12 January 2012

Tidur Awal Bangun Cepat


Saat ini desa-desa di pelosok Lembata sudah dialiri listrik PLN. Beda banget dengan kita saya SD. Waktu itu listrik sama sekali tidak dikenal. Karena listrik lancar, televisi ada di banyak rumah dengan kualitas gambar sangat bagus.

Tapi gaya hidup agraris belum berubah. Orang-orang desa tetap membiasakan diri tidur awal. Tak ada hiburan, apalagi night life. Pukul 18.00 pintu-pintu rumah sudah ditutup.

Jangan harap melihat warung -warung di pinggir jalan. Lengang. Saat saya melintas dari Tokojaeng, Lemau, Ebak, Atawatung, Mawa, Bungamuda, Lamawara belum lama ini hari beranjak senja. Suasana sepi. Hampir tak ada orang yang melintas di jalan raya.

Sebagai orang yang biasa tidur di atas jam 00.00, saya memang pangling dengan situasi ini. Apakah harus cepat-cepat tidur? Nonton tv juga susah karena hampir semua orang tidak biasa melihat acara tv malam-malam.

Karena tidur awal, pagi-pagi sekali orang Lembata sudah bangun. Lalu ke kebun, memasak, ambil air di sumur, memberi makan babi dan kambing, cari ikan, atau mendaras tuak. Kesibukan khas orang desa.

Mungkin pola tidur yang sangat baik ini membuat orang-orang desa lebih sehat. Jarang yang berurusan dengan sakit. Kalaupun sakit, penyakit-penyakit khas orang desa kebanyakan tergolong kelas ringan.

1 comment:

  1. Kebiasaan yang bagus, tidak seperti saya yang tidur larut malam dan bangun kesiangan :D

    ReplyDelete