19 October 2011

Bisnis Curang RBT




Meskipun sangat terlambat, pemerintah akhirnya menindak mafia penyedot pulsa. Bisnis haram yang telah merugikan jutaan pengguna ponsel di Indonesia. Bisnis curang bekerja sama dengan operator yang tidak bertanggung jawab.

Sebagai pengguna setia Telkomsel, saya sendiri sudah lama dirugikan dengan bisnis tuyul pulsa ini. Tapi saya diam saja. Repot kalau harus melawan mafia pulsa ini. Bisa-bisa kita tidak bisa kerja. Maka, saya sangat senang ketika kasus lawas ini akhirnya diperhatikan pemerintah.

Suatu ketika saya iseng mencoba RBT alias NSP (nada sambung pribadi) yang ditawarkan Telkomsel via internet. Saya pilih lagu lawas, tahun 1980-an, yang saya nilai bagus dan cocok di hati. Apa yang terjadi? Ternyata si mafia yang bekerja dengan Telkomsel ini malah mengaktifkan lagu dangdut koplo.

Saya pun mengetik UNREG, tapi tidak bisa langsung nonaktif. Sementara pulsa sudah tersedot banyak. Beberapa hari kemudian barulah UNREG itu berhasil. Sebagai konsumen setia Telkomsel, saya jelas-jelas dirugikan.

Bisnis musik ala RBT memang fenomenal, tapi juga aneh. Di masa lalu, orang membeli kaset atau CD atau VCD untuk menikmati lagu-lagu dari artis favoritnya. Lha, RBT ini membeli cuplikan musik atau lagu, tapi tidak didengar sendiri. Yang dengar justru orang lain yang akan menelepon kita. Belum tentu si penelepon itu senang dengan RBT di ponsel kita.

Mungkin inilah yang disebut wolak-walike jaman. Zaman di mana akal sehat sudah jungkir balik tak karuan. Masyarakat diiming-imingi dengan tawaran SMS premium, RBT, sayembara ini-itu… padahal ujung-ujungnya pulsa tersedot habis.

Anehnya, pemerintah terkesan membiarkan saja praktik bisnis jahat ini berlangsung selama bertahun-tahun. Anehnya, para operator seperti Telkomsel merasa tak terlibat permainan curang ini. Anehnya, rakyat Indonesia pengguna HP pun membiarkan diri dicurangi selama bertahun-tahun.

1 comment:

  1. Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya,
    yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya;
    yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;
    yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

    ReplyDelete