01 January 2012

Misa Tahun Baru di Lewotolok


Gereja Katolik Lewotolok, NTT, 1 Januari 2012.

Ina ama kaka ari mulai berkumpul sejak jam 7 pagi. Misa tahun baru akan dipimpin Romo Yosef Kuben, pastor diosesan dari Keuskupan Larantuka. Romo Yosef 'dipinjam' untuk membantu perayaan ekaristi Natal dan Tahun Baru di Kecamatan Ile Ape.

Setiap 1 Januari memang ada tradisi mengadakan misa besar di Flores. Momen untuk merenung dan berdoa semoga umat diberi kekuatan, jagung tidak mati, perantau kirim uang dsb. Juga perayaan Santa Maria Bunda Allah.

Antusiasme umat, sayang, tidak seperti tahun 80-an ketika saya masih SD. Waktu itu Lembata betul2 pulau tertinggal. Tak ada listrik. Tak ada aspal. Tak ada HP. Semua serba simpel.

Kini lembata makin mengkota. Anak2 punkers menjamur, lontang-lantung di jalan. Sulit diatur, susah diajak ke gereja. Apalagi kerja di kebun.

"Orang tua tau apa?" begitu kata2 anak punk yang sempat saya dengar.

Memang sulit mempertemukan jurang antara tua dan muda. Jurang makin lebar dengan loncatan teknologi yang luar biasa. Bayangkan, orang2 tua yang dulu tak kenal korek api, bikin api pakai bambu, kini harus berhadapan dengan anak2 muda yang pakai smartphone.

Suara pastor, apalagi guru-guru di kampung, pun kurang didengar. Di mimbar pastor sering mengkritik anak-anak muda gaul yang malas ke gereja. Tapi siapa dengar?

Paling hanya orang2 tua yang ketawa2 dan ngelus dada.

Jam 8:18 misa belum dimulai. Padahal katanya misa mulai tepat 7:30.

Ah, jam karet ala Lamaholot.

1 comment:

  1. Sejak dulu sekolah Katolik sangat terkenal dengan disiplinnya yang bagus tetapi sekarang jam Misa pun bisa molor. Prihatin.

    ReplyDelete