14 October 2011

PSM ITS Menang di Italia





Paduan suara mahasiswa dan pelajar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir makin berprestasi. Bahkan, kor-kor ini menang dalam festival di luar negeri. Jelas prestasi yang harus kita apresiasi karena persaingan paduan suara di level dunia sangat ketat.

Dibandingkan era 1980-an dan 1990-an, ketika saya masih aktif di paduan suara mahasiswa (PSM), kor-kor di era 2000-an benar-benar dahsyat. Kalau dulu, di zaman Orde Baru, PSM-PSM hanya berkutat di lomba atau festival regional atau nasional, atau sekadar nyanyi di Cintaku Negeriku TVRI setiap tanggal 17, sekarang orientasinya tingkat dunia.

Maka, komposisi atau repertoar yang disiapkan pun jauh lebih sulit. Butuh latihan intensif dan didukung penyanyi-penyanyi berkualitas. Juga butuh pemusik dan pelatih berkualitas tinggi. Bukan sekadar pelatih kor kelas acara wisuda atau dies natalis perguruan tinggi.

Belum lama ini PSM ITS Surabaya alias ITS Student Choir meraih golden diploma di ajang The Rimini International Choral Competition, Italia, 6-9 Oktober 2011. Menampilkan empat komposisi nusantara, ITS mendapat poin 94,6. Lagu-lagu yang dinyanyikan diaransemen rancak, tingkat kesulitan tinggi: Marencong-rencong (Bugis), Lu Lumbu (Banyuwangi), Ugo-Ugo (Banyuwangi), Trading Dangdo (Batak).

Sudah biasa kor mahasiswa membawakan lagu-lagu daerah dengan aneka gaya. Tapi saya lihat akhir-akhir ini bobot aransemen SATB (sopran, alto, tenor, bas) yang dibuat pendekar-pendekar kor Jawa Timur jauh lebih sulit ketimbang era 1990-an. Apalagi kor-kor sekarang tak hanya bernyanyi, tapi juga membawakan aneka gerak tarian dengan dinamika yang variatif. Ini tentu tidak mudah.

Sekali lagi, PSM ITS kembali membuktikan diri sebagai salah satu paduan suara mahasiswa papan atas di Indonesia. Bahkan, di Asia Tenggara dan dunia. Salut buat ITS yang sukses melakukan regenerasi dan kaderisasi paduan suara. Bukan apa-apa, masalah terbesar kor-kor di sekolah atau kampus adalah regenerasi.

Kalau tahun ini kita punya 40-60 anggota yang kualitasnya di atas rata-rata, belum tentu tahun depan kita bisa mendapat sumber daya yang sama. Sebab, seleksi masuk ITS, misalnya, tidak menuntut calon mahasiswa bisa membaca notasi atau punya suara bagus.

Selamat buat PSM ITS Surabaya!

1 comment: