03 January 2012

Orang Lembata dan Televisi



Saat ini televisi mudah ditemukan di rumah-rumah penduduk di Pulau Lembata, NTT. Beda banget dengan era sebelum 1990-an. Ini juga berkat masuknya jaringan listrik PLN sejak era 2000.

TV-TV di kampung saya itu bahkan harus pakai perangkat matrix yang membuat gambar lebih jelas dan channel pun lebih banyak. Karena itu, channel di Lembata jauh lebih banyak ketimbang di Surabaya - yang tak pakai parabola.

Saya misalnya baru mengikuti siaran NHK justru ketika cuti di kampung. Juga televisi berita berbahasa Inggris macam CNN. Di Jatim kita hanya bisa memirsa tv lokal atau nasional.

Sayang, selera orang-orang kampung masih sebatas hiburan. Anak-anak doyan film kartun. Yang tua suka sinetron. Yang muslim senang acara dakwah. Acaranya Mama Dedeh digemari ibu-ibu, termasuk yang nonmuslim.

Televisi berita macam Metro TV atau TVOne? Boleh dikata tidak laku. Cuma saya yang menyetel, itu pun segera diubah ke sinetron atau kartun. Informasi atau berita-berita belum jadi kebutuhan.

Dan dianggap tidak menarik. Apalagi berita-berita unjuk rasa, bakar kantor, atau pernyataan pejabat. Yang disukai justru berita dramatis macam orang dimakan buaya di Waijarang, dekat Lewoleba.

Karena itu, warga Ileape tidak tahu bahwa Gunung Ile Lewotolok alias Ile Ape sedang dalam kondisi siaga. Jelang erupsi atau meletus. Saya baru tahu kondisi gunung di kampung kami itu setelah melihat Metro TV di Surabaya.

1 comment:

  1. sekarang di Lembata ada muncul lagi satu tv lokal Lembata Tv yang merupakan group dari SBC tv dan Langoday Multimedia yang expansi ke indonesia Timur khususnya di Lembata beberapa daerah yang sudah ada jaringan kami adalah : Batam, Bekasi, Cibubur,Bogor, Bandung, Indralaya (Sumsel), Lahat (Sumsel) Tanjung pinang, Kijang, Anambas, Jember, Banyuwangi dan segera di beberapa daerah lannya lagi
    http://ltv.langoday.com ===> lembata news Online

    ReplyDelete