28 September 2010

Jangan Berbahasa Indonesia di Malaysia




Selasa, 28 September 2010. Saya menghadiri acara halalbihalal di Surabaya Hotel School (SHS), Jalan Joyoboyo 10 Surabaya. Di sela makan siang, Bagus Supomo, bos SHS, memperkenalkan sembilan mahasiswa SHS yang akan segera bekerja di Hotel Westin Langkawi, Malaysia.

SHS sudah bekerja sama dengan Westin Langkawi sejak 2006.

Pihak hotel bintang lima itu rupanya terkesan dengan kinerja anak-anak muda SHS. Maka, belum lama ini pihak Westin Langkawi datang ke Surabaya untuk merekrut mahasiswa-mahasiswa SHS. Belum lulus sudah direkrut. Hebat, bukan?

Kontrak kerja selama dua tahun. Gaji jelas. Fasilitas oke. Job description di hotel sangat jelas. Pak Bagus sempat memperlihatkan dokumen kontrak kerja pihak Westin Langkawi dan SHS kepada saya.

"Ah, seandainya semua TKI kita yang kerja di Malaysia diperlakukan secara profesional macam ini," kata saya dalam hati.

Acara selanjutnya, Pak Bagus memberikan wejangan kepada sembilan mahasiswanya yang segera berangkat ke Langkawi. Pak Bagus berkata:

"Ketika berada di Malaysia, jangan sekali-kali bicara bahasa Indonesia. Biarpun dengan teman sendiri, kalian harus berbahasa Inggris. Speak English everyday, everytime, in Malaysia!"

Mengapa tak boleh berbahasa Indonesia di Malaysia? Bukankah bahasa Melayu-Malaysia mirip bahasa Indonesia?

"Kalau kita bicara bahasa Indonesia di Malaysia, nanti kita dikira TKI. Saya punya pengalaman buruk di Malaysia," jawab Pak Bagus.

Kami semua, 20-an wartawan berbagai media massa di Surabaya, tertawa lebar. Hehehe.....

Suatu ketika, di Kuala Lumpur, Bagus Supomo berbicara dengan orang Melayu (Malaysia) hendak minta layanan. Pak Bagus pikir, si Melayu itu akan ramah, mau memberikan pelayanan, karena bahasa yang dipakai bahasa Indonesia. Bahasa yang masih serumpun dengan Melayu. Apa yang terjadi?

"Saya dikira TKI, tenaga kerja Indonesia, biasa," kenang Pak Bagus yang dikenal sebagai tokoh perhotelan di Surabaya itu. Pak Bagus itu salah satu pendiri organisasi Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jawa Timur.

Wajah si Melayu pun cemberut. Tampak sekali kalau TKI-TKI kita mendapat layanan kelas dua atau kelas lima. Imej TKI, yang jumlahnya jutaan orang itu, tidak baik di Malaysia. TKI-TKI masih dianggap orang bodoh, tidak sekolah, hanya bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar dan kotor di Malaysia. Pekerjaan-pekerjaan yang sudah lama dijauhi warga negara Malaysia sendiri, baik itu yang Melayu, India, atau Tionghoa.

Melihat gelagat yang tidak baik, Bagus Supomo langsung bicara dalam bahasa Inggris. Cas-cis-cus layaknya bule-bule Eropa atau Amerika. Maklum, Pak Bagus tergolong salah satu guru bahasa Inggris yang sangat mahir berbahasa Inggris. Apa reaksi si Melayu itu?

"Waduh, saya diperlakukan dengan baik sekali. Apa saja yang saya minta langsung dilayani. Coba kalau saya tetap berbahasa Indonesia, mungkin saya dibiarkan keleleran di Malaysia," cerita Pak Bagus.

Saya dan teman-teman tertawa lagi.

Jutaan rakyat Indonesia bekerja di Malaysia. TKI-TKI itu berangkat tanpa keterampilan yang jelas. Alih-alih bahasa Inggris, TKI-TKI itu juga kebanyakan hanya bisa berbahasa ibunya. Bahasa Indonesia pun tak fasih.

Sebagian besar TKI hanya lulusan sekolah dasar, bahkan tidak sekolah. Ini yang bikin imej orang Indonesia di Malaysia sangat buruk.

Kebanyakan rakyat Malaysia menganggap bangsa Indonesia ini BODOH, hanya bisa jadi babu, kuli, tukang, dan pekerjaan-pekerjaan kasar. Bangsa yang kerja pakai otot, bukan kerja pakai otak.

