01 February 2012

Dokter terlalu muda di NTT


Misalkan anda berkenalan dengan seorang dokter di Lembata, NTT. Tahun depan atau tiga tahun lagi si dokter itu sudah kembali ke kota2 besar di Jawa. Lalu diganti dokter2 fresh from the oven dari Jawa. Tradisi lama sejak kita mengenal puskesmas itu masih berlangsung sampai sekarang.

NTT dan daerah2 tertinggal memang jadi ajang dokter2 muda untuk cari pengalaman. Itu pun karena dipaksa oleh peraturan pemerintah. Karena itu, dokter2 di NTT kebanyakan masih berusia 20-an tahun. Muda2 dan cantik2. Jarang kita menemukan dokter2 senior yang sengaja memilih NTT sebagai ladang pengabdiannya.

"Kondisi pelayanan medik di luar Jawa memang memprihatinkan," kata seorang dokter senior di Surabaya. Dan itu tidak lepas dari kualitas peralatan, rumah sakit, dan dokter.

Di mana2 masyarakat lebih suka dilayani dokter senior. Karena itu, tempat praktek dokter2 senior di Surabaya selalu penuh. Beda dengan dokter2 muda yang perlu jam terbang lebih banyak lagi.

Menurut pak dokter senior itu, NTT dan wilayah luar Jawa bukan pasar yang empuk untuk profesi dokter. Uang masuk sedikit. Apalagi banyak warga yang tak mampu membayar dokter atau rumah sakit.

Maka, setelah kerja bakti di NTT, dokter2 itu balik ke kota. Buka praktek. Kerja di beberapa rumah sakit. Uang masuk tentu lancar jaya. Bisa cepat makmur.

Koran hari ini memberitakan biaya masuk fakultas kedokteran universitas negeri sekitar 175 juta. Itu hanya semacam tiket. Belum SPP, uang lab dan sebagainya. Sudah jelas ratusan juta bahkan miliaran.

Kalau uang keluar untuk biaya kuliah begitu banyak, sudah pasti harus ada uang masuk yang banyak juga. Agar impas. Maka, jangan heran biaya kesehatan di Indonesia menjadi sangat mahal. Dan jangan heran jarang ada dokter2 senior yang bekerja total di NTT.

Hari gini bicara pengabdian? Mimpi kali!

4 comments:

  1. kita ambil positifnya saja. dulu gak ada dokter sama sekali, sekarang sudah luamayan meskipun jam terbangnya masih kurang. dokter2 senior kan dulu juga pernah muda to...

    ReplyDelete
  2. Sebentar lagi kan ada dokter-dokter dari Undana :D sabar saja

    ReplyDelete
  3. dokter2 muda itu masih idealis, mau kerja di tempat terpencil. mrk tentu ingin membuktika kalo mrk gak kalah sama dokter2 senior. lagi pula mrk kan sdh digembleng di fak kedokteran.

    ReplyDelete
  4. yg penting, pemerintah harus bikin fasilitas yg lengkap shg gak harus dirujuk ke kupang atau surabaya. kasihan org2 yg sakit berat

    ReplyDelete