02 January 2011

Dr Susanto Suryaatmadja Konsultan Seks

Pak dr Susanto sama preseter obrolan seks SBO TV Surabaya. 


Begitu banyak dokter spesialis andrologi, tapi tidak banyak yang tampil di ruang publik. Dokter Susanto Suryaatmadja MS SpAnd tergolong dari sedikit androlog yang konsisten memberikan pendidikan seks baik melalui televisi, radio, maupun surat kabar di Surabaya. 



Sebagai konsultan seks di televisi, dr Susanto Suryaatmadja pintar mencairkan suasana dengan stok humornya yang menggelitik. Tentu saja, joke-joke segar seputar seks dan genitalia. Usai mengisi acara di SBO TV, Graha Pena Lantai 21 Surabaya, pekan lalu, tengah malam, dr Susanto Suryaatmadja MS SpAnd bersedia melayani wawancara khusus dengan LAMBERTUS HUREK di Graha Pena, Surabaya.

Sudah berapa lama Anda menjadi konsultan seks di televisi?

Sudah delapan tahun. Di JTV lima tahun, kemudian di SBO ini tiga tahun. Dulu, sekitar 20 tahun lalu, saya juga jadi pengasuh konsultasi seks di surat kabar. Itu tahun 1990-an, zaman pertama kali saya masuk radio, membahas berbagai persoalan seks di antara suami-istri secara terbuka.

Mengapa Anda begitu antusias bicara seks secara terbuka?

Karena seks itu memang enak, menyenangkan. Hubungan seks antara suami dan istri itu nikmat. Alat nomor satu, yang utama, untuk mempersatukan suami dan istri adalah seks. Keluarga yang seksnya bagus tidak akan goyah. Dia tidak perlu selingkuh dan sebagainya. Nah, kalau keluarga-keluarga kuat, maka otomatis negara juga bakal menjadi lebih kuat. Gampang aja, gak usah ruwet-ruwet, Cak!

Di televisi, Anda sering melontarkan joke-joke yang lucu tentang seks. Tidak khawatir dianggap porno?

Saya dari dulu sih nekat aja. Dimarahin sama atasan, kepala bagian, ya, saya tenang aja. Hehehe.... Lha, kalau yang begitu-begitu dianggap porno, tabu, kapan kita mau maju? Seorang Cristian Gonzales (bintang sepakbola andalan timnas) bisa menjadi pemain yang hebat karena latihan. Latihan, latihan dan latihan.

Kalau orang tidak mau mengerti, tidak mau belajar ilmu tentang seks, bagaimana dia bisa orgasme? Wong ilmunya dia tidak mengerti sama sekali. Jadi, saya justru membantu para pemirsa agar memiliki pengetahuan tentang seks. Dan itu penting.

Bagaimana kalau banyolan Anda dinilai vulgar?

Orang yang iri hati itu sih sudah biasa. Di dunia mana pun juga begitu. Sesama bus kota tidak boleh saling mendahului. Hehehe.... Dalam hidup itu memang selalu ada kompetisi. Dan selama kompetisi itu berlangsung dengan jujur, sehat, dan terbuka, monggo. Tapi kalau mulai pakai character assasination, nanti kan ada hukum karmanya sendiri. Saya sih tenang-tenang saja.

Selama ini masalah apa saja yang paling sering ditanyakan?

Banyak. Antara lain, wanita tidak pernah orgasme, sulit orgasme. Banyak laki-laki yang mengeluh karena penisnya terlalu kecil. Kemudian, mati di tengah (ereksi berhenti di tengah jalan). Sukar ereksi. Ejakulasi dini.

Dan Anda bisa memberikan solusi?

Tentu. Sekarang ini semua bisa diselesaikan karena ilmu pengetahuan yang berkembang sudah sangat komprehensif. Intinya cuma vitamin K, kemauan, yang berakhir dengan vitamin D, duit. Biasanya, orang kita itu karena eman duit dan vitamin K-nya gak kuat. Susah! Istilahnya, kalau mau enak, ya, harus berkorban.

Artinya, solusi masalah seksual ini sebetulnya cuma vitamin D?

