14 November 2010

Gedung Hakka yang baru




Rapat Kerja Nasional III Perkumpulan Hakka Indonesia di Grand City Surabaya berakhir kemarin (14/11/2010). Sebelum kembali ke daerah masing-masing, sekitar 250 delegasi dari seluruh tanah air menghadiri peresmian Gedung Hwie Tiauw Ka di Mangga Dua, Jagir Wonokromo.

Gedung berlantai tiga ini diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan komunitas Hakka di Kota Surabaya dan Jawa Timur umumnya. Selama ini segala aktivitas Hwie Tiau Ka yang baru merayakan ulang tahun ke-190 ini dipusatkan di Jalan Slompretan.

Gedung tua di kawasan pecinan itu telah menjadi salah satu bangunan cagar budaya di Kota Surabaya. “Jadi, kita tidak bisa mengubah bentuk atau memperluas gedung itu. Sementara aktivitas Hwie Tiauw Ka dan Perkumpulan Hakka makin meningkat akhir-akhir ini,” jelas Dr Joshie Halim, ketua panitia rakernas, di sela peresmian Gedung Hwie Tiauw Ka.

Karena itu, para pengurus dan tokoh masyarakat Hakka di Surabaya memandang perlu membuka sebuah gedung serbaguna yang baru. Apalagi, Surabaya selama ini menjadi motor penggerak aktivitas Perkumpulan Hakka di Jawa Timur. “Syukurlah, gedung serbaguna itu akhirnya bisa diresmikan,” kata Joshie Halim.

Menurut Joshie, ke depan gedung di kompleks ruko Mangga Dua ini akan lebih banyak dipakai oleh kaum muda Hwie Tiauw Ka alias Perkumpulan Hakka. Di situ juga dibuka kursus bahasa Mandarin, kursus bahasa Hakka, serta aneka seni budaya Tionghoa, khususnya yang terkait dengan Hakka.

“Orang-orang Hakka ini punya tradisi berbalas pantun seperti kebiasaan masyarakat Batak di Sumatera. Ada tradisi sastra lisan. Tradisi dan budaya seperti ini memang perlu dilestarikan dari generasi ke generasi,” papar Joshie seraya tersenyum.

Acara peresmian Gedung Hwie Tiauw Ka kemarin berlangsung meriah. Diiringi atraksi barongsai Lima Naga, para delegasi rakernas meninjau ruangan dari lantai satu hingga lantai tiga. Nuansa Jawa pun terlihat kental dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama makanan khas Surabaya.

Setelah itu, para pemuka masyarakat Hakka berdiri berjejer di depan gedung untuk memotong pita merah. Tirai penutup papan nama gedung pun terbuka. Acara yang dipandu MC dalam bahasa gado-gado Mandarin, Hakka, Indonesia, dan Jawa itu pun berlangsung gayeng. Semuanya bertepuk tangan meriah.

Sebelumnya, Sabtu (13/11/2010) malam, ratusan peserta rakernas menikmati atraksi seni budaya persembahan komunitas Hakka di Surabaya. Tahun depan, menurut Joshie Halim, bakal digelar musyawarah nasional Hakka di Medan, Sumatera Utara. (*)

BACA JUGA
Hwie Tiauw Ka di Surabaya

No comments:

Post a Comment