15 November 2010

Rapor Kesehatanku Masih Buruk



Aku mejeng sama teman-teman dan band NETRAL.

Sudah berapa kali Anda melakukan general checkup? Saya baru enam kali. Dan hasilnya selalu membuat saya tidak tenang. Rapor merah di banyak item!

Pekan lalu, hasil tes kesehatan kami, para karyawan, diumumkan. Lagi-lagi angka kolesterol dan turunannya masih merah. Tapi, dibandingkan tes tahun lalu, kali ini kemajuan. Nilainya membaik meskipun belum masuk kriteria normal.

Kolesterol total 243 [normal < 200]
Trigliserida 187 [normal < 150]
HDL 42 [normal 40-60]
LDL 164 [normal < 100]

Asam urat 6,4 [normal 3,4 - 7,0]
Glukosa puasa 80 [normal < 100]

SGOT 18,7 [normal < 40]
SGPT 23,0 [normal < 41]
Tekanan darah 120/70

Tinggi badan 172 cm
Berat badan 74 kg


Karena selalu mendapat rapor merah, dan banyak teman juga mengalami, kali ini saya tidak secemas ketika pertama kali membaca hasil tes kesehatan. Apalagi, ada beberapa item yang mengalami perbaikan signifikan.

Tahun lalu kolesterol total saya 307, sekarang 243. Trigliserida 260 menjadi 187. LDL 205 turun ke 164. Asam urat dari 7,3 ke 6,4.

Semua orang sih ingin semua item pemeriksaan normal. Tak ada masalah kolesterol, hati, jantung, tekanan darah, dan sebagainya. Tapi menekuni pekerjaan di depan komputer, bukan kerja fisik, jarang berolahraga, membuat rapor kesehatan kita tidak bisa optimal. Stres selalu menghantui. Banyak pikiran. Dan sebagainya. Dan sebagainya.

Orang-orang kampung di luar Jawa, misalnya, tak pernah checkup sepanjang hidupnya. Mereka pun tak paham apa itu general checkup. Toh, semua manusia akan mati kalau memang ajal sudah menjemput.

Dokter-dokter spesialis yang paling hebat sekalipun akan mati juga meskipun dia melakukan checkup kesehatan tiap minggu. Kalau mau bisa saja setiap hari. Hehehe....

Tapi, paling tidak, dengan mengetahui rapor kesehatan, maka saya lebih hati-hati dalam hidup. Mengurangi makan daging. Mengurangi gula. Tidak makan di atas jam tujuh malam. Makan tengah malam, bahkan di atas pukul 23:00, saya lakukan setelah pulang dari kantor setiap hari. Mungkin kebiasaan buruk inilah yang menyebabkan berat badan saya naik terus, angka kolesterol di atas normal.

Hiperkolesterol!

Begitu banyak warung di pinggir jalan di Surabaya dan Sidoarjo yang menyediakan berbagai menu istimewa. Godaan-godaan makan pada malam hari ini tidak mudah diatasi penduduk kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, dan sebagainya.

Beda dengan penduduk kota kecil macam Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang rata-rata sudah tidur sebelum pukul 21:00. Atau, orang-orang desa di kampung saya, Flores Timur, yang tidur rata-rata sekitar pukul 19:00. Kita di Surabaya umumnya tidur terlampau larut.

Kalau ada pertandingan bola di televisi yang melibatkan klub-klub elite dunia macam Barcelona, Real Madrid, Chelsea, Manchester United, Inter Milan, AC Milan... saya bahkan melekan terus. Baru tidur pukul 02:00. Atau, biasanya, tidur sebentar, pasang alarm agar dibangunkan pukul 01:00... demi menyaksikan pertandingan bola di televisi.

Kita, khususnya saya, terlalu asyik menonton orang lain berolahraga di televisi atau lapangan, tapi awak sendiri jarang berolahraga. Bagaimana hasil tes kesehatan bisa bagus?

Mudah-mudahan hasil general checkup Anda, pembaca blog ini, lebih bagus ketimbang saya. Amin!

1 comment: