25 November 2011

Swandayani sang Penata Tari




Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Pepatah lama ini rupanya berlaku untuk dua putri Tedja Suminar, pelukis senior asal Surabaya. Natalini menekuni seni rupa, sedangkan Swandayani dikenal sebagai penari sekaligus koreografer tari.

SEJAK dua pekan lalu, Swandayani banyak menghabiskan waktunya di Sanggar Merah Merdeka di Bendul Merisi Permai B-23 Surabaya. Di rumah singgah sekaligus sanggar seni anak jalanan yang didirikan romo-romo Kongregasi Misi itu putri kedua Tedja Suminar ini aktif berdiskusi, bergaul, serta mendengarkan isi hati anak-anak jalanan.

Namanya juga anak-anak yang terbiasa dengan kerasnya kehidupan di jalanan untuk sekadar mencari sesuap nasi, karakter mereka pun macam-macam. Namun, Swandayani mengaku terkesan dengan mereka. Anak-anak dari berbagai daerah, dengan berbagai latar belakang keluarga itu, sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga besarnya.

"Jujur, saya justru mendapat banyak inspirasi dari mereka. Apa yang mereka ceritakan, pengalaman-pengalaman mereka, makin memacu saya untuk membuat karya seni," tuturnya seraya tersenyum lebar.

Nah, dalam rangka merayakan ulang tahun ke-12 Sanggar Merah Merdeka, Swandayani bersama beberapa pengurus mempersiapkan sebuah pertunjukan tari dan operet di halaman sanggar, Minggu (27/11/2011). Lagi-lagi, operet yang dibuat secara spontan ini pun terinspirasi dari pengalaman anak-anak penghuni rumah singgah.

Awalnya, Swandayani mengaku menyiapkan tarian khusus yang akan dibawakan anak-anak usia sekolah itu. Tapi, setelah berdiskusi dengan beberapa pengurus, dia mengembangkannya menjadi sebuah operet sederhana. Dengan begitu, keseharian sekitar 80 anak Merah Merdeka bisa lebih dieksplorasi.

"Syukurlah, anak-anak ini bisa menangkap arahan kami dengan sangat cepat. Sebab, ceritanya memang tidak jauh-jauh dengan dunia mereka sehari-hari."

Keterlibatan Swandayani di sanggar yang dipimpin Romo Rudy Hermawan CM ini mulai terlihat sejak persiapan Hari Anak Nasional lalu. Begitu melihat potensi anak-anak, Swandayani mulai mencoba mengajak mereka berlatih tari bersama. Dari sekadar coba-coba, hasil olah gerak anak-anak ini kemudian dipentaskan di panggung gembira.

"Saya puas melihat anak-anak itu bisa menari dengan bagus di atas panggung," katanya. (*)

No comments:

Post a Comment