24 September 2010

Islam di Tiongkok



Selain sebagai negara berpenduduk terbanyak di dunia, sekitar 1,3 miliar, Tiongkok juga ternyata punya populasi umat Islam yang sangat besar. Bondan Gunawan, ketua DPP Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) memperkirakan, saat ini ada sedikitnya 180 juta umat Islam di Tiongkok.

“Sekarang memang Indonesia menjadi negara yang umat Islamnya paling banyak di dunia. Tapi mungkin suatu ketika justru umat Islam terbanyak di dunia itu di Tiongkok,” ujar Bondan Gunawan pada perayaan malam bulan purnama dan festival seni budaya lintas etnis di Kenjeran Park Surabaya, Rabu (22/9/2010) malam.

Berbeda dengan etnis mayoritas Han, suku-suku muslim dan minoritas lain di Tiongkok tidak berlaku kebijakan ‘satu keluarga satu anak’. Karena itu, populasi umat Islam di negara panda itu diprediksi akan berkembang dengan cepat.

Karena itu, Bondan Gunawan, yang juga mantan asisten pribadi Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menekankan pentingnya hubungan persahabatan dan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok. Meski hubungan diplomatik kedua negara baru berlangsung selama 60 tahun, sebenarnya hubungan di antara kedua bangsa sudah berlangsung selama ratusan tahun.

“Jangan lupa, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan agar umatnya menuntut ilmu sampai ke negeri Tiongkok. Nah, kita di Indonesia perlu belajar agar bisa maju seperti Tiongkok sekarang ini,” tegas Bondan.

Di bagian lain, Bondan Gunawan mengingatkan bahwa jumlah warga keturunan Tionghoa di Indonesia merupakan terbanyak di dunia. Yakni, 12 juta. Selain itu, ada delapan juta warga Tionghoa asal Indonesia yang kembali ke negeri leluhurnya gara-gara kebijakan politik di masa lalu.

“Jadi, kalau ditotal, orang Tionghoa Indonesia ini ada 20 juta jiwa. Dua puluh juta! Jumlah yang sangat besar. Mudah-mudahan dengan jumlah dan potensi yang besar ini, Indonesia bisa mencapai kemajuan di bidang ekonomi dan sebagainya,” harap Bondan.

No comments:

Post a Comment