04 January 2012

Bertemu Bupati Sunur dan Wabup Watun



Secara kebetulan saya bertemu Bupati Lembata Yance Sunur dan wakilnya Viktor Mado Watun di ruang tunggu Bandara Wunopito Lewoleba. Bupati Sunur didampingi istri, anak, dan kerabatnya. Wabup Watun bersama putrinya.

Susi Air adalah pesawat kecil yang hanya memuat 12 penumpang. Maka, hari itu mungkin hanya saya yang bukan keluarga pejabat di Susi Air.

Saya pun menyalami Pak Sunur dan Pak Watun. Selamat natal dan tahun baru. Pak Wabup kaget juga melihat saya di ruang tunggu bandara. Lalu kami omong-omong dalam bahasa daerah karena kebetulan kami tetangga kampung di Kecamatan Ileape.

Sang Wabup hendak mengantar anaknya yang sekolah di Santa Ursula Ende. Katanya, lewat udara via Kupang justru lebih murah ketimbang pakai kendaraan laut kemudian darat dari Larantuka ke Ende.

Dari Kupang, pak wabup dan anaknya ganti pesawat Wings Air ke Ende. Tiket hanya sekitar 400. Sementara Pak Bupati Sunur bersama keluarga ada urusan di Kupang.

Pak Bupati yang Tionghoa ini rupanya hemat bicara. Dia hanya bicara yang perlu-perlu saja. Beda dengan wabup yang ceplas-ceplos.

Tapi di dalam Susi Air tak ada yang bicara. Suara mesin terlalu bising. Pak Bupati saya lihat menyumbat kuping pakai kapas. Nyonya Bupati tertidur. Begitu juga Pak Wagub dan putri sulungnya.

Turun di Bandara Eltari, Kupang, saya minta izin untuk memotret Pak Bupati, Pak Wabup... bersama keluarganya. Lumayan! Saya dapat momentum bagus yang cukup langka.

Saya titip lewotanah tercinta pada Pak Sunur dan Pak Watun. Semoga makin maju dan jalan raya di Lembata dibuat lebih bagus lagi.

No comments:

Post a Comment