25 July 2011

Indah Kurnia untuk Artis Lawas





Oleh Lambertus Hurek

Artis-artis kita tak seberuntung di negara maju. Tak sedikit penyanyi, pemusik, pelawak, atau bintang film Indonesia yang terpuruk di usia senja. Ketika sakit, misalnya, artis-artis lawas ini tak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit. Bahkan, karena sepi job manggung, mereka umumnya kesulitan membiayai hidup keluarga sehari-hari.


Karena itulah, Indah Kurnia (48 tahun) menggagas konser bertajuk Soerabaia Legends yang diadakan di Grand City Surabaya, Rabu (20/7/2011) malam. Selain memberikan apresiasi kepada beberapa band legendaris, penyanyi dan mantan bankir yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini mengusahakan asuransi kesehatan untuk artis-artis Kota Pahlawan. Dia tak ingin ada artis-artis Surabaya, dan Jawa Timur umumnya, yang keleleran gara-gara tak mampu membayar biaya rumah sakit.

Dihadiri sekitar 1.200 orang, termasuk Menteri Pertahanan Punomo Yusgiantoro, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, konser bertajuk Indahnya Kebersamaan itu menampilkan Abouwhim Band, Casino Band, Master Band, dan Yeah Yeah Boys.

Setelah penampilan Tri Wijayanto dan kawan-kawan dari Master Band yang rancak, Indah Kurnia selaku ketua Surabaya Entertainers Club (SEC) memanggil beberapa wakil musisi untuk menerima polisi asuransi kesehatan. Kemudian, secara spontan Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wagub Saifullah Yusuf, dan Danny Jozal (produser) ikut memberikan ‘santunan’ untuk para musisi.

Suasana panggung yang tadinya ceria berubah nelangsa ketika beberapa artis senior naik ke atas panggung. Bintang-bintang panggung era 1970-an dan 1980-an itu terlihat ringkih di usia senja. Mereka terpaksa bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Atau, bergantung pada anak dan cucu. Tak heran, beberapa artis senior membuat puisi khusus untuk berterima kasih kepada Indah Kurnia. Ibu tiga anak ini pun tak kuasa menahan tangis.

“Kita di Jawa Timur beruntung punya Indah Kurnia. Orangnya sangat kreatif dan peduli sama seniman,” ujar Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, wakil gubernur Jawa Timur.
Di sela-sela penampilan Yeah Yeah Boys, band legendaris Surabaya, yang sekarang hijrah ke Jakarta, Indah Kurnia bersedia memberikan wawancara khusus kepada saya.

Berikut petikannya:

Berapa artis yang dapat asuransi kesehatan?

Untuk tahap awal ini 50 artis. Mereka terdiri dari musisi, penyanyi, MC, yang pernah memberi warna dalam dunia entertainment di Surabaya. Ke depan, kita ingin semakin banyak artis yang bisa di-cover asuransi. Sebab, Anda tahu yang namanya musisi itu mendapat job manggung sampai usia senja. Ada masa jaya dan masa surut. Nah, sampai saat ini di Indonesia belum ada asuransi untuk para seniman.

Anda ingin memulai dengan konser Soerabaia Legends ini?

Persis. Makanya, hasil penjualan tiket konser malam ini kita pakai untuk membiayai polis asuransi. Syukurlah, pihak Jasindo bersedia memberikan asuransi untuk artis-artis kita. Kemudian pihak Bank Jatim juga memberikan semacam tabungan bagi musisi yang tidak ter-cover asuransi kesehatan.

Apa kriteria penerima asuransi mengingat artisartis senior di Surabaya sangat banyak?

Kita dari SEC punya tim khusus yang melakukan survei dan pendataan di lapangan. Kita memprioritaskan artis-artis yang pernah mengharumkan nama Surabaya dan Jawa Timur di masa kejayaannya. Mereka-mereka ini konsisten di dunia musik meskipun job manggungnya sudah sepi, bahkan tidak ada lagi.

Termasuk empat band (Abouwhim, Casino, Master, Yeah Yeah Boys) yang manggung sekarang?

Ya. Empat grup band ini sampai sekarang masih eksis lebih dari dua dasawarsa atau 20 tahun. Ketika band-band lain sudah bubar, mereka tetap solid. Yang menarik, di masa jaya dulu, mereka sering ditawari oleh produser untuk rekaman dan pindah ke Jakarta. Namun, mereka tidak mau karena mereka ingin setia dengan Surabaya. Selama ini saya lihat orang-orang daerah lebih suka mengundang artis-artis Jakarta atau luar negeri.

Buat saya, sikap seperti itu kurang tepat karena kualitas artis atau musisi di Surabaya tidak kalah dengan Jakarta. Makanya, konser yang saya adakan selalu menghadirkan artis-artis lokal. Semuanya band-band yang berbasis di Surabaya.

Konser Soerabaia Legend ini sudah sesuai harapan Anda?
Syukurlah, semuanya berjalan lancar. Dua macam tiket yang kami siapkan, tiket dulur dan tiket bolo dhewe, sold out (terjual habis). Sehingga, konser ini kita gelar di Grand City yang kapasitasnya lebih besar. Para penonton yang membeli tiket berarti secara tidak langsung ikut meng-cover asuransi bagi para musisi legendaris itu. (*)




Nyanyikan 714 Lagu tanpa Teks

JAUH sebelum terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Indah Kurnia sudah sering bikin gebrakan kreatif. Salah satunya mencatatkan dirinya pada Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) pada 2007.


Saat itu nama Indah Kurnia dicatat Muri sebagai sebagai orang Indonesia pertama yang membawakan 714 lagu tanpa teks. Angka 714 ini memang sengaja disesuaikan dengan hari jadi ke-714 Kota Surabaya.

Demi mencetak rekor nasional itu, Indah menyanyi selama lima hari berturut-turut di Balai Pemuda, ITC, Galaxy Mall, dan Le-Ballroom Pakuwon City. Lagu pertama berjudul Persembahan (Bing Slamet), sedangkan lagu ke-714 Hip-Hip Hura (Adjie Sutama). Macam-macam lagu dari jenis pop, country, perjuangan, daerah, rock, keroncong, campursari... dilahap habis Indah tanpa teks.
Indah juga mengaku ingin memberi pelajaran untuk penyanyi-penyanyi zaman sekarang. Kok bisa?

"Terus terang, penyanyi-penyanyi kita banyak yang tidak bertanggung jawab dengan profesinya. Banyak yang menyanyi dengan membaca teks yang disembunyikan di monitor speaker, padahal lagunya ya itu-itu saja. Tidak jarang para diva kita membawakan lagu bahasa Inggris dengan lafal yang tidak tepat,” kata Indah.

Lantas, bagaimana rahasia menghafal lagu-lagu berbahasa Indonesia, Inggris, Jawa, atau Spanyol yang jumlahnya sekian banyak?

"Saya menyanyikan lagu-lagu itu tiap hari di rumah. Kalau dinyanyikan terus-terus, ya, akan nancap di sini," ujar mantan manajer Persebaya itu.

Indah yang mulai menyanyi sejak 1978 ini juga mengaku tidak melakukan latihan khusus untuk memecahkan rekor Muri. Dia hanya latihan biasa di rumah, mendata lagu, koordinasi dengan band, paduan suara, dan penari latar. Yang lebih banyak justru memikirkan hal-hal di luar urusan menyanyi: panggung, sound system, undangan, negosiasi dengan pemilik gedung. (rek)

No comments:

Post a Comment