27 November 2010

Michael Bambang Hartono dan Taijiquan




MICHAEL BAMBANG HARTONO [kiri] dan Soetiadji Yudho, pemilik Kenpark Surabaya. Foto: Lambertus Hurek.

Oleh LAMBERTUS HUREK

Siapa tak kenal MICHAEL BAMBANG HARTONO? Bos PT Djarum ini oleh majalah Forbes disebut sebagai orang terkaya di Indonesia. Kemarin (27/11/2010), Bambang Hartono membuka jambore dan turnamen nasional kedua taijiquan di Gedung Langit Kenpark, Surabaya.



MENURUT versi Forbes pada Maret 2010, Michael Bambang Hartono (71) bersama saudaranya, Robert Budi Hartono (70), membukukan kekayaan masing-masing USD 3,5 miliar. Total kekayaan dua bersaudara itu mencapai USD 7 miliar atau sekitar Rp 65 triliun.

Meski setiap tahun namanya masuk dalam daftar seribu orang terkaya di dunia versi Forbes, Michael Bambang Hartono tetap low profile. Pria bernama asli Oei Hwie Siang yang lahir di Semarang, 2 Oktober 1939 ini, juga selalu terlihat sederhana dan ramah.

Dalam kapasitas sebagai ketua umum Asosiasi Taijiquan Nasional Indonesia (ATNI), kemarin Bambang Hartono hadir di Gedung Langit atau Pagoda Kenpark untuk membuka jambore dan turnamen nasional kedua taijiquan (baca: taichi chuan). Turnamen ini, menurut dia, menjadi ajang seleksi atlet-atlet Indonesia menuju even internasional yang lebih bergengsi.

Dia optimistis kualitas atlet kita tidak kalah dengan atlet Tiongkok, negara asal taijiquan. “Sebab, taijiquan sudah menjadi milik dunia. Siapa pun punya kesempatan yang sama untuk mempelajarinya dengan baik dan benar,” tegas Bambang.

Bambang Hartono menekuni olahraga yang dikembangkan di Tiongkok pada 1247 ini sejak 25 tahun lalu. Suami Ikawati Budiarto ini belajar dari Tan Ching Nge, master asal Singapura, dan William CC Chen, master asal New York, USA. Om Hwie Siang, sapaan akrabnya, mengaku menggeluti taijiquan untuk kesehatan dan bela diri.

“Juga life balance (keseimbangan hidup). Karena hobi saya semuanya adalah hal-hal yang memacu adrenalin, maka saya mencari sesuatu yang bersifat menenangkan,” tuturnya.

Di tengah kesibukan mengurus PT Djarum dan sejumlah perusahaan lain, ayah empat anak dan kakek empat cucu ini selalu menyediakan waktu untuk berlatih taijiquan. Cukup satu jam sehari, pukul 07.00 sampai 08.00. “Yang penting, bagaimana membuat manajemen waktu benar,” kata pengusaha yang juga hobi menembak, balap mobil, bridge, dan musik (high-end) ini.

Menurut Bambang, perkembangan taijiquan di sangat pesat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Olahraga ini sudah menjadi milik dunia dan dipraktikkan bebagai kalangan masyarakat. Ritmenya lembut, konsentrasi penuh, napas teratur. Sehingga, praktisi tenggelam dalam apa yang disebut meditasi bergerak.

Pada 17 November 2007 berlangsung musyawarah nasional yang diikuti semua pengurus asosiasi taijiquan se-Jawa dan Bali. Saat itulah, Bambang Hartono menggagas pembentukan Asosiasi Taijiquan Nasional Indonesia (ATNI) dengan pusat di Semarang. Dia optimistis asosiasi ini bakal mampu membawa nama harum Indonesia ke ajang internasional.

Menurut dia, gerakan-gerakan taijiquan yang lamban memang cocok dengan para lansia karena tidak mudah membuat cedera. Namun, dia membantah image di masyarakat seakan-akan taijiquan merupakan olahraganya kaum lansia. “Ini adalah suatu anggapan yang salah,” tegasnya.

Nah, berkat taijiquan itulah, di usia 71 tahun, Bambang Hartono bisa tetap fit memimpin PT Djarum dan beberapa anak perusahaan serta menikmati hobi-hobinya.

4 comments:

  1. salam kenal
    kalau boleh sy tanya ada gk tempat latihan tai chi di samarinda ?

    ReplyDelete
  2. Dikota samarinda, jl.Tantina 1 No.28 Rt.18 kota samarinda

    ReplyDelete