01 October 2010

Renovasi Gereja GYB Surabaya



Romo LUCIUS URAN lagi mejeng di pameran lukisan.



Sebagian besar bangunan Gereja Gembala Yang Baik (GYB) Surabaya terbakar pada 18 Februari lalu. Saat ini proses renovasi gereja di Jalan Jemur Handayani X/14 itu sedang berlangsung. Menurut rencana, misa pemberkatan sekaligus peresmian dilakukan Uskup Surabaya Mgr Sutikno Wisaksono pada 12 Desember mendatang.

"Kita berharap, pada perayaan Natal nanti, gereja beserta pastoran dan aulanya sudah bisa dipakai. Sekarang ini proses renovasi masih terus berjalan," ujar Kepala Paroki GYB Surabaya Romo Lucius Uran SVD, Kamis (30/9/2010).

Ditemui saat menyaksikan pameran lukisan di Aula Gereja Santo Vincentius a Paulo, Jalan Widodaren 15 Surabaya, Romo Uran menyebutkan, proses renovasi bangunan gereja yang terbakar beserta pembangunan aula dan pastoran berlangsung relatif lancar. Bahkan, upaya penggalangan dana yang mencapai Rp 5 miliar bisa dilakukan dengan cepat.

Pastor asal Flores Timur ini merinci, biaya renovasi gedung gereja, pastoran, aula, dan gedung ekstensi sekitar Rp 4,5 miliar. Adapun biaya untuk keperluan interior mencapai Rp 500 juta. Semula Romo Uran mengaku gamang membayangkan dana yang sangat besar itu.

Maklum, ketika Gereja GYB belum terbakar, pastor beserta pengurus dewan paroki sudah berencana merenovasi aula, pastoran, dan menambah gedung di samping gereja untuk menampung jemaat yang meluber saat misa hari Minggu. Saat itu pihak gereja kesulitan menghimpun dana hingga miliaran rupiah.

"Tapi, setelah ada musibah kebakaran di gereja, umat dan para donatur sepertinya berlomba-lomba untuk memberikan sumbangan. Jadi, saya percaya, ada rencana dan kuasa tersembunyi dari Tuhan di balik peristiwa kebakaran ini," ujar Romo Uran lantas tersenyum lebar.

Sebagai gambaran, pastoran yang tadinya hanya dua lantai, sekarang bisa dikembangkan menjadi tiga lantai. Aula paroki, semacam ruang serbaguna, yang sebelumnya hanya satu lantai, sekarang tengah dibangun menjadi dua lantai.

"Semua bangunan itu mungkin akan sangat lama baru bisa dibangun seandainya tidak terjadi kebakaran. Sekarang hampir selesai dan tinggal diresmikan saja pada 12 Desember," tukasnya.

Romo Lucius Uran juga mengaku bangga dengan semangat umat Paroki GYB selepas peristiwa kebakaran di hari Rabu Abu itu. Meski harus mengadakan misa kudus di bawah tenda selama enam bulan, umat tetap setia, bahkan lebih antusias. Mereka tidak 'kabur' dengan ikut misa gereja-gereja Katolik lain yang selama proses renovasi berlangsung.

"Ini yang membuat saya terharu," katanya.

Dimuat RADAR SURABAYA edisi Jumat 1 Oktober 2010

1 comment:

  1. om hurek... Romo Lucius Uran SVD ini dulu pernah menjadi pastor di Paroki St Arnoldus Janssen, Bekasi... gereja itu satu kompleks dgn SD Strada tempat aku bersekolah... sekolahku pasti mengadakan misa di situ, begitu juga aku waktu di sekolah ikut paduan suara dan beberapa kali mengiringi misa di gereja itu...

    semoga Romo Lucius Uran tetap sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan...

    ReplyDelete