26 August 2010

Wang Dandan Ganti Xu Lian



Setelah bertugas selama tiga setengah tahun di Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok, Xu Lian ditarik ke Beijing. Atase konjen ini digantikan Wang Dandan. Kemarin (24/8/2010), Xu Lian memperkenalkan sang penggantinya, Wang Dandan, khusus kepada Radar Surabaya.

"Saya sebentar lagi pulang. Selanjutnya, Dandan (baca: Tantan) yang akan menggantikan saya. Dia baru saja datang ke Surabaya kemarin," ujar Xu Lian di ruang tamu Konjen Tiongkok, Jalan Mayjen Sungkono Kav B1/105 Surabaya.

Seperti Xu Lian, atase sekaligus penerjemah resmi Konjen Tiongkok ini terlebih dahulu belajar bahasa Indonesia di Beijing. Dandan bahkan sempat menjadi dosen di Beijing Foreign Stuides University.

"Tenang saja karena Dandan ini sudah pintar berbahasa Indonesia. Jadi, para relasi konjen akan lebih mudah berkomunikasi dengan dia," tukasnya.

Diperkenalkan oleh Xu Lian, Dandan selalu memperlihatkan senyum manisnya. Dia langsung akrab layaknya orang Tiongkok yang sudah lama tinggal di Indonesia. "Apakah Anda pernah berkunjung ke Indonesia?" tanya Radar Surabaya.

Dandan membenarkan. "Saya sempat kuliah dua tahun di Jogjakarta di UNJ. Universitas Negeri Jogjakarta," ungkap Dandan seraya tersenyum lebar. Gadis berkacamata ini bahkan bisa sedikit memahami bahasa Jawa ala Jogja.

Saat mahasiswa di Beijing, Dandan mengaku mempelajari bahasa Melayu. Bahasa nasional Malaysia ini, meski mirip, tetap berbeda jauh dengan bahasa Indonesia. Karena itu, dia baru lancar berbahasa Indonesia ketika kuliah di Jogjakarta. "Kalau bahasa Melayu, saya lupa," katanya.

Sementara itu, Xu Lian pada September mendatang ditarik pulang ke Beijing, ibukota Tiongkok. Di sana dia bekerja di kementerian luar negeri.

"Saya tidak akan lupa Indonesia, khususnya Surabaya. Makanan-makanannya saya suka," ujar Xu Lian. Dia mengakusenang menikmati nasi goreng ikan asin dan rujak.

No comments:

Post a Comment