23 May 2011

Gemma Inventa di Katedral




Di Surabaya ada banyak paduan suara gerejawi (Katolik) yang bagus, bikin konser beberapa kali, tapi kemudian vakum sangat lama. Ini karena proses regenerasi tidak jalan.

Penyanyi-penyanyi yang kebanyakan mahasiswa, kemudian lulus, bekerja, dan berumah tangga. Jika tak ada regenerasi, maka paduan suara itu hanya tinggal nama.

Syukurlah, Gemma Inventa sukses melakukan regenerasi, sehingga masih bertahan hingga sekarang. Minggu (22/5/2011), paduan suara gerejawi yang dirintis pada 1980-an ini tampil di Gereja Katedral Surabaya. Meski bukan konser, penampilan arek-arek Gemma Inventa tidak mengecewakan.

Mereka mampu membawakan lagu-lagu liturgi dengan baik. Ordinarium Misa Kita II (karya Antonius Sutanto SJ), yang menuntut nada-nada tinggi dari sopran dan tenor disajikan secara harmonis. Gemma Inventa pun tetap memberi ruang kepada ratusan jemaat dalam misa yang dipimpin Romo Damar Cahyadi itu.

Kepiawaian Gemma Inventa terlihat ketika membawakan Gereja Bagai Bahtera. Lagu karya Martin Schneider ini dibawakan tanpa iringan musik (a capella) dengan aransemen ngepop ala vocal group. Tak ayal, nomor ini memberikan nuansa yang berbeda dalam misa yang juga dihadiri Freddy Handoko Istanto, pendiri Komunitas Peranakan dan tokoh Surabaya Heritage ini.

“Mudah-mudahan paduan suara di Surabaya bisa mempertahankan eksistensinya seperti Gemma Inventa,” ujar Andreas.

Mantan aktivis paduan suara mahasiswa ini sudah belasan tahun meninggalkan dunia paduan suara gara-gara sibuk cari duit. Mana sempat latihan?

Hehehe... sama dengan saya dong!

COPYRIGHT © 2011 LAMBERTUS HUREK

No comments:

Post a Comment