18 December 2011

Natal di Rutan Medaeng



Tadi pagi saya ikut kebaktian Natal di Rumah Tahanan Negara Kelas Satu Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Rumah tahanan ini populer dengan sebutan Rutan Medaeng. Acara natalan kali ini jauh lebih meriah dan menarik ketimbang tahun-tahun lalu.

Warga binaan alias tahanan dan narapidana punya kor yang bagus. Pujian bagus. Band bagus. Dan... sandiwara berjudul Langkah Terakhir pun oke. Malah lebih ciamik dibanding acara natal di luar penjara.

Biasanya, natalan kayak begini diadakan di aula berukuran sedang. Bukan di terop samping Gereja Efesus seperti ini. Saya jadi gundah meski senang menikmati kor dan drama yang dipersiapkan selama dua bulan itu.

Mengapa gundah? Jumlah orang kristiani yang menghuni Penjara Medaeng kini meningkat drastis. Bisa tiga atau empat kali lipat. Gereja Efesus sudah tidak muat lagi.

Berbeda dengan gereja-gereja di luar penjara yang terus bertumbuh, Gereja Efesus seharusnya makin lama makin kecil. Seharusnya orang Kristen (Katolik, Protestan, Pentakosta, dsb) yang masuk penjara makin sedikit. Bukan makin banyak seperti ini. Tentu sulit berharap Gereja Efesus ditutup karena tak ada lagi napi kristiani.

Dari pengamatan sekilas, kasus yang menimpa napi-napi kristiani di Medaeng ini pun hebat-hebat. Paling banyak kasus narkoba alias dadah alias drugs.

Bahkan, ada 8 orang Malaysia jadi penghuni Medaeng karena jadi penyelundup narkoba. Dan 8 orang Malaysia keturunan Tionghoa dan India ini ternyata... Kristen Protestan! Dan semuanya rajin berdoa. Si Gannes malah ikut main drama, bagus sekali.

Ada juga satu keluarga Tan yang baru divonis gara-gara menyiksa pembantu di Surabaya. Kasus penipuan ratusan juta juga banyak. Juga kasus pencurian kecil-kecil yang dilakukan napi kelas teri.

Saya kaget melihat seorang tahanan muda yang wajahnya mirip orang Flores. Benar saja, dia asal Kupang. hehehe... Ternyata sejak dulu selalu ada orang NTT yang menghuni Medaeng.

Kasusnya ini; sabu-sabu alias narkoba.

Wow, orang NTT ternyata sudah naik kelas. Dulu biasanya hanya mengeroyok atau memukul orang.

No comments:

Post a Comment