01 February 2011

Andaikan Ariel Orang Flores



Ariel Peterpan divonis 3,5 tahun penjara gara-gara video hubungan seksnya dengan Luna Maya dan Cut Tari beredar di masyarakat. Begitu banyak komentar di televisi, khususnya infotainmen, tentang kasus ini. Tapi saya belum pernah mendengar atau membaca pernyataan keluarga Luna Maya dan Cut Tari.

Mengapa demikian? Jawabnya sederhana saja:

Luna Maya dan Cut Tari bukan orang Flores Timur alias Lamaholot. Sebagai orang Lamaholot [penduduk yang menempati ujung timur Pulau Flores, kemudian Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Lembata, dan Pulau Alor], saya sering membayangkan seandainya kasus ini terjadi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pasti keluarga pihak perempuan, Luna Maya dan Cut Tari, akan cepat-cepat turun tangan agar skandal seks di luar nikah ini [bahasa Lamaholotnya: GOWA] diselesaikan secara adat. Orang Lamaholot jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah, membawa kasus macam ini ke pengadilan. Selain terlalu panjang, berbelit-belit, melelahkan, solusi adat dianggap lebih cepat dan memenuhi rasa keadilan.

GOWA alias (ketahuan) selingkuh dengan perempuan lain, baik itu masih gadis atau istri orang, cukup sering terjadi di Lamaholot. Meskipun agama Katolik dan Islam sudah lama masuk dan dipeluk hampir semua orang Lamaholot, tradisi ‘kawin kampung’ masih ada sampai sekarang.

Kawin kampung artinya menikah sesuai hukum adat, tapi belum sah menurut hukum gereja. Kalau belum disahkan gereja, ya, tentu saja negara pun belum bisa mengesahkannya.

Kembali ke skandal Ariel Peterpan GOWA Luna Maya dan Cut Tari. Begitu kasus ini terungkap secara luas, andaikata Ariel, Luna, dan Cut Tari orang Lamaholot -- kalau di kampung ditandai hamilnya si perempuan -- maka pihak keluarga besar atau sukunya Ariel dimintai pertanggungjawaban. Harus bayar belis berupa GADING GAJAH, sarung, dan beberapa aksesoris adat. Belis utama tetaplah gading alias BALA.

Berapa banyak dan sebesar apa gading itu?

Yang menentukan adalah majelis KODA KIRING, pembicaraan adat antara para pemuka sukunya Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari. Pihak wanita yang merasa dirugikan, anaknya disetubuhi di luar nikah, biasanya menuntut belis yang setimpal. Pembicaraan adatnya sama persis dengan proses pernikahan yang normal.

Menurut adat Lamaholot, laki-laki hanya punya jatah SATU paket gading untuk satu perempuan yang bakal menjadi istrinya. Bagaimana dengan Ariel yang meng-GOWA Luna Maya dan Cut Tari? Atau, jangan-jangan lebih dari dua perempuan?

Pihak suku atau marga atau fam akan konsisten menanggung satu gading untuk satu perempuan. Urusan belis lain, silakan Ariel (dan keluarga langsungnya) yang tanggung. Katakanlah gadis resmi diberikan untuk Luna Maya. Pihak keluarga Cut Tari tidak mau tahu. Yang penting, putrinya yang sudah kadung disetubuhi, dan mungkin hamil, harus dimahari juga. Laki-laki, entah dia pejabat, pengusaha kaya, artis terkenal, tidak boleh seenaknya menyetubuhi anak perempuan orang tanpa ganjaran.

GOWA itu perbuatan melanggaran adat, sehingga patut beroleh hukuman adat pula. Martabat keluarga dan suku pihak perempuan akan jatuh jika anaknya di-GOWA tanpa ada ganjaran apa-apa berupa BALA alias gading tadi.

Oke, Ariel orang kaya, bisa menyediakan belis gading berapa pun untuk Luna dan Tari. Lantas, siapakah perempuan yang bakal menjadi istri Ariel? Pilihannya ada tiga, tergantung Ariel sendiri.

