01 December 2011

Lanny Chandra - Pelita Kasih



Selain aktif dalam kegiatan bakti sosial sejak 1997, Lanny Chandra akhir-akhir ini kerap diminta menjadi penerjemah bahasa Mandarin untuk tahanan dan narapidana asal Tiongkok dan Taiwan. Bahkan, ketua Yayasan Pelita Kasih ini diminta menjadi 'konsultan' kesehatan bagi teman-teman dan kerabat dekatnya.

Maklum, Lanny Chandra yang pernah diopname cukup lama di Singapura kini terlihat segar-bugar. Gara-gara sakit cukup lama itu, dia menjadi sangat memahami obat-obatan hingga diet untuk penderita diabetes dan gangguan kesehatan serius lainnya. Saat baksos, Lanny pun ikut mengecek gula darah pasien. Tak heran, perempuan yang kerap disapa Sin Lan ini sering dijuluki sebagai 'dokter Lanny' oleh teman-temannya.

"Saya selalu ingatkan agar masyarakat selalu mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan sebagainya. Periksa kesehatan secara rutin agar kita bisa antisipasi," ujar Lanny Chandra kepada saya.

Tak sekadar memberi masukan kepada orang-orang yang mengalami hiperkolesterol, asam urat, gula darah..., Lanny biasanya menyimpan makanan kesehatan dan obat-obatan herbal. Sebagian obat-obatan itu dia peroleh dari Tiongkok. Ketika ada sejumlah pendeta atau evangelis yang mengalami gangguan kesehatan gara-gara kolesterol, Lanny pun menawarkan herbal khas Tiongkok itu.

"Saya punya teh khusus dari Tiongkok. Ada tiga pendeta yang sudah merasakan khasiat teh ini. Mereka yang tadinya selalu kesemutan karena kolesterol tinggi sekarang jadi segar," ujar Lanny lantas tersenyum lebar.

Menurut Lanny, sejak dulu teh yang diproduksi di negara tirai bambu itu memang punya kelebihan dibandingkan teh-teh lain di mana pun. Selain kondisi iklimnya yang berbeda, orang-orang Tiongkok punya 'budaya teh' yang sudah berlangsung selama ribuan tahun. Karena itu, daun-daun teh yang dipakai pun benar-benar pilihan.





Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pepatah ini dihayati benar oleh Lanny Chandra. Di usia kepala enam, ketua Yayasan Pelita Kasih Surabaya ini sangat ketat menjaga pola dan asupan makannya.

Betapa menderitanya menjadi pasien diabetes yang harus dirawat intensif selama berbulan-bulan di Singapura. Biaya perawatan jelas mahal, belum lagi komplikasi yang ditimbulkan akibat kada gula darah yang tidak normal itu.

"Tante pernah kena stroke. Tapi, puji Tuhan, Tante bisa aktif melakukan bakti sosial, kunjungan ke penjara, dan sebagainya karena sudah sehat," ujar Lanny Chandra alias Liauw Sin Lan.

Sejak menjadi penderita diabetes itu, Lanny semakin peduli dengan kesehatannya sendiri, juga kesehatan orang lain. Salah satu caranya adalah membeli alat untuk mengecek gula darah. Alat yang mungil ini selalu disimpan di dalam tasnya dan dibawa Lanny ke mana-mana. Dengan begitu, setiap saat dia bisa dengan mudah mengukur kadar gula darahnya.

Menurut Lanny, semua orang harus mengantisipasi penyakitnya sejak dini. Jangan sampai terlambat ketika kadar gula darah atau indikator kesehatan lain seperti kolesterol total, kolesterol jahat (LDL), kolesterol baik (HDL), trigliserida, atau asam urat sudah berada di luar batas normal. Lanny selalu menggunakan istilah 'rapor merah' untuk orang-orang yang hasil check-up-nya mengkhawatirkan.

"Kondisi Anda sudah sangat mengkhawatirkan, bukan lampu kuning, tapi sudah lampu merah. Kalau Anda tidak mengontrol makanan, tidak mau olahraga, beberapa tahun lagi Anda akan jadi pasien jantung koroner. Tante serius lho," ujar Lanny kepada seorang rekannya yang kadar kolesterolnya mengkhawatirkan.

Wejangan-wejangan kesehatan ala Lanny Chandra memang lebih keras ketimbang dokter beneran. Bukannya menakut-nakuti, perempuan yang aktif dalam pelayanan bersama Pelita Kasih sejak 1997 ini agar masyarakat tidak main-main dengan kesehatannya. Sebab, selama ini dia melihat banyak orang yang tidak mau mengubah pola hidup dan pola makannya meski sudah tahu kalau hasil cek kesehatannya kuning atau merah.

"Kalau pola makanan Anda tidak dijaga, tidak mau cari obat-obatan, cuek saja, ya, Tante tidak bisa apa-apa. Toh, keputusan ada di tangan Anda sendiri," kata mantan pengusaha yang terkenal jago memasak ini.

Tak hanya kepada relawan Pelita Kasih, aktivis gereja, masyarakat kelas bawah, Lanny Chandra pun kerap 'mengkhotbahi' kalangan kepolisian, petugas penjara, pejabat, atau pengusaha besar tentang pentingnya menjaga kesehatan. Khususnya selalu menjaga kadar gula darah, kolesterol, atau asam urat agar berada di dalam batas normal.

"Biar tidak seperti Tante yang sampai dirawat di Singapura," katanya.

No comments:

Post a Comment