12 June 2011

Kwan Sing Bio Surabaya





Dari sekian banyak kelenteng di Kota Surabaya, Kwan Sing Tee Kun Bio tergolong kelenteng paling anyar. Tempat ibadah Tridharma (TITD) ini berlokasi di Lebak Jaya I Tengah Utara 2-6 Surabaya. Ahad (12/6/2011), ratusan jemaat Tridharma dari berbagai kota di Jawa Timur memperingati hari jadi (sejit) kedelapannya.

Selain sembahyang bersama, sejit Kwan Sing Bio juga ditandai pemasangan denglong (baca: tenglung) sebagai simbol kedamaian dan persaudaraan. Tenglung alias lampion ini diimpor khusus dari Tiongkok. Pesta lampion ini juga dimeriahkan atraksi barongsai oleh sanggar binaan Kwan Sing Bio.

“Intinya, kita ingin mendoakan agar bangsa dan negara kita, khususnya warga Surabaya, tetap hidup rukun, damai, dan mendapat berkat dari Tuhan,” ujar Teddy Tjandra, ketua panitia sejit, kepada saya.

Sebagai kelenteng baru, menurut Teddy, selama ini pihaknya belum pernah mengadakan perayaan berskala besar. Yang ada hanya sembahyang rutin dan berbagai kegiatan kerohanian. Ada juga latihan barongsai dan senam untuk masyarakat. Namun, pada sejit kedelapan, pengurus Kwan Sing Bio mencoba untuk mengajak perwakilan kelenteng di Jawa Timur untuk berpartisipasi.

“Angka delapan ini kan cukup istimewa. Jadi, kami ingin menggelar acara yang agak lain dari biasanya,” jelas Teddy seraya tersenyum.

Diawali dengan tasyakuran pada Kamis (9/6) lalu, perayaan HUT kedelapan Kwan Sing Bio baru ditutup pada Sabtu (18/6) mendatang. Ada juga kejuaraan catur untuk kalangan jemaat.
“Nah, pemasangan tenglung ini merupakan bagian dari perayaan ulang tahun Kwan Sing Bio ini,” katanya.

Irwan Setiadi, penanggung jawab acara, menambahkan, sejak awal pihaknya menekankan agar perayaan sejit kedelapan ini menjadi ajang silaturahmi dan persaudaraan di antara berbagai elemen masyarakat. Karena itu, panitia juga mengundang para tokoh lintas agama untuk mengikuti syukuran di halaman kelenteng.

“Visi kami memang menciptakan kedamaian dan toleransi di antara umat beragama. Itu juga yang menjadi tema ulang tahun kedelapan Kwan Sing Bio,” ujar Irwan Setiadi.

Cikal bakal kelenteng ini sebenarnya dimulai pada 28 Februari 1993. Saat itu Wali Kota Surabaya Poernomo Kasidi meresmikan Vihara Widya Surya Padma. Vihara ini delapan tahun silam dikembangkan menjadi TITD Kwan Sing Bio.

No comments:

Post a Comment