14 October 2011

Trawas Yang Sejuk



Surabaya akhir-akhir ini menjadi kota terpanggang. Suhu udara siang hari mencapai 38-41 derajat Celcius. Betapa beratnya orang-orang yang kerjanya di lapangan seperti reporter, sales, pedagang kaki lima, atau tukang becak.

Karena panasnya, ada kebutuhan untuk ‘mendinginkan’ diri sejenak di kawasan pegunungan. Orang-orang Surabaya yang kaya biasanya punya vila di Prigen, Tretes, Trawas, Pacet, atau Batu. Di tempat-tempat itu kita bisa menikmati cuaca yang jauh berbeda dengan Surabaya.

Bagaimana dengan orang-orang yang tidak kaya seperti saya? Ada pilihan ke kawasan Trawas juga, tepatnya di Seloliman. Di situ ada Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PLLH), Sumur Jolotundo, atau bumi perkemahan di kompleks Narotama.

Saya pilih Narotama karena kawasan hutan milik Perhutani ini dihuni beberapa warga Desa Seloliman yang saya kenal akrab. Sudah seperti keluarga. Ada rumah panggung dari bambu, beratap alang-alang, dinaungi pohon-pohon tinggi. Ada aliran listrik mikrohidro yang dibuat PPLH, tapi jarang digunakan di bumi perkemahan.

“Orang Surabaya minta supaya tetap gelap. Katanya, mereka ingin suasana ndeso, pakai lampu minyak tanah,” kata Mbak Gembuk, pemilik rumah panggung dan warung paling laris di dekat Jolotundo. Mbak Gembuk, putrinya Bu Jono ini, langganan tetap saya. Saya bahkan punya kamar spesial di bagian samping, bisa melihat pemandangan di jurang.

Kemarin, saya berkesempatan mampir di Seloliman, di vila bambu alias rumah panggung itu. Masih suasana purnama, banyak sekali pengunjung dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan…. Sebagian besar memang cari suasana sejuk, desa, alami.

Malam itu saya tidur di tempat tidur bambu di bagian tengah. Tengah malam, selepas pukul 00.00, dingin banget rasanya. Temperatur bergerak dari 24 derajat Celcius, kemudian 23, kemudian mendekati subuh ke 22. Saya pun kedinginan. Meski sudah pakai selimut, jaket, tetap saja tembus. Tapi saya senang karena bisa ‘balas dendam’ panasnya Kota Surabaya.

Kembali ke Surabaya, suhu bergerak cepat dari 32 derajat Celcius, 36, 37… kemudian 38 lagi. Cuaca yang begini inilah yang membuat Trawas, Tretes, dan Pacet selalu menjadi jujukan orang Surabaya untuk sekadar ngadem.

1 comment: