13 January 2012

Tokojaeng, Kampung Bakau di Lembata


TOKOJAENG. Desa yang nama resminya Lamatokan di Ileape Timur, Pulau Lembata, NTT, ini sudah lama sekali tak saya kunjungi. Terakhir saat saya masih SD di kampung. Maka, bermodal motor pinjaman saya memaksakan diri mampir sejenak di sana akhir Desember 2011.

Suasana sudah banyak berubah. Jalan aspal mulus hotmix, lebih bagus ketimbang di Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Kampung yang dulu dianggap terpencil itu kini jauh lebih bersih.

Gereja di pinggir jalan masih sama dengan ketika saya kecil. Baru saja Tokojaeng jadi tuan rumah perayaan Natal karena gerejanya tergolong besar. Hiasan di gereja belum dicopot.

Kelebihan Tokojaeng adalah pantainya yang indah dengan hutan bakau yang lebat. Laut sangat tenang karena terletak di teluk. Sore itu anak-anak mandi di laut dengan gembira.

Meski didukung pantai yang indah alami, sejak dulu Tokojaeng belum bisa menjadi objek wisata. Ini karena akses jalan yang buruk dan terjal di desa-desa tetangga.

Jalan dari Mawa, Atawatung, Ebak, Lemau.. masih sangat buruk. Sama dengan zaman dulu meski ada pengaspalan di beberapa ruas jalan. Jalan dari jalur Baopukang pun kurang bagus.

Tokojaeng sangat dekat dengan Gunung Lewotolok alias Ileape yang saat ini sedang erupsi. Karena itu, warga harus siaga penuh. Harus siap mengungsi kalau gunung setinggi 1.400 meter itu meletus.

Tapi justru itu pula kelebihan Tokojaeng. Kita bisa menikmati keindahan gunung yang aktif mengeluarkan belerang dan asap tebal itu. Mungkin suatu ketika energi gunung itu bisa dimanfaatkan untuk listrik dan sebagainya.

Karena sangat dekat gunung, air sumur di Tokojaeng berasa pahit. Tak layak minum. Syukurlah, sekarang ada bantuan tandon atau bak di rumah-rumah penduduk untuk menampung air hujan. Air hujan inilah yang menggantikan air pahit itu untuk konsumsi sehari-hari.

Mudah-mudah setelah Lembata jadi kabupaten sendiri, kemudian Kecamatan Ileape dimekarkan menjadi Ileape Timur, Tokojaeng dan kampung-kampung sekitar macam Lamawolo, Lemau, Ebak, Baopukang, Kimakamak, Waiwaru... makin maju. Tidak lagi masuk daftar desa tertinggal di NTT.

No comments:

Post a Comment