Maka, saya senang melihat sembilan calon TKI yang dikirim Pak Bagus ke Hotel Westin Langkawi di Malaysia. Moga-moga mereka bisa membantu memperbaiki citra bangsa Indonesia di Malaysia yang sudah telanjur sangat buruk.

23 comments:

  1. Saya tersenyum dengan celoteh saudara. Mungkin pengalaman Pak Bagus itu sebagai suatu kasus terpencil. Saya bangga dengan warga Nusantara semuanya walaupun jarak antara kita agak jauh. Saudara di Surabaya, saya di Dungun, Terengganu tapi kita berkongsi satu bahasa dan saya berbangga dengan bahasa saya. Manusia semuanya sama. Kalau kesombongan suatu bangsa kerna kekayaannya, tunggulah detik kepapaan, ia pasti tiba. Kami tidak beranggapan TKI sebagai sedemikian, malah ungkapan seumpama itu amat tidak wajar; tiada tamadun!
    Mungkin sekali sebahagian kecil orang Malaysia beranggapan TKI sebagai kurang cerdik tapi itu bukan suara mayoritas. Mana mungkin sebahagian TKI menetap di tempat saya dan pulangnya ke Indonesia untuk berhari raya bisa digelar jelek?
    Saya ada kenalan (asal Flores tapi tidak tahu dari bahagian Flores yg mana, timur atau tengah} tapi bekerja dengan tekun sebagai pemandu bot pelancung/turis. Dia ada kehidupan yg baik di sini dan kami senang dengan dia. Sebagai manusia, itu kan satu fitrah...sentiasanya mencari yang lebih baik...di mana saja.

    ayra_j

    ReplyDelete
  2. ponnya bagus. kalau mau ke luar negeri, sebaiknya para pencari kerja itu harus punya skill atau keterampilan. jangan modal nekat doang!!! salut buat SHS n pak bagus.

    ReplyDelete
  3. saya merasa amat kesal dengan tulisan saudara yang hanya mengambil kes yang saya anggap terpencil. Saya sarankan agar saudara datang sendiri ke malaysia dan merasai sendiri pengalaman dan jangan menulis hanya berpandukan kepada cerita segelintir orang yang mungkin pada pandangan saya ada kepentingan dan cuba merosakkan hubungan rakyat kedua-dua negara dengan menulis cerita2 negatif sebegini.
    Saya sendiri agak kerap ke Indonesia dan mempunyai ramai kenalan termasuk tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Malah kami juga mempunyai pembantu rumah yang kami layan dengan baik seperti keluarga sendiri.
    Apa yang saya kesalkan, media dan rakyat Indonesia tidak pula melihat kepada kes jenayah yang dilakukan oleh rakyat Indonesia di malaysia terutam mereka yang datang tanpa izin.
    untuk pengetahuan saudara, majoriti kami tidak pernah menghina atau memandang rendah rakyat Indonesia. Percayalah tidak ada gunanya untuk berbuat begitu selagi kita punya kewarasan akal dan fikiran. Penderaan ke atas pembantu rumah Indonesia jika diteliti majoritinya dilakukan oleh mereka yang bukan berbangsa Melayu dan beragama Islam.
    saya sarankan agar saudara sebagai journalis..sama seperti saya agar membuat survey terhadap pembantu-pembantu rumah dan pekerja Indonesia yang pernah berada di Malaysia dan cuba dapatkan pandangan mereka dengan sejujur mungkin.
    Apa pun, saya suka mengikuti blog dan tulisan saudara, cuma saya lebih suka jika apa juga penulisan yang menyentuh Malaysia kalau boleh buatlah sedikit survey agar tidak ada mana-mana pihak yang tersentuh.

    ReplyDelete
  4. Kepada Anonymous dari Seberang :

    1. Mohon tak usah kesal, penulis Blog ini hanya memindahkan percakapan yang pernah terjadi antara Beliau dengan seseorang [Pak Bagus] dari dunia nyata ke dalam laman Blog ini.

