18 February 2012

Bamag Sidoarjo menggeliat


Saya baru saja mampir di kantor Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Sidoarjo di Jl Pahlawan. Agus Susanto usai memimpin rapat terbatas bersama sejumlah tokoh gereja di Kabupaten Sidoarjo.

Suasana gayeng, santai, ditemani air gelasan. Tak ada jajanan atau makanan. Ya, bamag ini memang organisasi kecil yang tidak punya kantor atau sekretariat. Karena itu, kantor pribadinya Mas Agus dan Mbak Lina, istrinya, dinunuti.

"Kantor bamag itu ya di gereja2 yang ada di Sidoarjo," kata Agus disambut tawa peserta rapat. Meski baru memimpin bamag, Agus sebetulnya bukan orang baru di bamag. Boleh dikata, dia ikut merintas badan lintas gereja dari berbagai denominasi ini. Sebagai aktivis GKJW, tahun 1990an Agus Susanto banyak bergerak bersama Prof Wismoady Wahono (alm), pemimpin tertinggi GKJW.

Karena itu, Agus punya network dengan tokoh2 lintas agama macam KH Hasyim Muzadi. Dia juga aktif di forum kerukunan umat beragama yang anggotanya tokoh2 berbagai agama.

Bukan itu saja. Agus pun asing lagi dengan pejabat2 penting di Sidoarjo. Maka, dia diharapkan bisa menjalin komunikasi dengan macam2 elemen di Sidoarjo. Demi kepentingan bamag, umat kristiani, dan masyarakat umumnya.

Sebagai kota santri, umat serani di Kabupaten Sidoarjo sangat sedikit. Saking sedikitnya sering dianggap tidak ada. Padahal, kalau mau jujur, ada beberapa kampung yang pernah menjadi cikal-bakal umat kristen di Sidoarjo. Paling tidak masih ada GKJW Melaten dan GKJW Luwung yang sudah eksis sejak zaman Belanda.

Zaman terus bergerak maju. Makin banyak pendatang di Sidoarjo. Perumahan2 muncul di mana2. Orang nasrani pun makin banyak. Lalu muncul kebutuhan untuk membangun gereja baru karena pendatang2 ini sudah menjadi penduduk Sidoarjo.

Di situlah terjadi dinamika di lapangan. Izin gereja itu gampang2 sulit. Ada yang cepat keluar, ada yang butuh waktu bertahun-tahun. Harus sabar, sabar, dan sabar. Bukankah kasih itu sabar, kata Rasul Paulus?

Nah, pengurus bamag seperti Agus Susanto tentu akan banyak bicara soal ini. Perlu sabar dan kasih!

No comments:

Post a Comment