29 April 2011

Iva Gunawan Bos Dapur Desa



Di usia yang masih relatif muda, 24 tahun, Iva Gunawan sudah mampu mengelola empat rumah makan Dapur Desa sekaligus. Restoran yang berpusat di Jalan Basuki Rahmat 72 Surabaya ini menyajikan menu masakan Sunda dan Jawa Timur. Meski tergolong baru, restoran ini sudah menjadi jujugan masyarakat, pejabat, turis, hingga artis sinetron papan atas ibukota.

Dapur Desa berdiri pada 9 September 2006. Iva Gunawan mengaku mendapat inspirasi membuat restoran masakan Sunda setelah jalan-jalan bersama keluarganya ke Bandung. Ketika memburu kuliner di sana, Iva mengaku langsung cocok dengan masakan Sunda, khususnya aneka ikan bakar. Pulang ke Surabaya, Iva bertekad mendirikan Dapur Desa.

Mengapa disebut Dapur Desa?

Menurut Iva, orang kota umumnya rindu akan suasana tradisional desa yang tenang, natural, dan diselingi hiburan musik gamelan. Orang kota yang hidup dengan kebisingan dan keglamoran kota besar seperti Surabaya tentu ingin merasakan ketenangan sejenak di hati. Nuansa pedesaan itulah yang kami tawarkan di Dapur Desa,” katanya.

Tak mengherankan bila desain restoran dibuat dengan suasana khas pedesaan, lengkap dengan lampu remang-remang. Semua pramusaji baik laki-laki maupun perempuan memakai busana khas petani di desa. Lengkap dengan capil, sejenis topi dari anyaman bambu. Bahkan, begitu setiap tamu datang, gong di depan pintu akan ditabuh, dan semua pramusaji serempak mengucapkan Sugeng Rawuh, yang artinya selamat datang.

“Konsep pedesaan itu tidak muluk-muluk. Dan sajian masakan Sunda pasti mengena di lidah pengunjung,” ujar Iva sambil menunjukkan aneka hidangan di atas meja panjang agar pengunjung langsung memilih.

Masakan yang sebagian telah matang dan disajikan dengan konsep display. Sebab, Iva mengadopsi suasana warung kecil yang menyajikan masakan di dalam lemari kaca. Dengan begitu, pembeli dengan mudah melihat dan memilih makanan yang hendak dipesan.

Beberapa menu andalan seperti mi kluntung, ayam goreng kremes, ikan bakar bumbu kecap kakap, gurami, patin, bawal tumis-tumisan, lalapan, sambal dimasak Kosim Supriyana, koki asal Sunda. “Saya memang harus menjaga cita rasa masakan Sunda dengan mendatangkan pemasaknya langsung dari Jawa Barat,” terang Iva.

Hampir setiap pagi, sebelum restoran dibuka, Iva mencicipi semua masakan yang siap dijual. Aneka sambal pedas pun dia cicipi. Setelah itu, dia melakukan kontrol lokasi pada pukul 10.00. Semua karyawan diperiksa kerapian bajunya dan diberi kebebasan untuk memberi masukan dan pendapat. Setelah itu, mereka pun berdoa.

“Doa pagi sengaja kami lakukan agar semua yang bekerja selamat dan kami diberikan banyak kemurahan rezeki oleh Tuhan,” terangnya.

Iva mengaku lebih memilih manajemen kekeluargaan agar semua karyawan merasa betah, layaknya keluarga sendiri. Menurut dia, manajemen macam begini lebih mengena dan manusiawi. Semua uneg-uneg karyawan dia pertimbangkan. Maka, dia membuka kotak suara bagi karyawan untuk menjalin komunikasi dengan manajemen.

Setelah sukses di Basuki Rahmat, kini Dapur Desa memiliki tiga anak cabang di Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza, dan Samarinda (Kalimantan Timur). Di Basuki Rahmat, ada fasilitas VIP room untuk 30 orang dan hall room untuk 180 orang.

Hampir setiap jam makan siang, Dapur Desa di Basuki Rahmat ramai dikunjungi orang karena letaknya memang bersebelahan dengan pusat perbelanjaan dan perkantoran. Selain itu, harga makanan di Dapur Desa relatif terjangkau, antara Rp 4.000 hingga Rp 90.000. “Jadi, pelajar atau mahasiswa pun bisa makan siang di DD,” katanya.

Kini, Dapur Desa tak hanya menyediakan masakan Sunda, tapi diperluas dengan menu Nusantara. Hampir setiap bulan, menu baru ditambahkan. Seperti menu kakap rendang bumbu rujak, kakap asam manis pedas, sate kakap. “Kami membuat menu yang tidak dimasak di restoran lain,” terang gadis manis ini.

Iva mengaku memperlakukan konsumen alias customer layaknya saudara. “Ketika bertemu dengan pelanggan di mana saja, mereka selalu menyapa dan kami pun akrab. Kayak keluarga sendiri,” terang Iva. (*)

Nama : Iva Gunawan
Lahir : Surabaya, 26 Juli 1986
Jabatan : GM Dapur Desa
Hobi : Traveling

Pendidikan :
SD Kristen Petra 7
SMP Kristen Petra 2
SMA Kristen Petra 3
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya


COPYRIGHT © 2011 LAMBERTUS HUREK

No comments:

Post a Comment