    2. Mohon dibaca sekali lagi, mana tahu ada salah tafsir [mungkin karena kendala bahasa], cerita yang ditulis tersebut berasal dari kisah nyata orang lain yang kebetulan pernah berkunjung ke negara Anda. Bilamana ada pengalaman yang kurang enak, maka wajar jika Beliau [Pak Bagus] membagi nasihatnya kepada yang belum pernah dan akan pergi ke sana. Penulis Blog ini hanya meneruskan apa adanya saja. Tulisan tersebut tidak berisi hasutan ataupun hujatan, namun lebih kepada sebuah peringatan kepada Bangsa Indonesia tentang cara bertahan hidup di Negeri Orang.

    3. Mohon, mengenai Mitos Jenayah, perlu kiranya Anda periksa berita di media Anda sendiri, seperti di sini : <a href="http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2007/10/4/nation/19073162&sec=nation>Police:80% of crimes committed by Malaysians</a>. Intinya adalah Jenayah yang dilakukan di Negara Anda lebih banyak [80%] dilakukan oleh warga Anda sendiri dan sisanya [20%] oleh orang asing. Modus Operandinya, pelaku Jenayah tersebut bercakap dengan logat dan bahasa “asing” guna melakukan penyesatan.

    4. Masih mengenai Mitos Jenayah, <b>THE RISE OF CRIME IN MALAYSIA : An academic and statistical analysis<b>,<i> ACP Amar Singh Sidhu, 2005<i>, menjelaskan bahwa selama periode 1992-2002 kejahatan yang dilakukan oleh orang asing hanya berada di sekitar 2% dari total indeks kejahatan di Malaysia. Pada per kapita, rata-rata Orang Asing melakukan kejahatan sekitar 3,8 per 1000 penduduk asing [di Malaysia], sedangkan Warga Malaysia berkomitmen 5,3 per 1000 penduduk Malaysia. Hal ini menunjukkan bahwa pada per 1000 penduduk ternyata Orang Malaysia melakukan kejahatan/jenayah/crime lebih banyak dari Orang Asing.

    5. Kajian serupa yang ada, sayangnya tidak memasukkan data Sosio-Antropologi secara terperinci terutama mengenai variabel Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan [SARA] bagi para pelaku Jenayah tersebut.

    6. Mengenai Data pelaku Jenayah Malaysia terhadap Warga Negara Indonesia di Malaysia, saya mengalami kesulitan memperolehnya, mungkin Saudara bisa memberi bahan tersebut kepada kami? Terutama dengan Variabel SARA-nya?

    7. Terima kasih, sudah memperlakukan Warga Negara Indonesia dengan baik dan menganggap mereka tidak bodoh. Sekali lagi Terima Kasih.

    --------
    sibatunisan

    ReplyDelete
  5. @anymous

    1. untuk perlakuan kurang sopan warga malsyia kpd wni itu sudah rahasia umum, tak usahlah di tutupi..blog indo yg lain pun sudah sering memberitakan...terutama malaysia imigration.

    2. hari ini di media online ada berita nelayan indo yg di pulangkan dari malaysia dan mereka cerita selama di tahan di malaysia mereka di perlakukan tidak manusiawi, salah satunya di paksa telanjang sambil nari.

    3. Hal spt itu bisa di baca dan diketahui masyarakat di indo, karena di sini media tidak di batasi dalam pemberitaan unless tidak memberitakan hal sensitive spt SARA (race, religion )

    4. Mostly indonesia memandang negatif setiap mendengar kata malaysia, mungkin itu juga alasan nya produk kesenian malaysia (song, movie, telemovie) tidak laku/tidak di sukai di indonesia..

    ReplyDelete
  6. Sangat mengerikan sekali yah orang melayu malaysia, saya kira mereka orang yang ramah dan berbudaya melayu. tetapi sifat mereka memang berbeda dengan budaya melayu indonesia yang menjunjung azas persamaan.
    merendahkan manusia lainya karena kekayaan dan pendidikan menjadi sifat yang sangat tidak terpuji. Allah SWT tidak menilai seseorang dari kekayaan atau pendidikan tetapi Allah menilai dari keimanan dan ketaqwaan.
    Ingat! Miskin bukanlah kehinaan dihadapan Allah. jadi jangan menilai orang dari kaya atau miskin, semua sama.

