31 October 2011

David Foster Tak Pernah ke Surabaya



Sang hitman, David Foster, datang lagi dan lagi ke Jakarta. Bikin konser, Tuan Foster membawa serta penyanyi-penyanyi kawakan dunia. Siapa tak kenal David Foster, salah satu maestro musik pop dunia?

Sayang, kiat di Surabaya tak pernah dapat kesempatan untuk menyaksikan langsung konser The Hitman. Paling hanya 'mengintip' sejenak lewat liputan sekelebat di televisi atau tulisan singkat di koran. Apakah musik yang ditawarkan Foster di konser sama persis dengan di kaset/CD atau ada banyak improvisasi? Kita yang di Surabaya tak tahu.

"Pokoknya, dahsyat banget deh. Namanya aja David David Foster," ujar seorang penggemar David Foster yang pernah menyaksikan konser Hitman di Jakarta beberapa bulan silam.

Dahsyat! Keren abis! Begitulah kata-kata pujian yang sering kita dengar tentang David Foster. Termasuk ketika kita membaca reportase atau catatan wartawan Kompas, yang rupanya pengagum berat David Foster.

Mengapa David Foster tak pernah konser di Surabaya?
Bukankah Surabaya disebut-sebut kota nomor dua setelah Jakarta?
Mengapa hanya Jakarta yang jadi kota persinggahan penyanyi-penyanyi kelas dunia?

Yah, harus diakui, ini semua karena hitung-hitungan bisnis pertunjukan musik. Sampai saat ini hanya Jakarta yang punya daya beli tiket yang memang tidak murah... untuk ukuran mayoritas orang Indonesia itu. Memang tidak mudah menjual tiket konser musik seharga $50 (sekitar Rp 500.000), $100, $200... di Kota Surabaya.

Bahkan, beberapa promotor musik pernah mengeluh karena sangat sulit menjual tiket Rp 100.000 di Surabaya. Surabaya Symphony Orchestra (SSO) pimpinan Solomon Tong pun sejak didirikan pada 1996 selalu kesulitan menjual tiket VIP yang 'hanya' Rp 200.000. Apalagi harus menjual tiket pertunjukan David Foster yang di atas Rp 1 juta, nilai yang lebih tinggi ketimbang gaji buruh pabrik di Jawa Timur yang rata-rata masih di bawah $100 per bulan.

Log Zhelebour, promotor musik rock terkenal asal Surabaya, dalam beberapa percakapan dengan saya juga menyoroti masalah daya beli tiket di kota-kota luar Jakarta, termasuk Sishui. Log harus kerja sama dengan perusahaan rokok agar bisa menyubsidi penonton. Selama ini saya amati harga tiket yang dijual Mr Ong (nama lain Log Zhelebour alias Ong Oen Log) rata-rata di bawah Rp 20.000 alias hanya $2.

Lantas, kapan orang Surabaya (dan Jawa Timur) dapat kesempatan untuk menyaksikan langsung David Foster dan musisi-musisi kelas dunia lain? Ya, tunggu sampai daya beli masyarakat sudah mendekati Jakarta. Yang pasti, kata orang pintar, sampai sekarang 80% uang yang beredar di Indonesia menumpuk di Jakarta.

Karena itu, Surabaya bukan lagi kota nomor dua, tapi kota nomor 10.

No comments:

Post a Comment