26 July 2011

Gharwang Rinpoche Kunjungi Surabaya





Selama dua hari umat Buddha di Kota Surabaya mendapat kunjungan tamu istimewa, YM Zurmang Gharwang Rinpoche XII. Pemimpin tertinggi Tradisi Zurmang Kagyud ini tadi malam memimpin upacara inisiasi Buddha Amitabha di kompleks ruko Jalan Jemursari 203 Surabaya.

“Hari Selasa ada program teaching mulai pagi sampai petang hari. Jadwal hari kedua beliau di Surabaya ini sangat padat,” ujar Thrinley Norbu Tukiman, pengurus Pusat Dharma Zurmang Kagyud Surabaya.

Lama alias rohaniwan buddhis yang telah berpengalaman dalam membabarkan dharma ke berbagai negara Asia ini dijawalkan memberikan pengajaran dan pelatihan kepada umat Buddha di Surabaya dan sekitarnya. Diawali dengan materi tentang makna dan manfaat perlindungan, disusul visualisasi objek perlindungan, sore hari YM Zurmang Gharwang Rinpoche XII memberikan latihan sadhana bersama.

Lawatan pria kelahiran India, 30 Juni 1965, ini diakhiri dengan tanya-jawab. Menurut Norbu Tukiman, kedatangan Rinpoche ke Surabaya ini merupakan kesempatan emas bagi umat Buddha untuk belajar dan bertanya secara langsung tentang seluk-beluk agama Buddha. “Beliau didampingi delapan lama yang juga berasal dari India dan Nepal,” katanya.

Siang kemarin (25/7/2011), YM Zurmang Gharwang Rinpoche XII memberikan kesempatan kepada Radar Surabaya untuk melakukan wawancara khusus. Lama yang murah senyum ini terlihat antusias menjelaskan sejumlah agenda kegiatannya di Indonesia.

“Saya baru saja kembali dari Pekanbaru. Setelah acara di Surabaya, saya akan berkunjung ke Jakarta dan Medan,” paparnya.

Mengenai ritual inisiasi yang diikuti puluhan jemaat tadi malam, Rinpoche menjelaskan bahwa latihan ini sangat unik dan penting dilakukan bagi kalangan buddhis. Ritual ini mampu melenyapkan emosi dan energi negatif dalam diri manusia. “Dengan begitu, muncul kebijaksanaan Buddha dalam diri kita,” ujarnya dalam bahasa Inggris yang fasih.

Setelah mengikuti proses inisiasi, sambung Rinpoche, diharapkan tumbuh komitmen untuk melakukan kebajikan-kebajikan sebagaimana diajarkan Sang Buddha. Inisiasi yang juga disebut zenang ini juga diyakini mampu memberikan berkah kepada jemaat.

Ketika ditanya tentang perkembangan Buddha Tantrayana di Jawa Timur yang tidak sepesat aliran-aliran Buddha yang lain, Rincpoce kontan tersenyum lebar. Menurut dia, agama dalam konsep buddhis adalah persoalan ‘karma-jodoh’, tak bisa dipaksakan.

“Bagi saya, yang paling penting itu ada satu orang baik daripada seribu orang yang tidak baik,” katanya. (rek/radar surabaya, 26 Juli 2011)

1 comment:

  1. Ada seorang rohaniwan Budhist, Ajahn Bram, penulis buku Sicacing dan Kotoran Kesayangannya yang laku keras di Indonesia akan mampir di Surabaya. Mudahan-mudahan Bapak Lambertus Hurek bisa meliputnya. SURABAYA: 24 Mar 12, 6-9 pm
    Zhang Palace, Jl. Lontar 6
    T: 0317345135
    Tiket: Gratis

    ReplyDelete