29 October 2010

AYO MAMA Populer di Tiongkok



Notasi angka AYO MAMA. Musical sheet for AYO MAMA, an Indonesia folk song.



Kalau orang Malaysia sangat suka lagu RASA SAYANG, orang Tiongkok sangat suka lagu AYO MAMA dan BENGAWAN SOLO. Setiap kali ada konser atau pergelaran musik duta budaya Tiongkok di Surabaya, hampir pasti AYO MAMA dan BENGAWAN SOLO diperdengarkan oleh para artis Tiongkok.

Rabu malam, 27 Oktober 2010, rombongan Zong Zheng Musical Dance Group tampil di Grand City, Jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Dua lagu ini, AYO MAMA dan BENGAWAN SOLO, dinyanyikan dengan sangat baik. Juga ada satu lagu daerah Batak, SING SING SO.

Sebelumnya, di Hotel V3 Surabaya, Jalan Tambakbayan, rombongan kesenian dari Yunnan, juga di Tiongkok, membawakan dua lagu itu. Semangat banget mereka menyanyi meski tak sebagus yang di Grand City.

“Orang Tiongkok memang sangat familier dengan lagu AYO MAMA dan BENGAWAN SOLO. Mereka kebanyakan hafal dua lagu ini, tentu saja dengan lirik Mandarin,” ujar James Chu, pemusik asal Banyuwangi, yang pernah bekerja di Wuhan, Tiongkok.

Sekarang James bekerja di Hongkong. Masyarakat Hongkong pun sangat suka dua lagu daerah ini. Maka, saya sering heran mengapa dalam 10 tahun belakangan ini lagu-lagu daerah kita jarang muncul di televisi. Televisi-televisi kita yang begitu banyak rupanya lebih suka cari uang dengan mempromosikan album-album pop anyar, nyaris selama 24 jam.

Terus terang, saya terharu sekaligus terkagum-kagum mendengar AYO MAMA dibawakan Zuguo Qingjian Yue, soprano asal Tiongkok di Grand City. Kualitas vokal, teknik produksi suara, penguasaan panggung, ekspresi, penghayatan... luar biasa. Bahkan, jauh lebih baik daripada penyanyi-penyanyi Indonesia.

Saya sudah sering menyaksikan konser musik klasik, orkes simfoni, resital, bintang radio, hingga program musik pop yang diadakan televisi-televisi nasional. Tapi baru kali ini saya puas mendengar AYO MAMA dinyanyikan dengan sangat bagus. Orkes simfoni yang mengiringi Zhou ini mantap, suara soprannya pun sangat terlatih.

Tak heran, sekitar 2.000 pengusaha Jawa Timur, juga pejabat-pejabat teras macam Gubernur Jawa Timur Soekarwo memberikan aplaus panjang. Xiexie! Xiexie! Xiexie ni!

Malam itu Zhou Xiaolin seakan memberikan pelajaran seni suara plus mengingatkan kita, bangsa Indonesia, bahwa kita punya lagu-lagu daerah yang berkualitas seperti AYO MAMA. Sudah lama kita terlena dengan industri musik pop, melupakan khasanah budaya sendiri.

Kita baru tersentak ketika rakyat Malaysia menyanyikan RASA SAYANG, lagu rakyat Maluku, hampir setiap hari di hajatan-hajatan mereka. “Kalau ada acara di Malaysia, terakhir selalu dinyanyikan RASA SAYANG sambil berbalas pantun,” kata Daniel Rohi, mantan dosen sebuah universitas di Selangor, Malaysia, kepada saya.

Zhou Xiaolin ini bukan soprano sembarangan. Dia lulusan Central Conservatory of Music, Beijing, dan beberapa kali meraih penghargaan bergengsi di Eropa, khususnya Jerman. Zhou juga tampil bersama sebuah orkes simfoni asal Jerman pada 2005 di Tiongkok. Dua tahun lalu, 2008, Zhou menjadi pemeran utama dalam opera Sihiren Li Bai di Tiongkok.

Sebagai ungkapan terima kasih saya kepada Zhou Xiaolin, juga rakyat Tiongkok, yang telah melestarikan AYO MAMA, saya sengaja menyebarluaskan teks lagu rakyat Maluku ini berikut notasi angkanya di blog ini. Semoga AYO MAMA, dan lagu-lagu rakyat Indonesia lainnya, terus bergema di Tiongkok dan negara-negara lain di dunia.

Kalaupun lagu-lagu rakyat Indonesia tergusur oleh musik pop, paling tidak kita bisa pergi ke Tiongkok untuk belajar pada Zhou Xiaolin dan rakyat Tiongkok.

ZHOU XIAOLIN, WOMEN DOU PENGYO!
HUITOU JIAN! XIEXIE NI!

2 comments:

  1. lagunya sederhana tapi wuenaaak..

    ReplyDelete
  2. Bersyukurlah Indonesia punya kekayaan di bidang musik.

    ReplyDelete