20 January 2012

Telepon seluler di Lembata


Idealnya orang mengkonsumsi teknologi secara bertahap. Step by step. Termasuk teknologi komunikasi.

Tapi ini yang tidak terjadi di NTT, khususnya pelosok Lembata. Orang2 di sana tidak kenal telepon rumah. Tak pernah lihat tiang atau kabel telepon. Bahkan, mungkin tidak pernah menggunakan fixed telephone jika tidak keluar daerahnya.

Syukurlah, revolusi seluler membuat masalah komunikasi jarak jauh di Lembata teratasi. Sejak 10 tahun terakhir orang2 kampung sudah menggunakan ponsel alias HP.

Dan satu2nya sinyal yang nyambung di NTT, khususnya Lembata, adalah TELKOMSEL. Saya sempat bawa 6 nomor dari Surabaya saat mudik akhir 2011 lalu. Ternyata hanya Telkomsel yang nyambung. Itu pun sebenarnya belum merata di kampung2.

Jangan heran hampir semua orang Lembata pakai kartu AS. Mereka tidak kenal operator2 lain yang sering ngecap di televisi itu.

Adanya seluler sekaligus menghapus budaya surat-menyurat. Sudah bertahun2 saya tidak pernah menulis surat ke kampung. Kirim kartu natal atau kartu lebaran tak pernah lagi. Cukup SMS atau menelepon langsung.

Loncatan teknologi seluler, di sisi lain, membuat etiket atau sopan santun bertelepon kurang dihayati sejumlah orang kampung. Cara bicara di telepon, volume suara, durasi.. kurang dihayati sejumlah orang kampung.

Maka, pulsa pun cepat habis. Lalu kirim SMS minta dikirimi pulsa dari Kupang atau Surabaya. Wah, memangnya kita ini pabrik pulsa?

Juga banyak nomor HP yang hangus karena pulsa tidak segera diisi melewati masa tenggang. Lalu ganti nomor. Ketika kita kontak nomor lama, jelas tidak bisa. Repot juga.

Bagaimanapun juga revolusi telepon nirkabel alias seluler ini patut disyukuri. Akses informasi menjadi lancar. Orang2 kampung tidak perlu lagi ketinggalan informasi apa pun.

Saat berada di Desa Lamawara, Kecamatan Ileape, Lembata, saya tiap pagi duduk di tepi pantai. Kawasan yang sinyal Telkomselnya paling kuat. Di situlah saya mengakses situs2 berita dan membuka e-mail.

Terima kasih untuk Telkomsel!

2 comments:

  1. sekarang ini gak perlu step by step. kayak mesin ketik misalnya gak ada lagi. anak2 kecil langsung mengenal laptop, bahkan gak kenal PC dulu.. jadi kemajuan teknologi memang luar biasa. apa yg diketahui anak2 sekarang jauh lebih canggih daripada orang2 yg lebih tua.

    ReplyDelete
  2. sinyal di luar jawa memang lemah. bahkan di jawa sekalipun, kalau di luar kota, sinyal2 tertentu gak ada sama sekali. coba sekali2 anda ke trawas.. pasti tahu kekuatan sinyal itu..

    ReplyDelete