    ReplyDelete
  7. Di mana-mana orang sama saja, ada yang baik ada yang buruk, ada yang suka mengasihi orang susah/rendah, ada pula yang malah menghina, menertawakan dan kalau bisa mengeksploitasi. TKI yang masuk ke Malaysia banyak yang KENA TIPU orang Indonesia sendiri, biro-biro penyalur tenaga kerja yang menjanjikan kerja enak dan gaji besar. Yang kena tipu biasanya ....ya....yang pendidikannya rendah dan kepepet oleh kemiskinannya. Kemiskinan membuat orang Indonesia menjadi nekat. Saya menghormati para TKI yang punya semangat kerja untuk memperbaiki keadaan ekonominya. Pemerintah harus lebih care terhadap masalah TKI. Saya warga negara Indonesia yang hidup enak dan bahagia di dalam negeri, nggak rela juga mendengar saudara sebangsa hidupnya keblangsah (susah) dan teraniaya di negeri orang. Biro penyalur tenaga kerja pembual, penipu, mencari keuntungan di atas penderitaan orang HARUS DIBASMI, pelakunya ditangkap dan diproses hukum.

    ReplyDelete
  8. Mohon maaf, tidak semua orang Malaysia begitu, banyak teman Malaysia saya di Shah Alam sampai Putera Jaya, sama seperti di Indonesia aja kok, sama halnya dengan warga Indonesia, warga Malaysia yang paham dan tidak begitu saja terkontaminasi kabar-kabar buruk hubungan RI-My akan senantiasa menghargai, even all my friends in Malaysia always sent msg using Indonesian, mereka kepo akan words yang mereka dapet, nanya apa artinya, saya pun begitu, M'sian bangga aja berbahasa Indonesia karena dapet hal baru, pengaruh Indonesia kuat disana, saya senang sama orang Malaysia yang menghargai orang Indonesia, tapi saya lebih senang kalo orang Indonesia lebih menghargai orang lain, arigato gozaimasu minna-san!

    ReplyDelete
  9. poinnya adalah :
    (1) jangan lagi kirim pembantu dan pekerja kasar ke malaysia.
    (2) pemerintah indonesia harus bisa menjamin warga negaranya untuk bisa bekerja di indonesia.
    (3) kita akan selalu terhina bila masih jadi babunya orang malaysia.

    ReplyDelete
  10. indo-mly saling membutuhka bro. Jgn saling bertengkar. Buang2 mase je. Biarlah yg terjadi terjadilah. Tak ada yg bs kalian lakukan.

