28 October 2010

Grup Zong Zheng Memang Ciamik



Penampilan Zong Zheng Musical Dance Group di Grand City Surabaya, Rabu (27/10/2010) malam, memang ciamik. Sebanyak 79 duta budaya asal Tiongkok ini tampil rapi, kompak, profesional, dengan standar kualitas tingkat dunia.

Sulit dipercaya, mereka yang sehari-hari bekerja sebagai Tentara Pembebasan Rakyat (Renmin Jiefangjun) mampu tampil layaknya artis profesional. Diiringi irama mars ala militer yang bertempo cepat, para tentara ini kompak memainkan gerakan-gerakan yang sangat sulit.

Mereka menggabungkan berbagai elemen seperti senam, tarian tradisional, sirkus, hingga balet. Para pemain bisa dengan mudah menari sambil salto hingga belasan kaki. Atau, melipat tubuhnya seperti pemain sirkus.

“Kita beruntung bisa menyaksikan secara langsung penampilan para seniman kelas dunia dari Tiongkok. Ini merupakan kesempatan yang sangat langka,” ujar Suwaji Widjaya, ketua panitia malam seni budaya, yang dihelat Perkumpulan Masyarakat dan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Permit), Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) ini.

Selain tarian militer seperti Zuguo Qingjian Yue, penampilan para penyanyi asal negara berpenduduk 1,3 miliar ini pun tak mengecewakan. Kualitas vokal, teknik produksi suara, dan penguasaan panggung mereka tak kalah dengan penyanyi-penyanyi opera kelas dunia.

Ketika membawakan lagu daerah Maluku, Ayo Mama, Zhou Xiaolin mendapat aplaus sangat meriah. Bukan hanya karena lagu itu sangat dikenal orang Indonesia, tapi juga teknik produksi suara soprano ini sangat istimewa. Lagu Ayo Mama, kita kenal sebagai nyanyian anak-anak sekolah itu menjadi dahsyat ketika dibawakan Zhou.

Zhou Xiaolin memang bukan soprano sembarangan. Lulusan Central Conservatory of Music, Beijing, ini pernah meraih penghargaan di Jerman. Zhou juga pernah tampil bersama sebuah orkes simfoni asal Jerman pada 2005 di Tiongkok. Dua tahun lalu, Zhou menjadi pemeran utama dalam opera Sihiren Li Bai di Tiongkok.

Vokalis papan atas lain yang memukau sekitar 2.000 warga Surabaya di Grand City adalah Cai Guoqing. Dia membawakan Bengawan Solo, lagu keroncong karya Gesang. Selain vokalnya yang tinggi dan bening, Cai mendapat aplaus meriah karena dia mampu membawakan Bengawan Solo dalam bahasa Indonesia. Sedangkan Ayo Mama dan Sing Sing So dinyanyikan dengan syair Mandarin.

Cai Guoqing, selain tercatat sebagai pengurus Asosiasi Musik Pop Tiongkok, juga meraih banyak penghargaan bergengsi di negaranya. Sayang, para penyanyi Tiongkok ini hanya diiringi musik minus one, bukan orkes simfoni. Ini membuat penampilan mereka tak ubahnya lomba karaoke lagu-lagu Mandarin. (*)

No comments:

Post a Comment