10 January 2012

Lango Beruin yang Merana


Sejak acara pesta kacang pada 2008 tak ada lagi aktivitas di Napaulun atau kampung lama kami di Ileape, Pulau Lembata, NTT. Tidak heran rumah-rumah adat atau lango beruin yang terkenal itu sangat merana.

Saya sempat mampir ke beberapa rumah adat akhir Desember 2011. Bahkan sempat tidur di salah satu rumah adat saat hujan. Kondisinya sangat memprihatinkan.

Atap dari daun kelapa dan daun lontar (siwalan) sudah bolong-bolong. Balai-balai bambu rusak. Rumput dan tetanaman liar tumbuh tak karuan. Pertanda orang-orang di kampung pun tak pernah sekadar mampir berteduh. Selama hampir tiga tahun.

Namang atau halaman utama tempat atraksi dolo-dolo, oha, seni tradisional Lamaholot pun dipenuhi daun-daun kering. Tapi prasasti yang ditandatangani Bupati Lembata Andreas Duli Manuk masih bagus. Begitu pula beberapa rumah adat yang dibuat lebih modern di samping namang.

Mengapa rumah adat di Lembata sangat parah kondisinya? Padahal biaya perawatan tergolong sangat murah? Ini pertanyaan yang sulit dijawab. Ini masalah kita bersama sebagai orang Lamaholot yang makin modern dan makin jauh dari lango beruin, asal muasal kita.

Yang jelas, rumah-rumah itu tak berpenghuni. Jauh dari kampung atau permukiman warga. Hanya satu dua orang yang sempat melintas, itu tak sempat mampir, apalagi mau sedikit capek untuk mencabut rumput-rumput liar.

Andai saja setiap suku seperti Hurek, Manuk, Wahon, Nimanuho... punya petugas khusus yang memelihara rumah adat, alangkah bagusnya. Tentu saja harus disiapka uang lelah atau semacam honor bulanan.

Kurang elok rasanya kalau rumah adat itu baru diperhatikan kalau ada pesta kacang yang jadwalnya tidak menentu. Tanpa perawatan rutin, maka infrastruktur jalan tembus ke Napaulun yang dibuat pada era Bupati Ande Manuk menjadi sia-sia. Padahal, pemkab ingin menjadikan rumah-rumah adat dan kampung lama itu sebagai objek wisata budaya di Lembata.

Bagaimana mau menarik wisatawan kalau kita sendiri sebagai pemilik lango beruin alias rumah adat menelantarkan warisan budaya kita sendiri?



2 comments:

  1. tugas pemkab utk ikut bantu memperbaiki... khususnya bupati yg baru.

    ReplyDelete
  2. bangsa kt memang hanya bisa membangun,tapi belum mampu untuk merawat...melihat foto rumah yg ada dan,terutama foto anak dalam kesendiriannya,sungguh sy merasa sedih...

    ReplyDelete