    ReplyDelete
  11. Saya pernah pergi ke Malaysia,karna kepepet aku bingung Mantan pacarku tetanggaku mau nikah,pdhl aku msh sayang tapi mmg kedua org tua tak merestui akhirnya aku bingung mau pergi jauh dari rumah biar tak melihat dia hidup bersanding dgn org lain. suatu hari kawanku menawariku kerja di malaysia,aku bingung bimbang pikir2 terus yaudah akhirnya aku mau juga ini semua karna aku ingin jauh dari mantan pacarku biar aku bisa melupakanya. Lewat Agen dari ponorogo jatim aku di buatin pasport dan akhirnya terbang ke johor bekerja di pam minyak petronas saya jaga kounter di sana selama 4 bulan saya langsung kabur ikut kawan saya karna saya merasa tertipu sama agen pas di rumah katanya gaji 1.000rm lebih tapi faktanya sebulan aku di gaji 300rm,jelas tidak cukup. Padahal aku dh kerja keras,disiplin. Kuakui kbanyakan org melayu itu baik china juga baik,india ya baik. Tapi ada juga sebagian org india yg kadang bikin onar/menipu. Setelah aku pikir2 gaji gk cocok akhirnya aku kabur pdhl pasport aku masih di pegang si Bos.tapi aku nekat pergi terus aku ikut kawan pergi ke negri keddah ya terpaksalah kerja kasar jadi tukang bangunan tapi gpp gaji lumayan sehari 70rm cukuplah. Kuakui org indo klo di malaysia itu kebanyakan pada buat onar suka mabuk2an lah suka gandeng perempuan2 indo yg kerja di kilang/PRT pada tidur serumah tanpa ikatan nikah ya itulah kelakuan kawan2 saya sekampung. Terus saya sering pindah2 ke Kuantan Pahang,Kuala Terengganu. Dan dah 1 tahun aku dah lelah ingin balik indo akhirnya alhamdulillah aku jadi balik indo lewat jalur belakang sungguh sangat ironis orang ilegal itu. Malem itu aku naik bas dari kuala trengganu kira2 pukul 12 pm sampai johor pukul 4.00 waktu subuh di situ aku ikut agen aku bayar 1000rm. Terus aku di kumpulin di suatu rumah kecil di situ banyak org indo dr daerah mana aja terkumpul sekitar 25 orang lah setelah itu aku di bawa pakai mobil ke dalam hutan ternyata di dalam hutan banyak juga org indo ada ratusan malahan. Rame banget macam pasar,tapi penjaganya sangat kejam pakai pedang pistol persis bajak laut,selama di hutan cuma dapat jatah makan nasi bungkus sekali. Saya dan kawan2 di suruh berjalan kira2 1km dari pesisir laut,berangkat pukul 7.00 malam di suruh berbaris di jalan,yg perempuan dan anak2 suruh di depan yg muda di belakan berjalan menyusuri jalan setapak naik turun pegunungan ada wanita yg terjatuh jatuh kasian bangetlah ada yg sampai jatuh tak sadarkan diri. Demi untuk mendapatkan jatah kapal kecil yg muatanya kira 50 org tapi di isi 90 org. Akhirnya yg pria muda mengalah dan akhirny balik hutan lagi naik turun sungguh sangat menyedihkan banyak org2 di pukuli penjaganya,macam latihan tentara bawa beg 3 hari 3 malam berjalan sampai laut balik lagi karna mengalah sm yg perempuan sungguh sangat keji makan cuma sekali,air beli mahal semua roti harganya 1ringgit di hutan di jual 10 runggit,air mineral 3rm di jual 10rm. Sungguh keji sampai2 aku sama kawanku klo lari dari hutan mau di bunuh. Pada kelaparan gk mandi 4 hari. Saya selalu berdoa sama allah dan alhamdulillah hari ke 4 aku dapat pulang naik kapal kecil berisi 50 org penuh sesak hidup mati aku pasrahkan sama allah. Pukul 3.00 pagi aku sampai tanjung pinang puji syukur. Di situ aku pd nginap di rumah warga pada mandi semua maklum gk mandi 4 hari bau lah. Dan pada gembira semua tapi aku blum dpt tiket,aku bingung balik kmn ke surabaya apa Semarang. Ya akhirnya aku dpt kawan baru org madura ia ngajak aku balik lewat surabaya. Setelah pagi aku di jemput mobil di antar ke pelabuhan tanjung pinang ke Batam. Dan akhirnya aku ketemuan sama agen tiket,yaudahlah sampai ke surabaya 2 jam lah. Terus aku naik bus balik lah ke kampungku alhamdulillah ya allah bisa ketemu keluarga,sampai sekarang aku kapok jangan sampai lagi ke Malaysia dgn ilegal. Karna menurutku lebih enak kerja di indo walaupun gaji 3x lipat sana. Sekian itu cuma ceritaku dulu tahun 2012 di Malaysia. Wassalam..wr..wb.

    ReplyDelete
  12. kita orang indonesia lebih bermartabat dan high class dari pada orang malaysia "low class" dan NORAK....!!!! orang bule: australia, amerika, dan negara lainnya tidak suka orang malaysia.

    ReplyDelete
  13. kita orang INDONESIA lebih bermartabat, ramah, dan high class dari pada orang malaysia "low class, NORAK, tidah ramah, sombong, orang asing aja seperti Amerika, australia dan negara22 lainnya tidak suka orang malaysia, kalo mereka sudah berkunjung ke indonesia dan malaysia, mereka lebih memilih negara indonesia, org indonesia lebih ramah, high class dan bermartabat tinggi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syok sendiri ke ape nie?? Dapatan daripada mana .. Kajian terhadap berape org?? Adakah seorang itu blh mewakili keseluruhan?? Apakah anda thu knapa media Malaysia selalu tertutup?? Klu media Malaysia diberi keizinan mcm Indonesia dlm kebebasan bersuara dan mencari publisiti.. Bnyk isu yg akan dikluarkan oleh pihak media Malaysia.. But why?? Sebab utama kami adalah menjaga sensitiviti kaum dan bangsa.. Kami dengar, kami tahu, kami telan apa yang orang Indonesia kata.. Tapi ape kami buat... mengiyakan sahaja.. Malaysia masih berlembut dengan Indonesia,tapi apa kami dapat pijak atas kepala.. Ape kami buat?? Lebih mendiamkan diri sebab apa Indonesia masih anggap ianya abang..

