13 January 2012

Banyak Cerita tentang Lembata


Saya baru saja pulang dari kampung halaman di Lembata, NTT. Banyak hal sederhana, tapi menarik bagi saya yang sudah terlalu lama di Jawa. Lembata sudah banyak berubah.

Dulu, ketika saya masih di kampung, Lembata ikut Kabupaten Flores Timur. Sekarang jadi kabupaten sendiri. Dulu tak ada listrik, sekarang PLN masuk ke desa-desa. Televisi ada di rumah-rumah.

Saya, meski lahir di Lembata, ibarat orang asing di tanah sendiri. Heran, kagum, pangling... melihat perubahan yang begitu pesat. Termasuk heran melihat banyak anak muda yang tidak ke gereja pada hari Minggu.

Maka, hal-hal sederhana di kampung itu saya catat di blog ini. Sekalian membiasakan diri dengan mobile blogging, ngeblog pakai ponsel. Cara blogging paling praktis meski kurang optimal karena dibatasi 2000 karakter.

Tulisan atau artikel yang utuh biasanya minimal 5000 karakter. Lebih banyak lebih tuntas tentu saja. Tapi mobile blogging tetap berguna untuk menulis apa saja secara singkat dan padat. Kapan saja, di mana saja.

2 comments:

  1. abang,selamat natal dan tahun baru..balik lewo hehehe..seperti orang asing,tapi yang paling penting pikiran titen terasa tenang,serasa bebas dari beban rutinitas,pikiran utang hehehe...mungkin itu yang membuat budaya mudik ne trend sekali untuk suku jawa..Pai tite tradisikan mudik untuk suku tite flobamora

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih aya2 untuk ama sosinus. lama sekali kita tidak saling bertemu di dunia maya. semoga selalu sehat dan sukses di rantau.

      Delete