Begini. Kalau mau tahu sebab-musababnya, ya, kita harus periksa darah dong. Misalnya, orang yang kegemukan (obesitas) harus periksa darah untuk melihat hormonnya. Kalau tidak periksa darah, bagaimana caranya kita tahu? Dan itu jelas membutuhkan ‘vitamin D’ (duit). Kalau nggak begitu, nanti bimsalabim, larinya ke dukun, pengobatan alternatif. Tiga puluh pasien obatnya sama semua. Yang benar saja! Setiap orang itu problemnya kan sendiri-sendiri.

Anda sering mengungkapkan bahwa sebagian besar wanita Indonesia tidak pernah orgasme?

Memang. Dan persentasenya sangat besar, 70 persen.

Apa penyebabnya?

Macam-macam. Bisa posisi yang salah, suaminya ejakulasi dini atau disfungsi ereksi. Kemudian, masih ada anggapan bahwa seks itu tabu, kotor. Ada juga istri yang takut hamil, tapi nggak mau ikut KB. Kemudian ketidaktahuan atau ignoransi. Sangat banyak faktor yang kemungkinan jadi penyebab wanita tidak bisa orgasme. Dan itu berbeda-beda antara satu individu dengan individu lain. Nggak bisa digeneralisasi.

Kemudian Anda juga selalu mengkritik KB dengan metode suntik tiga bulan. Mengapa?

KB suntik tiga bulan itu sangat mengganggu sekali. Gairah seks istri sangat terganggu. Hormon terganggu, orangnya jadi gemuk. Memang murah, tapi tidak berkualitas. Suntik yang satu bulanan masih lumayan. Tapi yang bagus itu pil.

Tapi mengapa metode suntik tiga bulan masih dibiarkan?

Silakan tanya ke pemerintah, menteri kesehatan. Saya berani ngomong di mana-mana karena memang suntik tiga bulan itu sangat mengganggu. Dan selama bertahun-tahun saya menerima keluhan dari begitu banyak wanita. Saya kan tidak boleh menutup-nutupi. Kalau jelek, saya katakan jelek.

Menurut Anda, perlukah pendidikan seks di sekolah-sekolah?

Sangat perlu. Dan itu harus dimulai sejak SD, SMP, SMA, sampai universitas. Paling tidak bisa diawali dari SMA dan universitas. Kalau anak SMA tidak tahu seks, nanti browsing-browsing carinya bukan seks, tapi pornografi. Seks itu sangat berbeda dengan pornografi. Pornografi itu segala sesuatu yang menyebabkan seseorang terangsang. Seks itu bukan untuk merangsang. (*)

BIODATA SINGKAT

Nama resmi : dr Susanto Suryaatmadja MS SpAnd
Nama Tionghoa: So Hong Tie
Lahir : Surabaya, 23 Agustus 1954
Istri : Yulieta Setya Dharma
Anak : Raymond, Stacy, Lindsay
Hobi : Olahraga, kegiatan sosial
Profesi : Dokter spesialis andrologi
Instansi : RSU dr Soetomo dan RS Adi Husada

Pendidikan :
Fakultas Kedokteran Undip Semarang (S-1)
FK Unair (S-2), Ilmu Reproduksi
FK Unair, Spesialis Kemandulan dan Seksual

Pengalaman
Puskesmas Perinduan Sumenep, Madura, 1982-1990
Konsultan Seks di Berbagai Media Massa



Berantas Kudis di Pelosok Madura

Susanto Suryaatmadja mengaku terpanggil menjadi dokter karena tak kuat menahan sakit waktu kecil. Sakit itu benar-benar tidak enak. Susah. Syukurlah, di tengah ‘kesakitan’ itu, ada dokter yang datang menolong. Sakit pun sembuh.

Karena itu, ketika sudah berhasil meraih cita-cita sebagai dokter, Susanto Suryaatmaja dikenal sebagai dokter spesialis yang punya empat besar pada sesama. Dia terenyuh melihat banyak pasien yang datang dalam keadaan sangat gawat. Nyawa mereka sudah di ujung tanduk. Susanto pun turun tangan, menolong.

Si pasien pun selamat. “Saya tidak sampai hati melihat mereka,” terang lelaki yang rajin berolah raga pagi itu. Kalau sudah menghadapi pasien-pasien kelas gawat macam itu, Susanto mengaku tak pernah berpikir soal uang. “Saya tidak sampai hati melihat mereka.”