      Delete
    2. buat bg ant ant : mungkin anda. mengatakan seperti itu karen belum pernah datang kemalaysia. coba deh datang kemalaysia, mereka gak jauh beda kok dengan org diindonesia. bahkan teman saya yg dari egypt (mesir) lebih menyukai berada dimalaysia dari pada indonesia karena dia mengatakan susah berkomunikasi dengan org indonesia karena sedikit yg mengerti bahasa inggris beda dengan dimalaysia yg banyak masyarakatnya pintar berbahasa inggris, tapi ada juga teman saya yg dari ukraina bilang lebih suka diindonesia karena org org indonesia suka sekali menegurnya ketika ditengah jalan tidak seperti dinegaranya, mungkin yah menurut saya karena kebanyakan org indonesia kalau melihat bule itu sesuatu yg wow jadi selalu ditegur ramah tuh bule, lain dgn org malaysia yg melihat turis asing biasa aja. jadi kesukaan bule terhadap negara lain itu relativ.

      Delete
    3. bg syukri : maaf buat bg syukri yg merasa tersinggung dengan media diindonesia. media diindonesia juga tidak boleh sembarangan publish berita. karena jika salah bisa kena hukum dan ditangkanpa polis indonesia. mungkin rakyat indonesia banyak yg beranggapan org malaysia itu berlaku kasar karena pemberitaan media diindonesia sering mempublish kelakuan kasar org malaysia terhadap org indonesia. padahal itu hanya segelintir (sebahagian org saja) yg berperilaku seperti itu. jadi banyak org indonesia yg belum pernah kemalaysia mengatakan kalau org malaysia itu kejam terhadap org indonesia. padahal menurut saya ketika kesana gak begitu kok, cuma orang malaysia kurang mengerti aja bahasa indonesia. salam saya dari medan :D

      Delete
  14. Dasarnya, orang Malaysia menghormati TKI dengan sebaiknya. Jika tidak, bagaimana TKI boleh bekerja di Malaysia, malahan dapat menghantar wang ke Indonesia. Sebaliknya, terdapat segelintir TKI, yang memberi nama buruk Indonesia di mata orang Malaysia. Mereka datang bukan untuk berkerja, tetapi melakukan jenayah. Mungkin persepsi ini yang harus dihapuskan di minda orang Malaysia.

    ReplyDelete
  15. Road itu berputar... Jadi TKI bkn krn bodoh tapi karena may cari rezeki halal. Sesungguhnya setiap manusia di mata tuhannya sama.. Yg membedakan hanya ketaqwaannya saja

    ReplyDelete
  16. Sebenarnya org Malaysia itu sangat senang sama org Indonesia. Cuma slogan ganyang Malaysia itu masih dimainkan sehingga kini menyebabkan sesetengah org Malaysia berpandangan buruk terhadap Indonesia..Di Malaysia ramai juga org susah kenapa kami harus pandang hina pada tki..pokoknya provokasi melampau dari sebahagian rakyat Indonesia terutama di media sosial seperti youtube dan lain2 berkaitan isu claim mengclaim budaya, makanan dan seumpamanya menyebabkan rakyat malaysia berfikir bahawa org indonesia semua berdendam kepada malaysia dan bersifat nermusuh..saya harap hubungan kedua negara ini akan lebih erat tanpa provokasi dari mana2 pihak agar rumpun kita ini sama sama membangun

    ReplyDelete
  17. Bahasa menunjukan bangsa, saya tdk begitu peduli bagaimana orang malaysia memperlakukan orang Indonesia yang saya mau garis bawahi tulisan diatas "Jangan berbahasa Indonesia walaupun dengan teman sendiri" seakan akan bahasa Indonesia bahasa kelas bawah.

    ReplyDelete
  18. sebaiknya indonesia dan malaysia itu satu negera. maka tidak ada lagi permusuhan. kapan kita jadi besar kalau kita sendiri mengecilkan diri sendiri dan negara sendiri.

    ReplyDelete
  19. sebaik baiknya indonesia dan malaysia itu satu negara. maka tidak ada lagi permasalahan dan permusuhan antara kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukarno mencoba menyatukan Indonesia dengan Malaysia, dengan Komando Ganyang Malaysia ketika mereka menyatakan kemerdekaan. Tetapi Malaysia lebih memilih merdeka sendiri. Ratusan tahun di bawah Inggris dan Belanda membuat rasa kebangsaan yang berbeda antara orang Malaysia dan Indonesia, walaupun menggunakan bahasa yang sama. Tak apa. Taiwan dan RRT dua negara yang berbeda, walau bahasanya sama.

      Delete