23 November 2010

Kaisar Victorio - Radio Suzana




Oleh Lambertus Hurek
Radar Surabaya, 24 November 2010

Bahasa Mandarin sering disebut sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia. Namun, bukan berarti bahasa nasional Zhongguo (baca: Cungkuo) itu tidak bisa dipelajari oleh orang Indonesia yang bukan keturunan Tionghoa.

“Asalkan kita belajar serius, punya niat, mau memanfaatkan teknologi, dan berlatih berbicara pasti bisa,” tegas Achmad Affandi, penyiar senior Radio Suzana 91,3 FM, kepada saya di studionya, Jalan Wali Kota Mustajab 62 Surabaya. Selasa (23/11/2010).

Kaisar Victorio, nama populer Achmad Affandi, selepas menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2004-2009, kembali mengisi program-program humor di Radio Susana. Salah satunya, Ni Hao Ma, program interaktif berbahasa Tionghoa dan lagu-lagu Mandarin.

Sebagai host, Kaisar Victorio selalu berbahasa Mandarin dalam program rutin selama dua jam pada pukul 13.00-15.00. “Penggemar acara ini sangat banyak. Dan saya pastikan hampir semuanya orang Tionghoa,” ujar penyiar yang menciptakan Trio Burulu (Bunali, Rukem, Lumut) pada 1972 itu.

Lahir di kawasan Ampel, Surabaya, 14 Juni 1946, Achmad Affandi sama sekali tak punya darah Tionghoa. Dia juga mengaku tak pernah belajar atau ikut kursus bahasa Mandarin di mana pun. Les privat pun tak dilakoninya. “Saya belajar sendiri, otodidak. Nggak pakai guru sama sekali,” akunya.

Sang kaisar Suzana ini mengaku sangat termotivasi belajar bahasa Mandarin karena ada kebutuhan untuk memperkaya program siarannya. Ini penting karena sejak dulu radio di gelombang 91,3 FM itu senantiasa menampilkan program yang multietnis.

Nah, ketika larangan terhadap bahasa dan budaya Tionghoa dicabut oleh Presiden Abdurrahman Wahid (almarhum), Victorio kian intensif belajar bahasa negara panda ini.

“Saya manfaatkan program komputer untuk belajar sendiri. Saya belajar mendengarkan, pengucapan, intonasi, nada-nadanya, sampai karakter hutufnya,” terang ayah empat anak ini.

Victorio pun tak malu-malu berkomunikasi dengan warga Tionghoa Surabaya dalam bahasa Mandarin. Perlahan tapi pasti, kemampuan berbahasa Mandarinnya semakin baik. “Semua yang dikatakan pendengar saya mengerti. Saya juga memberi respons atas komentar-komentar mereka,” katanya.

Ketika berkunjung ke Beijing, Tiongkok, sebagai anggota DPR RI, Victorio bisa menjajal kemampuan berbahasa Mandarinnya dengan warga Tiongkok. Dia pun tak perlu bantuan penerjemah seperti halnya anggota-anggota dewan yang lain.

BLOG KAISAR VICTORIO
http://duniakaisar.blogspot.com/

4 comments:

  1. Hehe ini sih penyiar jaman aku kecil kegemaranku, kocak banget pokoknya jdi ingat ibuku lagi numbuk kopi smbil dengerin Radio Suzana pada jam2 sore hari, periode 1977 smpe 1987 Radio Suzana sering aku dengerin terutama yg diasuh Kaisar Victorio, mulai Trio Burulu, Kamus Bahasa Kocak dan kalo tiap pagi Victorio sering mutar lagu barat Hard Rock, semacam ACDC, Kiss, Iron Maiden, Deep Purple pokoknya intelek banget deh jaman itu dimana radio lain belum ada yang muter lagu seperti itu....(Fariz)

    ReplyDelete
  2. kaisar ini memang penyiar yg luar biasa. jarang ada yg bisa nandingi. dia bisa memainkan 4 sampai 5 karakter suara yg berbeda dan semuanya asyik. jeniussss!!!!

    ReplyDelete
  3. hehehe... jadi ingat jaman SMA, aq senang banget sama mbah wono kairun. radio suzana sekarang di jalan apa, bung??

    pras

    ReplyDelete
  4. Yes, I think that victorio is a really the emperor of broadcasters in Indonesia. He is an unique and gifted person. Keep on fire!!!

    ReplyDelete