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, pada 1982 sampai 1990 Susanto ditugaskan di Puskesmas Perinduan Sumenep, Madura. Ini benar-benar sebuah pengabdian. Saat itu kawasan pelosok Sumenep masih terisolasi, belum ada Jembatan Suramadu, infrastruktur masih sangat minim. “Saya punya banyak kenangan di Madura yang sulit dilupakan,” kata ayah tiga anak ini.

Walau bukan muslim, Susanto menjalin hubungan baik dengan para kiai di Sumenep. Salah satunya dengan kiai-kiai di Pondok Pesantren Al Amin pimpinan KH Jauhari. Setelah berkunjung ke pesantren tersebut, Susanto melihat banyak santri yang menderita penyakit kulit, sejenis kudis. Mengapa demikian?

Setelah diperiksa, ternyata pesantren itu tidak punya fasilitas air bersih. Sehingga, penyakit kulit akibat jamur nakal tersebut cepat terjangkit. Susanto, yang kebetulan punya teman yang bekerja di organisasi kesehatan sedunia (WHO) diminta mengupayakan air bersih. Dipasanglah pipa sepanjang puluhan kilometer menuju Ponpes Al Amin.

Akhirnya, pipa air bersih bantuan WHO bisa diwujudkan. Para santri yang mondok bisa menikmati fasilitas air bersih. Sehingga, tak berapa lama kemudian, penyakit kulit dapat diatasi. “Saya bisa berbahasa Madura karena memang sempat bertugas cukup lama di sana,” ujar dokter yang kerap bercanda dengan menyelipkan kata-kata Madura itu.

Di sela kesibukannya, Susanto juga menyempatkan diri berkumpul dengan teman-temannya untuk merancang kegiatan bakti sosial. Salah satu rencananya adalah membuka klinik pengobatan untuk keluarga miskin di Jalan Gembili Surabaya. “Saya ingin agar klinik ini bisa tepat sasaran. Jadi, mereka yang menikmati layanan kesehatan benar-benar keluarga tidak mampu.”

Selama ini, dua kali sebulan, Susanto mengikuti sejumlah baksos yang diadakan yayasan sosial di Surabaya. Semua baksos dan kepeduliannya terhadap wong cilik itu tak lepas dari pengalamannya sebagai dokter Puskesmas di pelosok Madura. (hurek

Dokter Susanto Suryaatmadja, MS, Sp.And.

Alamat: Jalan Raya Kertajaya 155/II Surabaya
Telepon :031 - 5027175
Praktek : Senin, Selasa, Rabu, Kamis. 
Tempat : RS Adi Husada, Jl Undaan Wetan, Surabaya
Jam praktek: Pukul 16.30-18.30

17 comments:

  1. pak Dr.susanto sebelumya perkenalkan
    nama saya iwan asal batam
    ...
    saya mau nanya gimana mengatasi impoten
    soalya saya sudah lama mengalami impoten tsbt
    sperma saya encer.

    terima kasih.

    ReplyDelete
  2. saya punya anak laki umur 15 th tinggi 178cm apakah dengan terapi hormon anak saya bisa tumbuh lebih tinggi ,harapan saya ketika usia 17 sudah mencapai 185.apa efek terapi hormon dan berapa biayanya

    ReplyDelete
  3. Selain praktek di RSU dr Soetomo dan RS Adi Husada, adakah tempat praktek di rumah?
    Trus Alamatnya ada di mana pak?
    atau contact person yg bisa di hubungi.
    terimakasih

    ReplyDelete
  4. Dokter Yth, anak cowok saya umur 8 tahun, ukuran penis dan buah zakarnya agak kekecilan. Kami sudah pernah berkonsultasi ke salah satu spesialis andrologi di Surabaya, dan dianjurkan untuk menjalani terapi injeksi selama 3-5 bulan untuk merangsang otak memproduksi hormon testosteron. Kami ingin bertanya, apakah ada pilihan terapi lain yang tidak perlu injeksi 3x/minggu)? Terimakasih. Marian Surabaya

