19 August 2011

Farida (Mantan) Istri Ucok AKA




Minggu lalu saya iseng-iseng mampir ke lapak pedagang majalah dan buku bekas di Keputran, Surabaya. Kasihan, lapak milik pria sepuh asal Madura ini sepi. Jarang ada pembeli yang mampir karena koleksi majalah dan bukunya memang tak banyak. Pemburu buku-buku bekas di Surabaya lebih suka hunting di Jalan Semarang atau Blauran.

Saya menemukan majalah BINTANG FILM Nomor 20 Tahun 1976. sampulnya Lina Budiarti, bintang film lawas (lama), berpose menantang. Tak pakai kurang, kedua tangan Lina menggenggam kedua bukit di dadanya. Ehmm... saya pun tertarik memperhatikan macam apa gerangan isi majalah hiburan tempo dulu itu.

Majalah ini cukup komplet dan profesional dalam membahas kiprah bintang-bintang film pada 1970-an. Yatti Octavia jadi bahasan utama. Kemudian ada debat tentang gunting sensor yang membuat film-film Indonesia tidak utuh lagi. Sejumlah sutradara ternama masa itu, macam Ratno Timoer, menilai badan sensor kurang adil. Film-film Barat dan Mandarin kurang digunting, sementara film-film Indonesia digunting habis-habisan.

Di halaman 23 majalah itu, yang sudah lama tidak terbit, ada bahasan tentang film komedi berjudul Manusia Purba. Yoseano Waas, pemain dan produser PT Panca Aquila Film, selain menampilkan dirinya sendiri, juga bintang-bintang lain seperti Rahmat Kartolo, Ucok AKA Harahap, Ida Farida Harahap (istri Ucok), kemudian Sondang PN. Film kocak ini dimeriahkan Bagyo dan kawan-kawan, pelawak terkenal masa itu.

Wuih, membaca nama Ucok AKA Harahap dan istrinya, Ida Farida, semangat saya langsung naik. Apalagi membaca keterangan foto di halaman 23: Ida Farida Harahap dan Yoseano Waas. Wanita cantik, anak pejabat di Surabaya, yang pernah menjadi istri Ucok AKA Harahap (sekarang almarhum). Saya mengikuti cerita panjang perjalanan cinta Ucok, legenda rock Indonesia dari AKA Group (Ucok, Sunatha Tanjung, Arthur Kaunang, Sech Abidin), saat membaca buku biografi Ucok AKA Harahap yang ditulis Ita Nasyah, wartawan senior.

Di situ dipaparkan betapa cintanya si Ucok pada Farida. Keduanya kawin lari, karena tak direstui orang tua Farida, sempat menggelendang, hingga kemudian jadi bintang film laris pada era 1970-an. Cerita selanjutnya, Farida bersama dua anaknya, hasil perkawinan dengan Ucok, dijempu ayah-ibu Farida. Ucok terpukul, sempat gila beneran, karena kehilangan orang yang dikasihinya.

Kehidupan Ucok pun berantakan. Dia mulai mengawini sejumlah perempuan sebagai pengganti Farida. Tapi tak ada yang cocok. Berpisah, kawin lagi, pisah kawin, dan seterusnya. Total Ucok AKA Harahap menikah SEMBILAN kali. Hingga menjelang ajalnya di Rumah Sakit Dharmo Surabaya, saat dirawat Bu Sri, istri nomor sembilan, Ucok masih saja mengenang Farida. Padahal, mereka sudah lama terpisah 30-an tahun silam.

Beberapa hari sebelum meninggal dunia, Ucok yang sekarat di RS Dharmo mendapat tamu istimewa. Seorang perempuan cantik dan seorang laki-laki tampan. Keduanya tak lain anak kandung pasangan Ucok-Farida. Salah satunya Sutra Karmelia, yang sekarang presenter berita Global TV Jakarta. Wajah Ucok pun terlihat berseri meski badannya tetap diinfus dan pakai respirator.

Sejak ‘menemani’ Ucok AKA Harahap di rumah sakit itu, saya pun penasaran dengan Ida Farida alias Farida Harahap alias Farida Jasmine, aktris top 1970-an. Seperti apa gerangan wajah jelitanya yang membuat Ucok keranjingan itu? Setelah bertemu dan berjabat tangan dengan Sutra, yang memang cakep, saya hanya bisa membayangkan wajah Farida di era 1970-an. Kalau sekarang sih sudah nenek-nenek 60-an tahun yang berbeda jauh dengan masa muda dahulu.

Saya coba mencari informasi di Google tentang bintang film Ida Farida. Tak ada. Saya malah ‘diminta’ Google untuk membaca blog saya sendiri. Hehehe... Saya memang sempat menulis cerita panjang tentang Ucok AKA Harahap ketika sudah dirawat di hospital.

Membuka-buka buku tebal tentang perfilman Indonesia karya JB Kristanto, wartawan senior Kompas, saya menemukan sebuah sinopsis film yang dibintangi Farida. Tapi tak ada foto.

Akhirnya... setelah dua tahun kemudian, saya baru menemukan foto Ida Farida Harahap. Foto ketikasyuting film Manusia Purba di pantai Parangtritis, Jogjakarta, 1976.

Pelajaran moral: Jangan remehkan majalah, buku, atau koran lama!

2 comments:

  1. Mas, aku baca buku Ucok yang baru terbit. Kok data2nya sama persis ya dengan yang kamu tulis ini? Kayaknya ga usah baca buku itu, baca blogmu ini aja udah cukup mewakili. Ga jelas juga tuh penulis ambil data wawancaranya kapan aja. Meskipun dia wartawan juga semasa ucok muda. Sudut pandangnya UCOk (orang pertama) jadi ga jelas apakah itu wawancara yang dinarasikan atau memang curhat si ucok ditulis lagi. Baca deh..

    ReplyDelete
  2. saya juga googling foto farida ga dapet om, kalo ada lagi boleh dong di share

    ReplyDelete