15 September 2011

Konjen Tiongkok Gelar Halalbihalal




Meski baru bertugas sebagai konsul jenderal (konjen) Tiongkok sejak Juni 2009, Wang Huagen tak asing lagi bagi berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur. Maklum, konjen berusia 57 tahun ini dikenal sangat luwes dan senang bertemu dengan berbagai kalangan masyarakat, mulai pengusaha, pejabat, pelajar, mahasiswa, hingga satpam dan tukang kebun.

Berkaitan dengan perayaan Idul Fitri 1432 Hijriah, Konjen Tiongkok Wang Huagen mengundang semua karyawan, satuan pengamanan (satpam), serta aparat kepolisian yang bertugas di konjen RRT untuk mengikuti acara santap malam bersama di Hotel Java Paragon. Suasana terasa gayeng, seakan tak ada jarak antara Wang Huagen sebagai diplomat senior dengan anak buahnya.

Sekitar 30 undangan berkali-kali memberikan aplaus meriah karena kali ini Pak Konjen mencoba membacakan pidato dalam bahasa Indonesia. Artikulasinya cukup jelas dan lancar meski Wang Huagen mengaku belum lama belajar bahasa Indonesia. Para karyawan kian sumringah karena semuanya menerima angpao istimewa dari suami Zhao Yuezhen ini.

Dalam pidatonya, Wang Huagen mengucapkan selamat Idul Fitri kepada semua karyawannya dan seluruh umat Islam di Jawa Timur. Dia berharap semoga momen istimewa ini bisa semakin mempererat hubungan kerja sama di antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok. Wang juga mengaku tidak asing lagi dengan umat Islam yang populasinya cukup banyak dan punya sejarah panjang di negeri Tiongkok.

SEPERTINYA BARU PERTAMA KALI INI ANDA BERPIDATO DALAM BAHASA INDONESIA?

Saya memang sedang belajar bahasa Indonesia. Itu dia guru saya (menunjuk Wang Dandan, atase konjen RRT sekaligus penerjemah resmi). Bahasa Indonesia sangat penting dalam mendukung tugas-tugas saya di sini. Tapi saya belum lancar bicara dalam bahasa Indonesia.

TAPI UCAPAN ANDA SAAT PIDATO TADI SUDAH TERDENGAR LANCAR UNTUK UKURAN ORANG ASING?

Oh ya, terima kasih. (Konjen Wang Huagen kemudian memanggil Wang Dandan, atasenya untuk menerjemahkan wawancara khusus dengan Radar Surabaya.)

SUDAH BERAPA KALI ANDA MENGGELAR HALALBIHALAL?

Yah, sejak mulai bertugas di Surabaya saya mengadakan perayaan Idul Fitri dengan semua karyawan dan petugas keamanan. Saya bertugas di sini sejak tahun 2009. Jadi, sudah tiga tahun berturut-turut. Acaranya tidak besar, hanya di lingkungan Konjen Tiongkok saja, untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka karena sudah membantu kelancaran tugas-tugas saya.

NGOMONG-NGOMONG, BERAPA BANYAK UMAT ISLAM DI TIONGKOK?

Cukup banyak, sekitar 20 juta. Ada provinsi atau daerah otonomi yang populasi umat Islamnya sangat banyak seperti di Xinjiang. Kemudian di kota-kota besar di Tiongkok pasti ada masjid-masjid dan islamic center untuk kegiatan umat Islam. Jadi, kalau orang Indonesia yang mau berwisata atau kuliah di Tiongkok tidak usah khawatir mencari makanan-makanan halal. Di mana-mana ada restoran yang menyediakan makanan dan minuman untuk umat Islam.

DI INDONESIA, ADA TRADISI MUDIK UNTUK MERAYAKAN LEBARAN DAN LIBUR CUKUP PANJANG. BAGAIMANA DENGAN DI TIONGKOK?

Secara nasional memang tidak ada libur Lebaran, tapi penduduk yang beragama Islam dikasih kesempatan untuk libur. Mereka bebas melaksanakan salat Idul Fitri, silaturahmi, dan mengadakan pesta Lebaran. Suasana Lebaran juga sangat ramai di masjid-masjid yang berada di kota besar.

Saya sendiri punya pengalaman khusus karena pernah tinggal di dekat penjual-penjual daging kambing yang beragama Islam. Daging yang mereka jual enak-enak. Hehehe.... (rek)

No comments:

Post a Comment