01 June 2011

Dapat Surabaya Heritage Award



Menjelang puncak hari jadi ke-718 Kota Surabaya, 31 Mei, selalu ada acara bagi-bagi penghargaan. Ada penghargaan dari wali kota, ada juga yang dari organisasi masyarakat.

Wow, saya kaget banget ketika menerima pesan pendek dan telepon dari Freddy H. Istanto, direktur Sjarikat Poesaka Soerabaia alias Surabaya Heritage Society.

Intinya, saya termasuk salah satu dari 12 jurnalis yang berhak menerima penghargaan dari Sjarikat Poesaka Soerabaia. Adapun 12 nama penerima penghargaan itu:

AMANDA MANUPUTTY (Metro TV)
AMELIA WULAN PURBANI (The Epoch Times)
AGNES SWETTA PANDIA (Kompas)
DHIMAS GINANJAR (Jawa Pos)
EDDY PRASETYO (Suara Surabaya.net)
RULLY ANWAR (Suara Surabaya FM)

LAMBERTUS HUREK (Radar Surabaya)
NANANG PURWONO (JTV)
SUGIANTORO (SBO TV)
TARMUJI TALMACSI (Seputar Indonesia)
ESTI RIYANT (Trijaya FM)
WIWIT PURWANTO (Surya).



Menurut Pak Freddy yang juga dosen Universitas Ciputra ini, saya punya kepedulian dan kecintaan pada cagar budaya di Kota Surabaya. Ini dibuktikan dari tulisan-tulisan saya di surat kabar, kemudian sebagian dimuat lagi di blog.

“Apa tidak salah dengar nih? Bukankah masih banyak orang lain yang lebih berhak?” kata saya.

Singkatnya, Pak Freddy mengundang saya datang ke Sutos, restoran D’Kampoeng, untuk mengikuti even Sjarikat Poesaka Soerabaia. “Bu Wali Kota akan datang. Bu Konjen Amerika Serikat juga datang. Jadi, tolong usahakan datang di acara kami.”

Minggu, 29 Mei 2011, petang. Suasana D’Kampoeng sudah penuh sesak dengan wartawan, kamerawan televisi, budayawan, aktivis, hingga Wali Kota Tri Rismaharini dan Konjen Amerika Serikat Kristen F. Bauer, dan Direktur CCCL (Konsul Prancis) Christian Gaujac.

Ada juga tokoh-tokoh Surabaya tempoe doeloe macam Pak Dukut Imam Widodo, Pak Suparto Brata, Pak Oei Hiem Hwie, dan Pak Henry Najoan, salah satu manajer PT Wismilak yang juga sekretaris jenderal Sjarikat Poesaka Soerabaia.

Tak ketinggalan kawan-kawan pengurus Jejak Petjinan, sebuah komunitas pecinta sejarah tempo doeloe yang fokus di komunitas Tionghoa. Ada Deby dan Dian yang gencar memperkenalkan Jejak Petjinan kepada semua tamu D’Kampoeng. Senang bisa bertemu dengan teman-teman yang punya minat sama.

Tanpa banyak basa-basi, Pak Freddy Istanto berpidato. Memberi apresiasi kepada semua pihak yang sudah berusaha mencintai dan merawat cagar budaya, pusaka, heritage, di Kota Surabaya dengan cara masing-masing. Dan para pekerja media punya peran penting. Karena itu, Sjarikat Poesaka Soerabaia merasa perlu memberi PENGHARGAAN TJAP DJEMBATAN PETEKAN.

Lalu, nama-nama penerima penghargaan dibacakan. Penghargaan gelombang pertama diberikan langsung oleh Wali Kota Bu Risma. Saya kebagian gelombang kedua yang diberikan oleh Bu Kristen Bauer, konsul jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Saya menjabat erat tangan Bu Kristen yang murah senyum itu.

Dia memberi selamat, kasih motivasi supaya kami tetap semangat menjaga harta pusaka, heritage, di Kota Surabaya. “Surabaya itu punya begitu banyak gedung-gedung yang sangat menarik dan punya nilai sejarah. Itu semua menjadi kekayaan di kota Anda,” ujar Bu Konjen, sang diplomat kawakan, dalam bahasa campuran Indonesia disusul Inggris.

Yah, saya hanya bisa bilang terima kasih kepada Pak Freddy, Pak Henry, dan kawan-kawan di Sjarikat Poesaka Soerabaia yang sudah mengapresiasi karya-karya kecil saya untuk Kota Surabaya.

Salam budaya!

COPYRIGHT © 2011 LAMBERTUS HUREK

5 comments:

  1. selamat bung... bagaimanapun juga ini penghargaan bergengsi karena dihadiri Wali Kota Surabaya dan Konjen USA. gak sembarang org bisa dapat lho...

    wawan

    ReplyDelete
  2. Bung Hurek,anda layak dapat BINTANG!

    ReplyDelete
  3. Selamat Bang Hurek. terus terang Surabaya Heritage terlambat beri penghargaan ini. krn ternyata bang Hurek sdh lama punya passion tinggi pada Poesaka Surabaya. hanya kami yg tidak tau.
    Ada satu tokoh lagi yng memberi penghargaan, yaitu Christian Gaujac, Konsul Kehormatan Perancuis untuk Surabaya. Selamat Bang Hurek, semoga setia menularkan Virus cinta Heritage ke generasi muda.

    Freddy H Istanto
    Sjarikat Poesaka Soerabaia
    (Surabaya Heritage Society)

    ReplyDelete
  4. selamat cak hurek, tetap semangat!!!
    kapan ngopi lagi di pasar seni sidoarjo???

    ReplyDelete
  5. hehehe... Matur suwun untuk teman2, khususnya pak Freddy yang mau kasih penghargaan dan menulis komentar di sini. Tetap semangat!

    ReplyDelete