    ReplyDelete
  5. Selamat pagi Dokter,perkenalkan saya Dina.
    Anak laki-laki saya usia 2,5 tahun telah menjalani terapi suntikan hormon agar testisnya yg sebelah kiri masuk ke scrotum. Suntikan sudah dilakukan sebanyak 6x. Dalam beberapa bulan terakhir testis/telur dari sebelumnya ada di dekat ginjal turun ke dekat penis (namun belum masuk ke scrotum kiri).
    Mohon tanya, jikalau s/d saat ini (padahal sudah suntik & minum obat hormon tiap hari selama 7 bulan terakhir) testis belum masuk:
    1. perlukah di suntik lagi & diberi obat hormon terus?
    2. kalau dengan jalan operasi akankah beresiko?
    3. pengaruhkah obat hormon yg diminum tiap hari terhadap pertumbuhan anak saya kelak?

    terima kasih banyak atas waktu & feedbacknya.

    ReplyDelete
  6. Maaf .... alamat konsultasi via emailnya ada gak karena kami ada di sumatra

    ReplyDelete
  7. Bisa minta nomer yg bisa di hubungi dok?

    ReplyDelete
  8. Teman2 ini bisa pake internet tapi males. Masa pake Google gak bisa. Hubungi langsung dong.

    http://masukweb.blogspot.com/2012/08/dokter-susanto-suryaatmadja-ms-spand.html

    ReplyDelete
  9. Kenallan nama saya dwi , umur saya 18th saya mau bertanya sama pak dokter , apa sih bahayanya kalau orang sering melakukan onani , saya tunggu jawabannya trims

    ReplyDelete
  10. dok saya mau tanya kalo cwo sudah melakukan hubungan intim 2 atau 3 kali terus cwe belum pernah melakuna intim sama sekali, terus mereka melakun hubungan intim apa kah mereka akan tertular HIV ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. kasihan si cewek tuh bisa kenak AIDS , habis masnya suka jajan di luar sih

      Delete
  11. sekarang klo malem proktek dmn pak?

    ReplyDelete
  12. Kepada yth:
    Dokter susanto

    Saya wanita usia 34 tahun sudah menikah 9 tahun yang lalu, dan alhamdulilah sudah di karunia 2 orqng putra, saya ibu rumah tangga, tidak berkerja,tapi dua bulan ini saya mulai beraktifitas di kantor, sebab anak sudah mulai besar, yang pertama usia 8 tahun dan yang ke dua usia 5 tahun, pertanyaan saya adalah, setelah lahirnya anak pertama saya, saya kehilangan gairah untuk bercinta dan semua organ peransang saya kalo di sentuh herubah jadi geli, dan saya berhubungan intim tampa cairan lubrikasi dampaknya perih dan sakit, saya sudah berobat ke berbagai tempat termasuk ke on klinik dan hasilnya hanya menghabiskan uang.saya juga pernah menggunakan jamu2 tradisional, tapi tetap tidak ada efek, bebrapa bulan yang lalu rumah tangga saya hampir brantakan, karena saya enggan melayani suami dan saya tidak tau apa jadinya jika pak dokter tidak dapat membantu saya.
    Untuk itu saya sangat berharap dokter dapat memberi pencerahan atas masalah saya.sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Nia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lelaki itu butuh seks sebagai penyaluran biologis dan ekspresi kasih sayang. Kalau sampeyan gak melayani gimana. Kalau sakit ya pake lubrikasi. Kalau gairah menurun ke dokter seksologi dan mungkin bisa diberi obat untuk mengubah tingkat hormon anda

      Delete
  13. Pagi dok, kalo malam praktek dimana, kalo bisa tolong diinformasikan skedul waktu dan tempat praktek

    ReplyDelete
  14. aneh juga teman2 penanya ini. blog ini bukan miliknya pak dr susanto tapi punyanya bung hurek yg menulis profil dr susanto. so, mestinya pertanyaan2 tidak disampaikan di sini tapi langsung ke pak dokter di rumah sakit or tempat prakteknya.

    ReplyDelete
  15. Usia Saya 20 Tahun
    .Kenapa penis saya kok kecil.. saat lemas 5 cm.
    Padahal saya bukan perokok/peminum miras?

    ReplyDelete