17 January 2012

Anak SMK bisa bikin mobil


Orang Indonesia ternyata cukup kreatif. Anak-anak SMK (dulu namanya STM), yang usianya masih belasan tahun, ternyata bisa bikin mobil. Katanya sih tidak kalah dengan mobil-mobil Jepang yang sekarang bikin macet lalu lintas.

Anak SMK! Bukan profesor botak atau pakar-pakar lulusan Jerman atau Amerika. Kita baru tahu kalau bikin mobil itu gampang. Kalau mobil saja bisa tentu anak-anak SMK itu bisa bikin sepeda motor, sepeda pancal, televisi, HP, komputer, laptop dan seterusnya.

Dulu BJ Habibie sangat ngotot bikin kapal terbang. Dia kumpulkan insinyur-insinyur hebat untuk memproduksi pesawat. Dan memang berhasil. Habibie begitu bangga.

Tapi Habibie dan Orde Baru lupa memproduksi dan mengembangkan mobil, motor, ponsel, komputer, dsb. Padahal rakyat lebih butuh mobil atau motor ketimbang pesawat. Rezim Orba terlena dengan mobil-motor made in Japan.

Kita didikte Japan, bekas penjajah. Dijadikan pasar utama Jepang. Bahkan pemerintah sejak awal 1970-an sama sekali tidak berpikir untuk mobil nasional atau motor nasional. Yang dipikir hanya TETUKO: sing tuku ora teko, sing teko ora tuku!

Orde Baru dan Habibie tamat. IPTN tak jelas nasibnya. Sejak merdeka Indonesia tak memproduksi apa-apa, selain TKI spesialias pembantu dan kuli kasar. Tapi pemerintah bangga karena produksi dan konsumsi mobil dan motor Jepang terus meningkat. Jakarta macet. Surabaya menyusul.

Terus terang, saya bangga dengan anak-anak SMK sekarang. Kalau kakak-kakaknya di STM tempo dulu suka berkelahi, mereka diam-diam bikin mobil Kiat Esemka. Bikin kita semua terbelalak.

Saya lebih bangga dengan anak-anak SMK yang bikin mobil ketimbang insinyur-insinyur lawas yang bikin Tetuko. Maju terus!

4 comments:

  1. Di Asia, hanya bangsa Jepang yang bisa menghayati Ilmu Padi, makin berisi, makin merunduk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. njih.. ilmu padi. ilmu lawas yg makin langka di era media sosial.

      Delete
    2. Saya sering sekali membaca tulisan2 orang Indonesia yang berbunyi; kesalahan pemerintah Indonesia telah menyia-nyiakan
      seorang anak bangsa yang tergenius di Dunia, dengan IQ 200, sedangkan Einstein hanya punya IQ 160.
      Di-sia2-kan ?? Adakah seorang sarjana Indonesia yang pernah diberi Privilegium maius seperti halnya sang Genius ?
      25 tahun dipuja dipuji diberi kebebasan mutlak, diberi dana tak terbatas, diangkat jadi menteri, jadi wakil presiden, bahkan jadi presiden. Apakah semuanya itu masih kurang ? Apakah itu yang dimaksud me-nyia2-kan orang ?
      Hanya ada 2 jenis pesawat terbang yang asli hasil karya anak bangsa Indonesia, yaitu N-219 dan N-250 (Tetuko).
      Sedangkan CN-212 dan CN-235 adalah jiplakan CASA dari pesawat Jerman Dornier Do 228 dan Do 328.
      Ketika PT DSTP merancang pembuatan pesawat N-2130, yang telah menelan biaya 2 miliar US $, kita sudah ber-koar2, Boeing dan Airbus ketakutan sampai ke-cirit2, padahal hanya wacana berupa kertas.
      Ini bukan nyinyir, tetapi berharap, semoga kita bisa menghayati Ilmu Padi :
      Makin berisi makin merunduk.

      Delete
  2. Menurut statistik yang dibuat oleh perkumpulan otomobil Jerman, mobil2 buatan Jepang yang paling jarang mogok.

    ReplyDelete