05 January 2012

Gunung Lewotolok Meletus setelah 100 Tahun


Gunung Lewotolok alias ILEAPE dipotret dari pesawat Susi Air pada 2 Januari 2012. (foto: Lambertus Hurek).

Kaget juga membaca di internet bahwa GUNUNG LEWOTOLOK di Kecamatan Ileape, Kabupaten Lembata, NTT, dinyatakan siaga per 2 Januari 2012. Khawatir segera erupsi.

Padahal, ketika saya berada di sana, kampung saya persis di Gunung Lewotolok ini, tidak ada yang aneh. Cuma hawa terasa jauh lebih panas dari biasanya meski sudah hujan.

Tanggal 1 Januari 2012 saya ikut misa tahun baru di Gereja Lewotolok bersama masyarakat Desa Lewotolok, Lamawara, dan Bungamuda. Masyarakat tiga desa itu memang bergabung dengan Gereja Lewotolok yang cukup terkenal di Pulau Lembata.

Gunung LEWOTOLOK (pakai K), bukan LEWOTOLO (seperti sering ditulis di media massa nasional), sudah 92 tahun tidak meletus. Warga bahkan menganggap sudah mati. Tak akan meletus lagi. Aman-aman saja. Meskipun asap belerang muncul setiap saat.

Ketika gunung-gunung tetangga bergolak seperti Ile Boleng, Labalekan, atau Lewotobi bergolak, Lewotolok tenang-tenang saja. Maka, saya juga kaget gunung yang jadi ikon Kecamatan Ileape ini mulai batuk-batuk.

Ketika berada di atas pesawat Susi Air, 2 Januari 2012, tiba-tiba saya tergerak untuk menjepret Gunung Lewotolok yang lebih populer dengan sebutan ILE APE (ile = gunung, ape = api), dengan kamera poket.

Yah, buat kenang-kenangan sudah pulang kampung pakai pesawat Susi Air. Hehehe.... Biar selalu ingat kampung halaman.

Saya baca di laman Tempo, Pak Surono dari Vulkanologi minta warga Ileape waspada. Siap mengungsi kapan saja aktivitas gunung meningkat.

Mudah-mudahan status siaga ini tidak berlangsung lama. Di musim hujan ini warga Ileape sedang sibuk bekerja di ladang jagung.

No comments:

Post a Comment