1. Ariel memilih Luna Maya sebagai istri. Setelah menerima belis, Luna Maya resmi menjadi suami dan masuk ke dalam keluarga besar (suku) Ariel. Luna Maya, sebagai perempuan, tidak punya pilihan lain, selain menerima ketentuan adat bahwa dia harus dinikahi Ariel.

Konsekuensinya, anak Ariel yang dilahirkan Cut Tari menjadi putranya suku atau keluarga besar perempuan. Biasanya, dia dianggap putranya ayah si Cut Tari. Syukurlah, berkat kontrasepsi dan kepandaian manusia-manusia modern di kota, baik Cut Tari maupun Luna Maya tidak hamil meski telah beberapa kali berhubungan seks dengan Ariel. Jadi, tak perlu ada persoalan tanggung jawab pemeliharaan anak hasil hubungan si Ariel dengan Luna dan Tari.

2. Ariel memilih Cut Tari sebagai istri. Opsi ini terbalik dengan opsi pertama.

3. Ariel memilih kedua-dua perempuan itu sebagai istri. Toh, belis gading sudah keluar dari rumah suku. Tapi opsi ketiga ini sudah lama tidak berlaku setelah masyarakat Lamaholot memeluk agama Katolik yang hanya mengenal pernikahan monogami. Bahkan, orang Lamaholot yang Islam pun lazimnya tak akan menerima jika anaknya memperistri dua perempuan sekaligus dengan metode selingkuh alias GOWA.

Meskipun proses hukum sedang berjalan, sekali lagi, seandainya kasus ini terjadi di Bumi Lamaholot, pihak keluarga Luna Maya [juga Cut Tari] akan ngotot agar anaknya segera dinikahkan. Tak ada alasan sedikit pun untuk mengulur-ulur waktu karena ANA KEBAREK KAMEN DATA LAGA KAE.

Bahasa harfiahnya: “Anak gadis kami sudah telanjur dirusak!”

Kerusakan sudah terjadi. Dan si laki-laki yang menyetubuhi perempuan itu harus bertanggung jawab. Sekarang juga! Begitu kerasnya hukum adat yang mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan di Flores Timur semata-mata untuk menjaga martabat kaum perempuan dan marganya. Keluarga besar perempuan akan sangat meradang jika pihak laki-laki tidak mendapat hukuman adat yang setimpal.

Syukurlah, sekali lagi, Ariel, Luna, Tari bukan orang Lamaholot, orang kampung di pelosok Flores Timur yang masih memelihara hukum adat peninggalan nenek moyang. Ketiga artis top ini orang kota yang punya peradaban yang sangat modern dan maju.

Sanksi sosial tak ada! Sanksi adat pun nihil!

4 comments:

  1. Hukum adat memang lebih cocok diterapkan untuk masyarakat yang masih kental hubungan sosialnya; bahkan seharusnya lebih kuat penerapannya daripada hukum negara. Lebih manusiawi dan tepat tujuan.

    Saya hanya tidak setuju jika Bung mengatakan Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari tidak terkena sanksi sosial. Sanksi yang mereka emban sangat besar: kehilangan pekerjaan dan mata pencarian, dilempari telur busuk, dijauhi oleh masyarakat, diadili oleh media dan orang-orang yang berlagak negara Indonesia ini seperti Saudi Arabia.

    Sekarang Ariel dihukum 3,5 tahun, padahal di kampung anda, dia hanya akan dihukum bayar belis, dan dikawinkan pula!

    ReplyDelete
  2. bener, sanksi sosialnya udah banyak... kasihan sama mas ariel yg harus dihukum berat di penjara...

    ReplyDelete
  3. Abank Lam Kenal.....sopport juga blog saya ya...mau pengen kembangan blog juga nehhhh.....link baaliknya thx

    ReplyDelete
  4. persetan dengan ariel

    ReplyDelete