01 December 2010

Lili Widjaja Ratu Taijiquan




Namanya Lili Widjaja. Tubuhnya ramping, nyaris tanpa lemak. Gerakannya lincah. Lili, 50 tahun, juga sangat ramah, paling tidak sama saya. Minggu lalu, 28 November 2010, Lili Widjaja memborong medali emas dalam turnamen nasional taijiquan di Gedung Langit, Kenjeran, Surabaya.

Mama tiga anak ini memang luar biasa. Dia tercatat sebagai ratu taijiquan Indonesia. Bulan lalu, Lili Widjaja merebut empat medali emas dalam kejuaraan dunia taijiquan di Beijing, Tiongkok.

Tiga tahun terakhir memang tahun prestasi bagi Lili. Tahun 2008 Lili memperoleh tiga emas kejuaraan taujiquan [kelompok senior] di Korea Selatan. Tahun berikutnya, 2009, kejuaraan dunia di Singapura, tiga medali emas.

Hari-hari Lili Widjaja memang diisi dengan berlatih taijiquan selama tiga jam penuh di Sasana Serumai dan Sasana Galaxiy Berbagai jurus dia dalami seperti jurus bermain pedang, tangan kosong, dongyue, dan dongyuebang.

Sebelum berangkat ke Beijing, Lili diperiksa dokter pribadi dan dirawat suster pribadi pula agar terhindar dari kelebihan lemak. Tubuh harus tetap ramping. “Badan saya memang tidak boleh kegemukan,” jelas Lili.

Lili juga memperdalam ketrampilannya di Akademi Wushu Indonesia (AWI) di Jalan Sumatera dan dilatih khusus laoshi asal Beijing. Sang laoshi dari Tiongkok itu sangat keras. Dia tak segan-segan kasih hukuman. Metode macam inilah yang membuat atlet-atlet Tiongkok selalu berprestadi di level dunia.

"Saya anggap gemblengan laoshi itu sebagai cambuk. Itu yang membuat saya dapat empat emas di Beijing," kata ibunda Sherly, Silvia, dan Stephany Limansantoso ini.

Udara dingin Beijing memaksa Lili harus bekerja ekstrakeras menjaga tubuhnya. Resepnya? Banyak minum anggur dan makan daging kambing. Vitamin B dan C juga dikonsumsi. Banyak makan buah-buahan.

Tak sia-sia Lili ikut kejuaraan dunia taujiquan di Beijing. Dia borong emas emas. "Saya persembahkan medali emas itu untuk warga Kota Surabaya, khususnya Wali Kota Ibu Tri Rismaharini," katanya. Lili memang mengundang Bu Risma untuk syukuran atas prestasinya.

Ke depannya Lili ingin menjadi pelatih, laoshi. Masyarakat bisa datang berlatih taiji tanpa dipungut bayaran. Saya ingin masyarakat Surabaya menyukai taiji," jelasnya.

Sejak kecil Lili Widjaja memang suka olahraga, khususnya basket, bola voli, dan renang. Kebetulan orangtuanya sangat mendukung hobi putri keenam dari delapan bersaudara tersebut. Dia juga doyan sport karena melihat tubuh saudara-saudaranya ringkih, kurang kuat.

“Saya juga bandel dan tomboi sejak kecil," kenang lulusan SMA Trisilia Surabaya ini.

Sekitar 25 tahun silam, ketika baru saja menikah dengan Nie Antonie Salim, Lili dinyatakan menderita radang otak oleh dokter. Walau hatinya galau, Lili bertekad keras agar sembuh dari penyakitnya itu. Lili pun lantas menekuni taiji. Berkat olahraga khas Tiongkok ini, radang otak itu sembuh.

Anda ingin tetap sehat hingga usia senja?

Lili Widjaja menganjurkan, sekarang juga ikut berlatih setiap hari bersama komunitas taiji/taijiquan di kota Anda.

No comments:

Post a Comment