24 January 2012

Gus Dur dan Tionghoa


Gus Dur memang hanya dua tahun menjabat presiden RI, 1999-2001. Namun kiai bernama lengkah KH Abdurrahman Wahid ini punya tempat khusus di hati warga Tionghoa. Nama Gus Dur selalu disebut-sebut dalam suasana tahun baru Imlek seperti sekarang.

"Kalau tidak ada Gus Dur, kita tidak bisa main barongsai atau liang-liong ke mana-mana," kata Chandra Wurianto, dedengkot barongsai sekaligus ketua Persobarin Jatim.

Tak hanya atraksi barongsai, perayaan Imlek pun tak akan semeriah sekarang. Ini berkat komitmen Gus Dur pada hak-hak asasi manusia dan pembelaannya kepada kelompok minoritas. Gus Dur jauh sebelum jadi presiden ikut berjuang agar Khonghucu kembali diakui sebagai agama resmi di Indonesia.

Dan perjuangan panjang itu akhirnya berhasil. Belenggu terhadap ekspresi budaya dan tradisi Tionghoa akhirnya dicabut. Konfusius jadi agama keenam. Presiden Wahid mencabut Inpres 14/1967 yang menjadi senjata rezim Orde Baru dalam membredel hak-hak sipil warga Tionghoa.

Umat Boen Bio, kelenteng khusus Khonghucu di Kapasan, punya cara khusus mengenang jasa almarhum Gus Dur. Foto besar kiai humanis ini dipasang di depan altar sejak Gus Dur meninggal dunia. Dan umat secara rutin memanjatkan doa untuk Gus Dur di alam sana.

"Gus Dur itu pahlawan kami umat Khonghucu dan seluruh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Bahkan pahlawan untuk kita semua tentang bagaimana menghormati human rights," kata Bingky Irawan, tokoh Khonghucu dan mantan pengurus Boen Bio Kapasan.

Karena itu, sudah lama meninggal dunia, foto Gus Dur tetap akan dipasang di lithang atau aula peribadatan Boen Bio. Ini akan menjadi inspirasi bagi umat Khonghucu untuk meneruskan perjuangan Gus Dur yang pluralis dan humanis. Bahwa semua makhluk yang ada di kolong langit itu ciptaan Tuhan dan sudah seharusnya saling menghormati.

Setelah hak-hak sipil orang Tionghoa dipulihkan, sincia jadi libur nasional, atraksi seni budaya Tionghoa marak di mana-mana, menurut Bingky, sudah saatnya orang Tionghoa semakin peduli pada Indonesia. Bekerja keras, memberikan yang terbaik untuk Yin du ni xia.

Women dou shi Yinni ren!

Gong xi fa cai!

No comments:

Post a Comment