21 November 2010

Baswedan dan RS Al-Irsyad Surabaya



Sebagai putra pengusaha keturunan Arab terkemuka, Said Faisal Basymeleh tak asing lagi dengan kota tua dan bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Ampel dan sekitarnya. Salah satu tetenger yang masih berdiri kokoh hingga sekarang adalah bangunan Rumah Sakit Al-Irsyad di Jalan KH Mansur 210-24 Surabaya.

“Itu bekas rumah milik nenek dari istri saya (Laila Baswedan),” ujar Said Basymeleh kepada saya, Kamis (18/11/2010).

Almarhum Basymeleh dikenal sebagai tokoh di kawasan Ampel dan punya keluarga besar. Layaknya tokoh berpengaruh tempo doeloe, Baswedan sengaja membuat rumah besar untuk dihuni anak-anak dan cucu-cucunya. Di dalamnya dibuat kamar-kamar, yang juga sangat luas, untuk ditempati masing-masing keluarga.

“Nah, ruang tengah yang sekarang menjadi ruang tunggu pasien RS Al-Irsyad itu dulunya ruang keluarga. Kalau keluarga besar berkumpul, makan bersama, ya, di ruang tengah itu,” tuturnya.

Baswedan sendiri meninggal dunia jauh sebelum tahun 1970-an. Para anak cucunya kemudian mewarisi rumah besar di jalan raya strategis di kawasan Ampel itu. “Belakangan, mereka merasa rumah itu terlalu besar. Lantas, masing-masing keluarga kemudian pindah ke beberapa rumah yang lebih kecil,” kenangnya.

Yayasan Al-Irsyad kemudian tertarik menjadikan bangunan milik almarhum Baswedan itu sebagai rumah sakit. Mereka bernegosiasi dengan ahli waris Baswedan. “Bahkan, sebagian dari bangunan rumah itu dihibahkan untuk Al-Irsyad. Jadi, dibeli dengan harga yang katakanlah di bawah harga sebenarnya,” tuturnya.

Maka, sejak 1972 rumah itu dijadikan RS Al-Irsyad sampai sekarang. Menurut Said, keluarga besar Baswedan tak punya kaitan apa-apa dengan rumah rumah sakit itu. Said sendiri hanya punya ‘hubungan emosional’, bahwa tempo doeloe leluhur istrinya pernah menghuni bangunan dengan plafon yang sangat tinggi itu.

“Itu sudah sepenuhnya milik Yayasan Al-Irsyad. Sudah dihibahkan, ya sudah, mereka yang kelola sebagai rumah sakit biar lebih profesional,” tandas Said.

Rupanya, pengalamannya sebagai arek Suroboyo keturunan kampung Ampel yang berpengaruh di masa lalu diam-diam membuat Said Basymeleh punya kecintaan yang sangat kuat pada sejarah. Dia senang menjadi filatelis, kolektor prangko, kemudian kolektor foto-foto tua tentang Surabaya.

Melalui foto-foto lama itu, Said bisa bernostalgia jauh ke masa lalu. Oud Soerabaia! (lambertus hurek)

1 comment:

  1. Assalamualaikum..

    info: Situs Yayasan Sosial Al Irsyad Cilacap:

    http://alirsyad-cilacap.or.id/

    dan Forum Komunitas Al Irsyad Cilacap:

    http://komunitas.alirsyad-cilacap.or.id/

    serta info lowongan kerja terbaru di Al Irsyad Cilacap:

    http://www.alirsyad-cilacap.or.id/info-lowongan

    ReplyDelete