15 January 2011

Triyogi Yuwono Rektor ITS




Setelah melalui proses panjang, Prof Dr Ir Triyogi Yuwono DEA akhirnya terpilih sebagai rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (12/1/2011) lalu. Ayah tiga anak ini menyisihkan calon incumbent, Prof Dr Priyo Suprobo, dan Daniel Muhammad Rosyid. Maka, Prof Triyogi bakal berperan penting dalam membentuk wajah ITS selama empat tahun ke depan.

Berikut petikan wawancara khusus LAMBERTUS L. HUREK, wartawan Radar Surabaya, dengan Prof Triyogi Yuwono, Jumat (14/1/2011).



Sudah dapat ucapan selamat dari dua kompetitor Anda?

Wah, kalau ucapan selamat sih langsung. Begitu proses (pemilihan rektor ITS) ini selesai, kita masuk ke ruangannya Pak Rektor (Priyo Suprobo, yang juga salah satu calon rektor ITS), kita berangkulan, saling memaafkan... di depan Pak Dirjen Dikti (Djoko Santoso) dan panitia pemilihan. Jadi, nggak ada ganjalan apa-apa di hati. Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak karena suasana tetap kondusif, tetap rukun, tetap guyub. Dan itu menjadi modal dasar bagi saya dalam mengelola ITS ke depan.

Apa prioritas Anda setelah dilantik sebagai rektor ITS?

Begini. Kami sekarang sedang menggodok statuta ITS yang baru. Sebab, statuta yang ada sekarang ini dibuat tahun 1992. Jadi, sudah cukup lama. Sekarang statuta itu sedang diperbaiki. Nah, dengan statuta itu, kita melihat bagaimana penataan ITS ke depan. Statuta itu semacam pedoman dasar bagi kami dalam melaksanakan tugas sehari-hari di ITS.

Apakah statuta sekarang sudah kurang relevan?

Ini juga terkait dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang baru. Nah, statuta ITS yang sekarang itu dibuat sebelum ada UU Sisdiknas itu. Karena itu, ya, harus disesuaikan. Dan sebetulnya proses perubahan statuta itu sedang digodok oleh timnya Pak Rektor yang sekarang (Priyo Suprobo). Mudah-mudahan segera tuntas sehingga bisa dipakai untuk menata perguruan tinggi ini ke depan.

Anda dilibatkan dalam proses revisi itu?

Ya, saya termasuk anggota tim yang dibentuk Pak Rektor sekarang. Kita akan kembangkan berbagai program. Tentu saja kalau program-program yang bagus, ya, harus ditingkatkan. Sementara beberapa poin yang kita rasakan kurang, ya, harus diperbaiki kualitasnya.

Selama proses pemilihan rektor, Anda menyatakan akan meningkatkan core bisnis ITS. Bisa diuraikan secara singkat?

Core bisnis ITS ini kan Tridarma Perguruan Tinggi. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Untuk pendidikan, insyaallah, sudah berjalan dengan bagus. Kemudian bagaimana penelitian ini bisa kita tingkatkan agar riset-riset ini bisa menghasilkan sebanyak mungkin intelectual output yang diakui secara nasional dan internasional. Untuk pengabdian pada masyarakat, bagaimana membuat ITS ini lebih membumi lah. Artinya, ITS bisa memberikan banyak sumbangsih bagi bangsa Indonesia.

Kita akan memulai dengan penataan laboratorium. Kualitas dan kuantitas laboratorium harus ditingkatkan agar intelectual output-nya lebih banyak dihasilkan. ITS ini harus menjadi perguruan tinggi yang bisa bersaing di dunia internasional. Dalam empat tahun ke depan ini, saya harus memasang landasan agar ITS ini mendapat pengakuan internasional. International recognize.

Apa saja yang dilakukan untuk go international itu?

Kita harus banyak-banyak melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi mana pun. Dan ITS sendiri akan terus melakukan hal itu. Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sendiri memang sudah mencanangkan go international itu. Bahwa dalam tahun 2020 perguruan-perguruan tinggi yang mampu sudah harus dikenal di dunia internasional. Bahkan, tidak cukup hanya dikenal, tapi juga terpandang di dunia.

ITS sendiri sudah mampu menjawab tantangan kemendiknas itu?

Iya. Dan, tahun 2017, insyaallah, ITS sudah bisa ke sana, go international. Tentu ini sangat sejalan dengan program kemendiknas. Jadi, selama empat tahun (menjadi rektor) ini, tugas saya adalah menyiapkan ITS ke sana.

Posisi ITS di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia sendiri bagaimana?

Saya kira, posisi ITS bagus dan akan terus kita tingkatkan. Perguruan tinggi mana pun harus terus meningkatkan kinerja dan kualitasnya. Bagaimanapun juga ITS harus memimpin di kawasan Indonesia Timur. ITS harus menjadi perguruan tinggi unggulan.

Dari segi input mahasiswanya bagaimana? Apakah para mahasiswa ITS sudah memenuhi standar kualitas yang diinginkan ITS?

Begini. ITS ini termasuk lima besar perguruan tinggi (terbaik) di tanah air. Dalam lima tahun terakhir ini jumlah mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi kan berbeda-beda. Kenyataannya, perguruan-perguruan tinggi hanya mengambil 10 persen dari tes nasional, SNMPTN. Nah, kalau dia hanya ambil 10 persen, pasti perguruan tinggi itu tidak akan bisa menghasilkan intelectual output yang bagus.

Nah, ITS ini selalu mengambil 60 persen. Sekarang ada ketentuan dari kemendiknas bahwa mulai tahun ini 60 persen dari mahasiswa di perguruan tinggi negeri itu harus diseleksi secara nasional. Dan 20 persennya harus dari golongan tidak mampu. Tentu saja, ITS sangat mendukung program seperti ini.

Bagaimana dengan lulusan SMA yang cerdas, tapi orangtuanya kurang mampu? Apakah mereka bisa menikmati kuliah di ITS?

Sejak tahun 2004, walaupun persentasenya tidak sebesar 20 persen, ITS sudah melakukan rekrutmen langsung siswa-siswi terbaik dari SMA-SMA. Kita datang langsung ke rumah-rumah-rumah mereka. Ini untuk melihat bahwa anak-anak ini bagus secara akademik, tapi memang ada masalah dalam sisi ekonomi. Ini yang kita sebut sebagai kebijakan keberpihakan. Kalau tidak ada yang membela, tentu tidak akan ada kesempatan kepada mereka.

Ada pepatah mengatakan, "Jangan beri ikan, tapi beri kail." Lha, kalau tidak ada kesempatan memancing, mana pernah dia dapat ikan? Jadi, harus ada kail, tapi juga harus ada kolam (kesempatan) untuk mancing. Kalau nggak ada kesempatan, ya, Anda hanya akan memegang kail ke mana-mana. (rek)

Tentang Triyogi

Nama : Prof Dr Ir Triyogi Yuwono, DEA
Lahir : Tulungagung, 29 Januari 1960
Jabatan : Rektor ITS Surabaya
Hobi : Bersepeda

Pendidikan
Teknik Mesin ITS Angkatan 1979
S2 dan S3 Institut National Polytechnique de Grenoble, Prancis

Riwayat Karir
Kepala Jurusan Teknik Mesin ITS, 1996-2003
Dekan FTI hingga 2007


Dimuat RADAR SURABAYA edisi Minggu 16 Januari 2011.

1 comment:

  1. Suksek Pak ...


    Fajri
    Teknik Mesin ITS '96
    @Pertamina Jakarta

    ReplyDelete