29 January 2012

Blog di era BBM dan media sosial



Blogging atau ngeblog tidak seheboh tahun 2007-2008. Beberapa komunitas blogger di Surabaya saya lihat vakum. Acara ngeblog bareng di taman sudah lama tak terdengar.

Ya, segala sesuatu itu ada masanya. Masa booming blog sudah berlalu diganti media sosial macam facebook, twitter, dan sekarang BBM. Teman2 lama yang dulu doyan ngeblog sekarang selalu bicara isu2 aktual di BBM.

"Anda ketinggalan zaman Bung. Aneh, anda gak punya BB, fb-mu gak aktif," kata teman lama mantan blogger asal Jatim.

Saya cek di internet, blognya sudah mangkrak begitu lama. Postingan terakhirnya sekitar dua tahun lalu. Dia memang aktif mengikuti perkembangan IT dan media sosial. Dan blog dirasa tidak cocok lagi dengan dunianya.

Hobi orang memang beda2, kita tak bisa memaksa. Termasuk memaksa orang aktif blogging, sementara media sosial berkembang sangat pesat. Dan jauh lebih menarik.

Tapi bagi orang2 luar Jawa, khususnya NTT macam saya, blogging saya rasa masih mutlak perlu untuk berbagi informasi di era internet. Sebab, informasi tentang NTT di media nasional seperti surat kabar sangat minim.

Saya perhatikan dalam dua tahun terakhir tidak ada satu pun berita tentang kabupaten saya di pelosok NTT yang dimuat di koran2 nasional. Karena dianggap tidak menarik pembaca. Padahal, pemimpin redaksi surat kabar Kompas itu orang NTT bernama Rikard Bagun.

Satu2nya berita dari Flores Timur yang dimuat Kompas adalah prosesi Jumat Agung di Larantuka, tradisi yang sudah berusia 500 tahun.

Maka, blog menjadi platform satu-satunya bagi orang2 kampung NTT ini untuk sedikit berbagi informasi. Paling tidak menyumbang Mr Google ketika misalnya ada orang yang cari informasi tentang Gunung Lewotolok di NTT yang akan meletus. Lewotolok itu di mana. Hampir pasti Mr Google akan menggiring orang itu ke blog ini. Hehehe...

Saya juga senang karena ternyata anak2 TKI asal NTT yang lahir di Malaysia, dan tak pernah pulang kampung, banyak menjadikan blog ini sebagai referensi. Paling tidak mereka tahu sedikit kampung halaman orangtua atau leluhur di NTT.

Saya juga kaget ketika ada orang Barcelona, Spanyol, yang banyak bertanya tentang Lembata setelah membaca blog ini. Kemudian dia dan istrinya memutuskan berlibur ke Lembata, NTT.

Contoh2 kecil ini menunjukkan bahwa blog masih ada gunanya di era BBM dan media sosial ini. Meski blogging dianggap old school dan ketinggalan zaman.

6 comments:

  1. blog anda juga banyak informasi tentang tionghoa. dan ini termasuk langka.. apalagi yang menulis bukan orang tionghoa.. good luck!!!

    ReplyDelete
  2. Dulu blog sempat booming karena belum ada facebook an twitter. Begitu ada media social, maka fungsinya diambil alih dengan jauh lebih efektif oleh fb, twitter, BBM, dsb. Dengan sendirinya, pengguna blog menjadi berkurang drastis, tapi blogger sejati gak pernah mati. Blog hanya cocok untuk orang yang benar2 hobi menulis. Kalau yg hanya sekadar bikin social network atau interaksi cepat, maka fb dan twitter lebih bagus.

    ReplyDelete
  3. The Golden Age of Tech Blogging is Over

    ReplyDelete
  4. Blogging forces you to put some effort into understanding your material and constructing a reasoned argument.

    ReplyDelete
  5. itu isu lama sejak demam FB. tapi buktinya blog2 masih eksis sampai sekarang. yg jadi masalah kalau Google menutup blogspot atau wordpress dll juga ditutup. maka tulisan2 dan foto2 yang miliaran itu akan hilang semua.

    ReplyDelete