23 September 2010

Bebas Helm di Kupang




TERMINAL sederhana di Kupang, NTT. Sonde pake helm sonde apa-apa. Polisi sonde tangkap na!!!

Hari ini, banyak pengguna sepeda motor di Surabaya yang ditangkap polisi gara-gara tidak memakai helm SNI. SNI = standar nasional Indonesia. Perintah memakai helm SNI ini sudah diawali sejak dua tahun lalu. Sekarang, rupanya, tak ada kompromi lagi. Polisi mulai tegas. Berani menilang!

Dan itu, menurut saya, harus didukung. Toleransi atas ketidaktertiban di jalan raya tidak boleh terlalu lama. Masyarakat harus dilatih untuk tertib. Bukankah di negara tetangga, macam Singapura, denda atas kengawuran di jalan raya sangat besar?

Mengapa orang kita bisa tertib di Singapura, sementara di kotanya sendiri ngawur, ugal-ugalan, tak menghargai orang lain, sesama pengguna jalan raya?

Melihat operasi penertiban helm di Surabaya, saya langsung teringat Kupang. Ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota kecil berkarang yang dianggap 'wah', 'hebat', 'paling maju'... di provinsi saya, NTT. Kebetulan saya belum lama ini mudik ke sana, sekadar mengisi liburan sepekan Lebaran.

Wuih... wuih.... Tak usah bicara helm standar, SNI, apalagi aturan menyalakan lampu siang hari. Di Kupang, saya lihat, begitu banyak orang tidak pakai helm ketika naik sepeda motor. Orang seenaknya ngebut tanpa helm di tengah kota, bahkan di depan jalan raya kantor Polda NTT.

Tukang ojek di depan pakai helm [belum tentu SNI], sementara penumpang di belakang kepala kosong. Para tukang ojek di Kupang, seperti yang saya rasakan dari kawasan Sikumana ke Bandara Eltari, ibarat orang mabuk yang tak takut mati. Melarikan sepeda motor dengan sangat cepat, di atas 80-90 km/jam, dengan tangan sebelah. Asyik sekali!

Saya yang berada di belakang ketar-ketir. "Bung, boleh lebih pelan sedikit?" pinta saya.

"Sonde usah khawatir, Bung! Di Kupang ketong [kita] biasa begini. Ini masih kurang cepat na," kata tukang ojek bernama Anton dengan enteng.

Mau bilang apa lagi? Kalau memang kebiasaan saudara-saudara kita di NTT seperti itu, ya, saya hanya bisa berdoa. Semoga tidak terjadi kecelakaan. Bayangkan, apa jadinya jika pengendara motor dan penumpang jatuh dengan kepala tanpa helm?

Dengan helm saja sudah mengerikan seperti kondisi jenazah di sebuah kawasan ramai di Surabaya, Rabu 22 September 2010. Kepala korban hancur, jasadnya ditutupi kertas koran. Mirip binatang yang baru habis dibantai.

Dalam beberapa tahun terakhir, ojek motor merajalela di Kupang. Orang-orang yang dulunya kerja di bangunan, serabutan, bahkan pengusaha kecil ikut-ikutan menjadikan sepeda motornya sebagai sarana pengangkutan penumpang. Hasilnya lumayan. Paling sial mereka mendapat uang Rp 70.000 sampai Rp 80.000 sehari.

"Kalau sedang rame bisa seratus ke atas. Memang lebih enak kerja ojek daripada jadi kuli bangunan," kata seorang tukang ojek asal Oepura.

Dulu, dia memang pekerja bangunan yang penghasilannya lebih kecil ketimbang mengojek. Dia juga menganggap enteng aturan memakai helm untuk penumpang dan tukang ojek. "Di Kupang ini jarang ada polisi yang razia. Ketong sonde usah takut," katanya.

Kalau pendapat teman-teman di Kupang sudah seperti ini, ya, sia-sialah kita berdebat panjang lebar. Percuma membahas undang-undang lalu lintas. Sonde ada guna na! Sebab, kasus-kasus macam ini sudah masuk ke ranah sivilisasi alias peradaban. Dari sini saja, kita bisa mengukur tingkat peradaban macam apa di kota A, B, C, D, dan seterusnya.

Sama dengan perilaku orang Surabaya yang sampai hari ini masih belum bisa menggunakan halte bus dan angkutan kota. Halte ada di mana-mana, tapi mangkrak. Sama sekali tidak digunakan oleh orang Surabaya. Bus-bus kota dan angkot di Surabaya bebas berhenti, menurunkan, dan menaikkan penumpang di mana saja. Tak ada sanksi atau penangkapan dari polisi lalu lintas atau teguran dari petugas pemerintah kota.

Berbahagialah warga kota yang punya peradaban tinggi!

1 comment:

  1. Menggunakan helm dan menggunakan jaket motor merupakan tindakan safety riding, karena kecelakaan dapat mengancam siapa saja bagi pengendara, maka dari itu kesadaran akan safety riding perlu ditingkatkan

    ReplyDelete