02 February 2011

Gongxi Facai! Semoga Makmur




Selamat tahun baru Imlek 2562!
GONGXI FACAI!

Tahun baru Tionghoa punya ucapan yang khas: GONGXI FACAI. Sementara tahun baru internasional (Masehi), di Indonesia, tak ada ungkapan khas. Hanya HAPPY NEW YEAR dalam bahasa Inggris. Semoga Anda berbahagia!

Tahun baru Jawa, saya rasa, tidak punya ungkapan khas yang disepakati layaknya GONGXI FACAI di Tiongkok sana. Mungkin saja ada, tapi saya yang belum tahu.

Bagi saya, ungkapan GONGXI FACAI punya makna yang sangat dalam sekaligus menjadi filsafat hidup orang Tionghoa di mana pun. GONGXI FACAI tak sekadar 'selamat tahun baru', tapi juga ungkapan penuh motivasi. Semoga Anda makmur, kaya-raya, bertambah rezeki. Uangnya bertimbun-timbun.

Makmur. Kaya. Sukses. Dan ukuran sukses tentulah harta benda, kekayaan, perusahaan yang terus membesar, ekspansif. Betapa semua orang Tionghoa, baik di Tiongkok maupun di perantauan alias huaqiao, sejak bayi sudah dikasih suntikan motivasi: GONGXI FACAI! Anda harus sukses, kaya, makmur, banyak duit.

Karena itu, motivasi warga Tionghoa menjadi orang sukses-kaya-makmur [di bidang apa saja, termasuk badminton macam Rudy Hartono atau Liem Swie King, atau fisika macam Prof. Yohanes Surya] sudah tidak diragukan lagi. DNA orang Tionghoa memang sudah didesain sedemikian rupa agar menjadi orang sukses-kaya-makmur. Tidaklah aneh jika warga Tionghoa, di mana pun, selalu menjadi orang paling kaya, paling makmur, paling banyak duit.

Motivasi sukses ala GONGXI FACAI inilah yang hampir tidak ada di kalangan masyarakat yang menamakan dirinya PRIBUMI, khususnya di Flores, NTT. Orang Flores kayak saya, karena sejak 500 tahun silam diceramahi para pastor asal Eropa, punya filsafat yang cenderung bertolak belakang dengan filsafat GONGXI FACAI dari Tiongkok. Filsafat orang Flores rata-rata mengutip Khotbah di Bukit dari Yesus Kristus.

Bunyinya begini:

"BERBAHAGIALAH ORANG YANG MISKIN di hadapan Allah karena merekalah yang empunya kerajaan surga!"

Kutipan ini rupanya sudah menyatu dalam benak orang Flores. Para pastor, guru-guru agama, katekis, suster, bruder, siswa seminari, anak asrama... sering sekali mengutip salah satu dari delapan butir Sabda Bahagia itu. Berbahagialah orang yang MISKIN!

Tidak ada kata-kata, misalnya, berbahagialah orang yang kaya-raya. Malah orang kaya-raya sering dikecam [oleh para pengkhotbah] karena "mereka akan sulit masuk ke dalam kerajaan surga. Lebih mudah seekor unta masuk ke lubang jarum daripada orang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah."

Gara-gara tidak punya filsafat GONGXI FACAI [jadi kaya-sukses-makmur], sampai sekarang masyarakat Flores, dan NTT umumnya, tidak pernah makmur. Dari dulu miskin terus. Susah terus. Mana bisa berbahagia kalau uang tak punya, harta benda tak ada, harus merantau berjemaah ke Malaysia Timur?

Sebaliknya, orang-orang Tionghoa yang ada di Flores, karena punya filsafat GONGXI FACAI itu tadi, sejak dulu bisa kaya-raya, sukses, dan makmur di Pulau Flores. Ada saja usaha orang Tionghoa di Flores agar bisa makmur tanpa harus merantau ke Malaysia.
Rupanya, kita yang mendaku PRIBUMI ini perlu belajar banyak filsafat GONGXI FACAI-nya orang Tionghoa agar kita bisa kaya-raya dan makmur di bumi, tapi juga kelak berbahagia di dalam surga.

GONGXI FACAI!
Xinnian Kuaile!
Salam Kelinci!

4 comments:

  1. Maksudnya Selamat Tahun Baru Kelinci, ya Bung, bukan Selamat Kelinci, hehehe.

    Bung, yang makmur itu kan sebagian besar orang Tionghoa di Asia Tenggara. Itu karena mereka berdagang dan sekolah profesi (dokter, insinyur, notaris, dll.) Dengan investasi dan mengambil risiko yang diperhitungkan siapapun akan maju dan makmur. Orang Batak, Padang, Tegal, Madura di perantauan kebanyakan lebih makmur daripada penduduk setempat, dengan alasan yang sama.

    Ingat, masih ada 800 juta lebih orang Tionghoa asli di daratan Tiongkok yang hidup miskin. Itu jumlahnya 4x lipat jumlah orang pribumi yang miskin.

    ReplyDelete
  2. Suwun banget Cak Wens di USA. Salam tahun baru Imlek, semoga dapat rezeki yg buanyaaaak lan seger waras di rantau orang.

    Terima kasih atas masukan dan komentar sampean yang memperkaya wawasan kita bersama. Tetap semangat!

    ReplyDelete
  3. Bang Hurek,

    Gong Xi Fa Cai! Xin Nian Kuai Le juga ya untuk bang Hurek!
    Semoga sehat, makmur dan sukses di tahun Kelinci ini :-)

    Mohon maaf Bang...lama tidak berkunjung. Sekarang sudah agak manusiawi jadwalnya, bisa jalan-jalan ke sini lagi :-)

    ReplyDelete
  4. Di Surabaya saya kadang makan di satu rumah makan yg banyak orang Flores bekerja disana, mereka terlihat unik dan sikap mereka terasa manis manis dalam pandangan saya.
    Saya kesana juga dikarenakan ada anak anak Flores itu, mungkin pemiliknya juga asal Flores.

    Om Hurek, semoga orang Flores bisa cepat menjadi makmur dan tidak usah ke Malaysia timur lagi ya.


    ReplyDelete