tabloid. Kenyataan pahit itu saya pergoki dari beberapa mahasiswa fikom di Surabaya.

Kebetulan akhir2 ini saya sering ditemui beberapa mahasiswa fikom di Surabaya. Mereka bikin penelitian tentang media untuk skripsi atau tugas akhir. Saya terkejut karena mereka hampir tidak pernah baca koran. Termasuk membaca koran yang akan diteliti.

"Anda baca Jawa Pos? Kompas? Surya? Radar Surabaya?" tanya saya yang dijawab tidak.

Memang minat baca mahasiswa bimbingan saya ini sangat rendah. Baca media online di internet pun tidak. Maka, tidak heran mereka tidak tahu kalau ada beberapa rubrik yang sudah dihapus atau rubrik baru di media tertentu. Kalaupun sempat baca biasanya karena ditugasi dosennya. Itu pun sambil lalu saja. Tidak bisa menemukan benang merah antara teori jurnalistik saat kuliah dengan aplikasi dalam media massa.

Tentu saja tidak semua mahasiswa fikom malas membaca koran. Tapi saya terlalu banyak menjumpai mahasiswa2 komunikasi yang kurang interes mengikuti isu2 di media cetak.

Aneh karena mereka2 ini sebetulnya calon pekerja media di masa depan. Aneh juga karena dosen2 komunikasi sering mengecam wartawan2 yang dinilai tidak profesional lewat talkshow konsumen media di radio. Lha kok mahasiswanya sendiri tidak diurus?

Sejak dulu Indonesia dikenal sebagai negara yang tidak punya reading habit. Budaya baca sangat kurang. Para mahasiswa fikom yang saya temui ini hampir pasti punya ayah dan ibu yang tidak suka membaca. Dan pasti tidak berlangganan koran atau majalah.

Tapi kalau mahasiswa fikom, calon pekerja media, tidak suka baca koran jelas ironi besar bagi negara ini. Bayangkan, sebentar lagi mereka lulus, biasanya dengan IP di atas 3, tapi sejatinya sangat tidak siap masuk ke industri media.

Jangan heran kalau makin lama makin sedikit alumni fikom yang diterima di perusahaan media. Yang doyan baca koran dan bikin analisis media justru arek2 ITS.

1 comment:

  1. http://bukuhariansibadut.blogspot.com/2012/02/reading-habit-sayangnya-aku-tak-bisa.html

    ReplyDelete