21 November 2010

Said Basymeleh dan Foto Oud Soerabaia



Sebuah foto lebih berbicara ketimbang seribu kata! Ungkapan klasik ini benar-benar dibuktikan oleh Said Faisal Basymeleh (53). Berkat ketekunannya berburu foto, arek Suroboyo asal kampung Ampel ini berhasil menghadirkan kembali Wadjah Lama Soerabaia (1890-1940).

HINGGA 25 November 2010, sebagian kecil dari ribuan foto koleksi Said Faisal Basymeleh dipamerkan di Graha Wismilak, Jalan Soetomo Surabaya. Tanpa perlu banyak penjelasan, kita bisa menikmati secara detil suasana Oud Soerabaia, Surabaya Tempo Doeloe.

Kota Surabaya, yang didesain meneer-meneer Belanda sebagai kota perdagangan, yang mengandalkan sungai-sungai di dalam kota sebagai moda lalulintas utama. Kota dengan bangunan-bangunan kolonial yang eksotis. Kesibukan di Arabische Camp dan Chinese Kamp.

“Saya hanya ingin agar masyarakat Surabaya turut menikmati foto-foto indah koleksi saya,” kata Said Basymeleh pada pameran fotonya yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Kamis (18/11/2010) sore.

Berikut petikan percakapan wartawan Radar Surabaya LAMBERTUS LUSI HUREK dengan Said Faisal Basymeleh.



Sejak kapan Anda menjadi kolektor foto-foto Surabaia Tempo Doeloe?

Sudah 20 tahun saya mengumpulkan foto-foto tua tentang Surabaya ini. Sejak tahun 1990 sampai sekarang.

Awal mulanya bagaimana?

Saat itu saya ada kesempatan ke Negeri Belanda. Saya coba mampir ke salah satu pasar. Saya kaget ketika menemukan kartu pos bergambar Jalan Panggung, Surabaya. Objek foto itu tepat di depan toko milik kakek saya. Jadi, saya tahu persis apa yang ada di foto tersebut. Itu foto tahun 1910.

Sejak itulah saya langsung mencari foto-foto Surabaya yang lain. Saya dapat sekitar 10 lembar. Selanjutnya, dari tahun ke tahun saya terus memburu, hunting, mencari foto-foto lama.

Cari di Belanda lagi?

Di mana saja. Pokoknya, kalau ada foto-foto lama tentang Surabaya, saya usahakan agar bisa dikoleksi. Tapi memang sebagian besar memang saya dapatkan di Negeri Belanda.

Sekarang koleksi foto Anda sudah berapa?

Hingga tahun 2010 ini, koleksi saya sudah mencapai 2.000 lebih. Seluruhnya foto-foto tentang Surabaya. Soerabaia tempo doeloe!

Ada kesulitan mencari foto-foto itu?

Yah, memang sulit. Nggak gampang. Tapi karena saya memang sudah niat dan intens sekali, ya, akhirnya dapat juga. Mencari foto-foto lama itu memang gampang-gampang sulit. Ada kalanya dapat agak banyak, tapi kadang nggak dapat sama sekali.

Tahun 2010 ini, misalnya, saya hanya dapat tiga lembar foto. Jadi, makin tahu memang kita semakin sulit menemukan foto-foto lama. Dan kebetulan sudah hampir semua foto lama tentang Surabaya sudah hampir saya miliki semua. Jadi, ada saja foto lama yang saya temukan, tapi tidak menambah koleksi saya. Saya hanya mengumpulkan foto-foto yang memang belum saya punyai.

Anda mengoleksi foto-foto dari buku-buku lama juga?

Betul. Buku-buku lama, yang sebagian besar berbahasa Belanda, memang sering memuat foto-foto lama tentang Surabaya. Bisa juga foto-foto itu dari kartu pos atau foto cetakan biasa.

Bagaimana Anda menyimpan dan merawat ribuan foto itu?

Sebagian besar saya masukkan ke album-album agar mudah dicari dan dinikmati. Kalau yang tidak bisa dimasukkan album, saya buatkan folder khusus. Kalau yang di buku, ya, disimpan saja bukunya. Saya juga kebetulan punya banyak buku mengenai Surabaya tempo doeloe.

Hobi seperti ini tentu banyak makan uang?

Hehehe.... Sudah pasti keluar uang karena harus beli. Mana ada yang gratis sekarang? Kalau dikasih, siapa yang mau kasih saya foto segini banyaknya.
Semakin hari orang semakin sadar bahwa foto-foto lama, buku-buku klasik, itu punya nilai yang tinggi. Sehingga, kolektor juga semakin sulit mendapatkan foto-foto lama. Tapi saya harus berani investasi. Ke Negeri Belanda jelas butuh biaya untuk tiket, akomodasi, dan sebagainya. Tapi kalau tidak berani investasi, ya, kita tidak akan pernah mendapatkan foto-foto yang bagus.

Mungkin Anda dipengaruhi keluarga yang suka sejarah atau fotografi?

Sebenarnya tidak juga. Saya tertarik sekali dengan foto-foto kuno karena saya melihat foto-foto itu begitu indah dan punya nilai sejarah. Dan, waktu itu, tahun 1990, banyak teman-teman di Belanda yang menyarankan saya agar menjadi kolektor foto-foto tentang Surabaya.

Lantas, siapa yang mengajak Anda pameran di Graha Wismilak?

Dari teman-teman seperti Pak Eddy Samson, Pak Freddy Istanto (dosen Universitas Ciputra, penggiat Surabaya Heritage, Red), dan Pak Henry Najoan dari Wismilak. Suatu ketika kami diskusi santai, ngobrol-ngobrol, lalu tercetus gagasan untuk bikin suatu acara dan akhirnya terwujudlah pameran ini. Mudah-mudahan pameran ini mendapat respons dari masyarakat Kota Surabaya. (rek)





BIODATA SINGKAT

Nama : Said Faisal Basymeleh
Lahir : Surabaya, 1957
Istri : Laila Baswedan
Anak : Ikrima, Aslam, Abizar
Pekerjaan : Pengusaha
Hobi : Koleksi prangko, foto lama, kuliner
Alamat : Jalan KH Mansyur 185 Surabaya

Pendidikan
- SD-SMA Al Irsyad Surabaya
- Sarjana Teknik (S-1) di Surabaya

1 comment:

  1. Pak Said,saya punya beberapa perangko tua dari zaman enjid,dan ada beberapa buku dan surat tua.bisa add WA saya 08561882604

    ReplyDelete