25 January 2012

Sincia di rumah abu keluarga Han

Robert bersama dua anaknya (Hubert dan Richard) serta David Reeve PhD.


Sehari sebelum Sincia atau tahun baru Imlek, warga Tionghoa mengadakan sembahyang leluhur. Semua keluarga baik dekat maupun jauh berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur yang sudah tiada.

Itu pula yang dilakukan keluarga Han di Surabaya, Minggu (22/1/2012). Mereka berkumpul di rumah abu keluarga Han, Jalan Karet. Sejak pagi tampak hadir Robert Rosihan bersama bersama istri Tan Ling Mei dan anak-anaknya. Ada juga Shirley, kakak Robert.

Menjelang siang datang Johanes Rosihan, putra sulung mendiang Han Kian Kwat. "Setiap tahun kami selalu berkumpul di sini. Selain Sincia, juga saat sembahyang rebutan dan Ceng Bing," kata Robert.

Dia didampingi Hubert, anaknya yang sekolah di SMAK Santa Maria. Anak kedua, Indriani, tak hadir dalam sembahyang leluhur karena tinggal di Jerman.

Meski namanya rumah abu, menurut Robert, tak ada abu jenazah leluhur yang disimpan di sini. Yang ada hanya sinci-sinci atau papan bertuliskan nama-nama leluhur marga Han dalam bahasa Tionghoa. Sinci-sinci itu terletak di atas meja altar.

Shirley, anak ketiga dari empat bersaudara, menyiapkan berbagai perlengkapan sembahyang. Mulai buah-buahan seperti pisang, apel, jeruk, rambutan. Kemudian makanan basah seperti ayam, kepiting, ikan, babi, bebek. Tak lupa kue-kue basah seperti wajik, roti mangkok, nian gao, dan kue thok. Juga minuman putao chee chiew, sejenis anggur rendah alkohol.

"Yang wajib ada tebu sebagai simbol manis-manis. Supaya di tahun yang baru ini semua keluarga diberikan rezeki dan kehidupan yang manis," kata Shirley.

Putra-putri mendiang Han Kian Kwat mengawali sembahyang leluhur dengan penuh hormat. Tak lama kemudian kerabat-kerabat lain datang dan melakukan ritual yang sama. Han Tjoan San khusus datang dari Lawang untuk mengikuti acara menjelang pergantian tahun Imlek itu.

Yang menarik, ritual keluarga Han ini dihadiri juga oleh David Reeve, profesor dan peneliti dari University of New South Wales, Sydney, Australia. Dia khusus datang ke Surabaya untuk meneliti keluarga Han di Jawa Timur.

"Keturunan Han banyak yang jadi opsir Tionghoa. Mereka merupakan keluarga Tionghoa terpandang di Jawa Timur," kata David.

No comments:

Post a Comment